18 Tanya Jawab

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc.
22 April 2026 • 2 VIEWS • Durasi: 32:24 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

Pertanyaan: Bolehkah melayat suami teman yang meninggal dan beragama Nasrani?
Melayat orang Nasrani dibolehkan oleh sebagian ulama jika tujuannya untuk memperlihatkan keindahan Islam, akhlak, dan muamalah yang baik. Ini menunjukkan bahwa Islam adalah agama yang penuh toleransi dan adab. Walaupun demikian, di mata Allah, mayat orang selain muslim tidak memiliki harga. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan Imam Ibnu Majah, Rasulullah SAW pernah menyebutkan bahwa seorang mukmin yang meninggal itu 'mustarih' (beristirahat) dari penatnya dunia, sedangkan orang kafir yang meninggal itu 'mustarahmin' (orang-orang dan negeri-negeri beristirahat darinya). Hal ini karena kekafiran menyakiti alam semesta, seperti batu-batuan dan pohon-pohon. Dosa-dosa anak Adam juga menghitamkan Hajar Aswad dan menyebabkan kerusakan di daratan dan lautan, sebagaimana firman Allah dalam Surah Ar-Rum ayat 41. Maka, meninggalnya orang kafir berarti alam semesta beristirahat dari kekafirannya. Dakwah tidak selalu harus dengan ucapan, melainkan juga bisa dengan perbuatan dan akhlak.

Pertanyaan: Apakah banyaknya musibah yang kita dapat karena maksiat yang pernah kita lakukan?
Musibah bisa jadi karena maksiat, sebagaimana firman Allah dalam Surah Asy-Syura ayat 30 yang menyatakan bahwa tidak ada musibah yang menimpa kecuali akibat dosa-dosa sendiri. Namun, musibah juga bisa jadi bukan karena dosa, melainkan untuk mengangkat derajat seorang hamba di sisi Allah Subhanahu wa Ta'ala yang amalannya belum mencapai derajat tersebut. Allah bisa memberikan ujian dan musibah agar hamba tersebut mencapai derajat yang tinggi.

Pertanyaan: Menonton TV masuk maksiat enggak, Ustaz?
Menonton TV hukumnya tergantung pada apa yang ditonton. Jika yang ditonton adalah ceramah atau lantunan ayat Al-Qur'an, itu adalah kebaikan. Namun, jika yang ditonton adalah perempuan yang berjoget dan memperlihatkan auratnya, jelas itu adalah maksiat yang dapat merusak iman.

Pertanyaan: Apakah belajar tajwid, tahsin, dan bahasa Arab agar bacaan sempurna waktu salat wajib?
Wajib belajar sebatas meluruskan lisan agar bacaan tidak mengubah makna. Lebih dari itu hukumnya sunah. Kesalahan panjang pendek atau pelafalan bisa mengubah makna secara drastis, seperti contoh azan 'Allahu Akbar' (Allah Maha Besar) menjadi 'Allahu Akbar' (Allah gendang besar), atau perubahan makna dalam Al-Qur'an dari 'Aantum tazra'unahu' (apakah kalian yang menumbuhkan tanaman itu) menjadi 'Aantum tajra'unahu' (apakah kamu yang berani).

Pertanyaan: Bagaimana cara memberikan nasihat orang lain agar ikut sunah? Sementara orang itu merasa dirinya sudah benar.
Setiap orang cenderung merasa paling benar, bahkan Firaun pun merasa demikian. Hanya orang-orang yang tawadhu yang mau menerima kebenaran dan nasihat. Untuk mendakwahi orang, kita perlu melihat psikologi orang tersebut. Terkadang, dakwah tidak harus dengan ucapan, tapi dengan memberikan contoh akhlak yang baik. Nabi Muhammad SAW pun terkenal dengan gelar Al-Amin karena akhlak dan kebaikannya sebelum menjadi nabi. Jika akhlak sudah baik dan orang sudah percaya, barulah bisa diberikan hadiah kaset/buku kajian. Jika lisan kita tidak diterima, cari orang lain yang dia hormati untuk mendakwahi. Hidayah tidak harus lewat kita.

Pertanyaan: Dulu saya pernah melakukan perbuatan zina dan sekarang saya sudah benar-benar bertobat dan ingin kembali ke jalan Allah... Apakah nanti saya pasti masuk neraka, Ustaz?
Jika Anda sudah bertobat dengan tulus dan Allah menerima taubat Anda, serta Anda wafat di atas taubat tersebut (istiqamah dan tidak kembali ke zina), insyaallah Anda tidak akan diazab karena zina itu. Penting untuk menjaga taubat dan menjauhi hal-hal yang dapat menjerumuskan kembali kepada perbuatan dosa.

Pertanyaan: Apakah orang yang mati dalam keadaan bermaksiat seperti mabuk, narkoba, dan sejenisnya itu disalatkan?
Tetap disalatkan. Namun, para ulama berpendapat bahwa pemimpin agama atau tokoh masyarakat tidak boleh mensalatkan jenazah tersebut sebagai bentuk pelajaran atau teguran. Yang mensalatkan cukup orang-orang biasa. Ini serupa dengan Nabi yang dahulu bertanya apakah seseorang memiliki hutang sebelum mensalatkan jenazahnya; jika ada hutang, beliau meminta sahabat lain untuk mensalatkan.

Pertanyaan: Lagi ramai masalah LGBT, Ustaz. Bagaimana menurut agama tentang transgender?
Masalah LGBT dan transgender sudah sangat jelas dalam Islam. Kaum Nabi Luth adalah contoh bagaimana Allah mengazab perbuatan tersebut. Rasulullah SAW melaknat laki-laki yang menyerupai wanita dan wanita yang menyerupai laki-laki. Jika perilaku LGBT diakui dan merajalela, masyarakat akan punah dan negara akan hancur karena tidak ada keturunan. Azab kaum Nabi Luth sangat keras, yaitu negeri mereka diangkat, dibalik, dan dilempari batu. Kita harus berusaha agar para pelaku LGBT ini bertobat kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala.

Pertanyaan: Jika ada kepala rumah tangga yang tidak jujur alias dusta kepada istrinya dan melakukan kezaliman dan kemaksiatan dua kali yang terus-menerus (misal chatting mesra dengan perempuan yang bukan istrinya di medsos dan menyimpan serta mengedit foto-foto wanita lain), padahal ia rajin qiamulail dan taklim. Apakah orang tersebut memiliki iman atau rasa takut kepada Allah?
Orang tersebut memiliki iman, namun rasa takutnya kepada Allah masih kurang. Ibadah dan salat yang dilakukannya tidak bisa mencegah perbuatan keji tersebut karena ia tidak memaknai ibadahnya, sehingga ilmunya tidak bermanfaat.

Pertanyaan: Terus bagaimana dong nasihatnya, Ustaz? (untuk istri yang suaminya bermaksiat seperti di atas)
Nasihatnya: Pertama, ada saran (yang mungkin berat bagi istri) untuk mengizinkan suami menikah lagi. Kedua, istri perlu intropeksi diri. Mungkin istri kurang menjaga penampilan atau pelayanan di rumah, sementara di luar banyak perempuan yang menor. Istri harus berusaha tampil secantik-cantiknya di depan suami. Ketiga, ingatkan suami dengan cara yang baik dan benar. Bisa dengan mengirim SMS 'gelap' dari nomor tak dikenal yang berisi nasihat dengan bahasa puitis tentang pentingnya mengamalkan ilmu, fitnah wanita, atau video tentang kerasnya siksa Allah. Tujuannya adalah untuk menumbuhkan rasa takut kepada Allah di hati suami. Dibutuhkan kesabaran, karena jika istri langsung marah, suami pun akan marah.

Pertanyaan: Sering muslimah meninggal tidak dikafani, disalati, dan dimakamkan berdasarkan agama Islam karena suaminya yang dulu mualaf tidak mau melakukannya, melainkan berdasarkan Nasrani. Bagaimana hukumnya kepada si mayat?
Si mayat tidak berdosa sama sekali atas perbuatan tersebut karena dia tidak bisa berbuat apa-apa. Yang berdosa adalah pihak yang mengurusnya, dalam hal ini suaminya. Allah Subhanahu wa Ta'ala Maha Pemaaf bagi mayat yang tidak berdaya.

Pertanyaan: Orang tua saya dan ustaznya berkata, 'Tidak apa-apa melakukan dosa karena Allah maha pengampun.'
Ungkapan tersebut sangat aneh dan keliru. Al-Qur'an dan hadis jelas memberikan ancaman keras bagi orang yang berbuat dosa. Allah berfirman dalam Surah An-Nur ayat 63, 'Hendaklah waspada orang-orang yang menyelisihi perintah Rasul untuk ditimpa fitnah atau ditimpa azab yang pedih.' Bagaimana jika maut menjemput saat seseorang sedang berbuat dosa? Atau bagaimana jika Allah menjadikan orang tersebut tidak mau bertaubat dan asyik dengan dosanya? Memang Allah Maha Pengampun, namun Allah juga keras siksanya.

Pertanyaan: Seorang mukmin yang lagi sakit, apa yang harus dia lakukan?
Yang harus dilakukan adalah: pertama, sabar dan mengharapkan pahala dari Allah, sebagaimana firman Allah dalam Surah Az-Zumar ayat 10 bahwa orang-orang yang sabar akan diberikan pahala tanpa batas. Kedua, jangan banyak mengeluh. Imam Mujahid menafsirkan 'sabar yang indah' berarti sabar yang tidak diwarnai keluh kesah. Ketiga, banyak berdoa kepada Allah agar dikuatkan kesabaran, segera disembuhkan, dan melakukan rukiah diri sendiri. Rasulullah SAW mengajarkan doa rukiah: membaca 'Bismillah' tiga kali, lalu 'A’udzu billahi wa qudratihi min syarri ma ajidu wa uhadzir' tujuh kali. Al-Fatihah juga merupakan rukiah yang sangat efektif, seperti kisah sahabat yang merukiah kepala kampung yang disengat kalajengking dengan Al-Fatihah hingga sembuh total, atau kisah seorang teman yang sembuh dari kanker setelah membaca Al-Fatihah selama tujuh hari berturut-turut. Jika memungkinkan, berobatlah dengan cara Nabi seperti habatusauda atau ke dokter, namun jangan berobat dengan yang haram, sebagaimana sabda Rasulullah SAW, 'Berobatlah wahai hamba Allah, tapi jangan berobat dengan yang haram.'

Pertanyaan: Apa perbedaan alam barzakh dan alam akhirat?
Alam barzakh adalah alam kubur, yaitu fase setelah kematian dan sebelum Hari Kiamat. Sedangkan alam akhirat adalah fase setelah ditiupkannya sangkakala, terjadinya Hari Kiamat, dan kebangkitan untuk pertanggungjawaban amal.

Pertanyaan: Apakah orang yang terlalu cinta dunia akan membuka pintu maksiat?
Betul. Orang yang terlalu cinta dunia akan berkurang kecintaannya pada akhirat. Semakin tipis cinta akhirat, semakin tipis pula rasa takutnya kepada Allah, dan akhirnya semakin berani berbuat maksiat. Orang yang cinta dunia terkadang tidak peduli halal atau haram demi mendapatkan harta atau kedudukan. Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak pernah memuji dunia dalam Al-Qur'an; justru semua ayat dan hadis mengecam serta menghinakan dunia agar kita sadar bahwa dunia itu hina di mata Allah.

Pertanyaan: Kalau anaknya muslim, orang tuanya nonmuslim. Bilamana orang tuanya meninggal, anaknya mengirim doa sampai enggak?
Doa tidak akan sampai. Allah Subhanahu wa Ta'ala melarang Nabi dan orang-orang beriman memohonkan ampunan untuk orang-orang musyrikin setelah jelas bagi mereka bahwa orang musyrik adalah penghuni neraka, sebagaimana firman Allah dalam Surah At-Taubah ayat 113. Bahkan Rasulullah SAW pun ditolak doanya saat ingin memohonkan ampunan untuk ibunya, dan beliau menangis sejadi-jadinya.

Pertanyaan: Ustaz, saya pakai kerudung tapi celananya jin. Gimana tuh, Ustaz?
Itu namanya memakai kerudung, tapi belum memakai jilbab. Banyak orang yang salah kaprah menganggap jilbab itu sama dengan kerudung. Ayat tentang kerudung (khimar) ada dalam Surah An-Nur ayat 31, yang memerintahkan wanita melabuhkan kerudung sampai ke dada. Sedangkan ayat tentang jilbab ada dalam Surah Al-Ahzab ayat 59, yang memerintahkan Nabi untuk menyuruh istri-istri, anak-anak wanita, dan istri-istri kaum mukminin untuk melaburkan jilbab-jilbab mereka. Jilbab menurut para ulama adalah pakaian besar yang menutupi seluruh tubuh dan lebar. Jadi, memakai kerudung dengan celana jin berarti belum memenuhi syarat jilbab syar'i.

Pertanyaan: Boleh enggak makanan yang haram kita makan dalam keadaan darurat?
Dalam keadaan darurat, yang haram bisa menjadi halal. Contohnya, jika tersesat di padang pasir dan tidak ada makanan kecuali bangkai, maka dibolehkan memakannya sekadar untuk bertahan hidup. Namun, penting untuk memahami definisi darurat. Menurut para ulama, kondisi darurat adalah apabila sesuatu membahayakan salah satu dari lima pokok kehidupan: agama, harta, jiwa, keturunan, atau akal.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

وَلَنَبْلُوَنَّكُم بِشَيْءٍ مِّنَ ٱلْخَوْفِ وَٱلْجُوعِ وَنَقْصٍ مِّنَ ٱلْأَمْوَٰلِ وَٱلْأَنفُسِ وَٱلثَّمَرَٰتِ ۗ وَبَشِّرِ ٱلصَّٰبِرِينَ
"Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."
— QS. Ar-Rum: 41 • REFERENCE LINK
وَمَا أَصَابَكُم مِّن مُّصِيبَةٍ فَبِمَا كَسَبَتْ أَيْدِيكُمْ وَيَعْفُو عَن كَثِيرٍ
"Dan musibah apa pun yang menimpamu adalah karena perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari kesalahan-kesalahanmu)."
— QS. Asy-Syura: 30 • REFERENCE LINK
لَا يُكَاتِمُونَ اللَّهَ حَدِيثًا
"Dan bahwasanya orang-orang yang berdusta itu tidak akan dapat menyembunyikan sesuatu berita pun dari Allah."
— QS. Ghafir: 29 • REFERENCE LINK
فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَن تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
"Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih."
— QS. An-Nur: 63 • REFERENCE LINK
إِنَّمَا يُوَفَّى الصَّابِرُونَ أَجْرَهُم بِغَيْرِ حِسَابٍ
"Sesungguhnya hanya orang-orang yang bersabarlah yang dicukupkan pahala mereka tanpa batas."
— QS. Az-Zumar: 10 • REFERENCE LINK
مَا كَانَ لِلنَّبِيِّ وَالَّذِينَ آمَنُوا أَن يَسْتَغْفِرُوا لِلْمُشْرِكِينَ وَلَوْ كَانُوا أُولِي قُرْبَىٰ مِن بَعْدِ مَا تَبَيَّنَ لَهُمْ أَنَّهُمْ أَصْحَابُ الْجَحِيمِ
"Tidaklah pantas bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memohonkan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik, sekalipun orang-orang musyrik itu kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka bahwasanya orang-orang musyrik itu adalah penghuni-penghuni neraka Jahanam."
— QS. At-Taubah: 113 • REFERENCE LINK
وَلْيَضْرِبْنَ بِخُمُرِهِنَّ عَلَىٰ جُيُوبِهِنَّ ۖ وَلَا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ إِلَّا لِبُعُولَتِهِنَّ أَوْ آبَائِهِنَّ أَوْ آبَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ أَبْنَائِهِنَّ أَوْ أَبْنَاءِ بُعُولَتِهِنَّ أَوْ إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي إِخْوَانِهِنَّ أَوْ بَنِي أَخَوَاتِهِنَّ أَوْ نِسَائِهِنَّ أَوْ مَا مَلَكَتْ أَيْمَانُهُنَّ أَوِ التَّابِعِينَ غَيْرِ أُولِي الْإِرْبَةِ مِنَ الرِّجَالِ أَوِ الطِّفْلِ الَّذِينَ لَمْ يَظْهَرُوا عَلَىٰ عَوْرَاتِ النِّسَاءِ ۖ وَلَا يَضْرِبْنَ بِأَرْجُلِهِنَّ لِيُعْلَمَ مَا يُخْفِينَ مِن زِينَتِهِنَّ ۚ وَتُوبُوا إِلَى اللَّهِ جَمِيعًا أَيُّهَ الْمُؤْمِنُونَ لَعَلَّكُمْ تُفْلِحُونَ
"Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dada mereka, dan janganlah menampakkan perhiasan mereka kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita Islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita. Dan janganlah mereka memukulkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Dan bertaubatlah kamu sekalian kepada Allah, hai orang-orang yang beriman supaya kamu beruntung."
— QS. An-Nur: 31 • REFERENCE LINK
يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ قُل لِّأَزْوَاجِكَ وَبَنَاتِكَ وَنِسَاءِ الْمُؤْمِنِينَ يُدْنِينَ عَلَيْهِنَّ مِن جَلَابِيبِهِنَّ ۚ ذَٰلِكَ أَدْنَىٰ أَن يُعْرَفْنَ فَلَا يُؤْذَيْنَ ۗ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَّحِيمًا
"Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, 'Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.' Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
— QS. Al-Ahzab: 59 • REFERENCE LINK

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Melayat orang Nasrani boleh jika tujuannya menunjukkan keindahan Islam dan akhlak mulia."

WHATSAPP

"Musibah bisa karena dosa sendiri atau untuk mengangkat derajat hamba di sisi Allah."

WHATSAPP

"Menonton TV tergantung isinya; jika maksiat, bisa merusak iman dan hati."

WHATSAPP

"Belajar tajwid wajib sebatas meluruskan bacaan agar tidak mengubah makna ayat."

WHATSAPP

"Dakwah tak selalu dengan ucapan; akhlak baik lebih dulu agar nasihat diterima."

WHATSAPP

"Taubat dari zina harus tulus dan istiqamah; jangan kembali pada dosa lama."

WHATSAPP

"Orang mati dalam maksiat tetap disalatkan, tapi pemimpin agama tak perlu mensalatkan."

WHATSAPP

"LGBT dan transgender jelas dilarang; azab kaum Nabi Luth menjadi peringatan keras."

WHATSAPP

"Rajin ibadah tapi masih maksiat karena rasa takut kepada Allah masih kurang."

WHATSAPP

"Cinta dunia akan kurangi cinta akhirat dan buka pintu maksiat tanpa peduli halal haram."

WHATSAPP