299. Tafsir Qs. Ali Imran Ayat 18-20
DENGARKAN AUDIO KAJIAN
299-tafsir-qs-ali-imran-ayat-18-20-10-beni.mp3
Kajian ini membahas tafsir Surah Ali Imran ayat 18-20 dari Kitab Tafsir As-Sa'di oleh Syekh Abdurrahman bin Nashir As-Sa'di, dengan Ustaz Abu Sumayyah Beni Sarbeni, Lc., M.Pd. Sebagai pembuka, Ustaz Beni membacakan sebuah hadis riwayat Imam Muslim dari sahabat Mu'awiyah radhiyallahu 'anhu yang mengisahkan tentang keutamaan berkumpul untuk belajar Islam. Rasulullah ﷺ mendapati para sahabat di masjid sedang saling mengingatkan tentang Islam dan nikmat Allah. Jibril 'alaihis salam kemudian mengabarkan kepada Nabi bahwa Allah membanggakan para sahabat tersebut di hadapan para malaikat-Nya. Hadis ini memotivasi kita untuk senantiasa belajar dan bermajelis ilmu, dengan harapan Allah juga membanggakan kita.
Dalam tafsir ayat 18-20 Surah Ali Imran, Ustaz Beni menjelaskan bahwa Islam memiliki dua makna: umum dan khusus. Secara umum, Islam adalah agama seluruh para nabi. Sedangkan secara khusus, Islam merujuk pada agama yang dibawa oleh Nabi Muhammad ﷺ beserta syariatnya. Allah menegaskan bahwa agama yang benar di sisi-Nya hanyalah Islam, sebagaimana firman-Nya dalam Surah Ali Imran ayat 19.
Orang-orang yang diberikan Alkitab (Yahudi dan Nasrani) berselisih bukan karena mereka tidak memiliki ilmu atau wahyu, melainkan karena kezaliman, permusuhan, dan sikap melampaui batas dari diri mereka sendiri. Padahal, ilmu dan kitab suci yang datang kepada mereka seharusnya menjadi sebab terbesar untuk bersatu di atas kebenaran dan meninggalkan perselisihan. Siapa pun yang kufur terhadap ayat-ayat Allah, maka Allah sangat cepat perhitungan-Nya. Setiap orang akan dibalas sesuai dengan amalnya, terutama bagi yang meninggalkan kebenaran setelah mengetahuinya; mereka berhak mendapatkan ancaman dan siksaan yang pedih.
Demikian pula, perpecahan yang terjadi di kalangan kaum Muslimin, sebagaimana yang Nabi kabarkan bahwa umatnya akan terpecah menjadi 73 golongan, sebab utamanya adalah karena meninggalkan Al-Qur'an. Oleh karena itu, ahlusunnah senantiasa menyerukan untuk kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah, dengan pemahaman para sahabat dan tabi'in (salafush shalih).
Kajian ini juga mengkritik praktik taklid buta kepada mazhab tertentu jika dalil dari Al-Qur'an dan Sunnah sudah jelas. Imam Asy-Syafi'i rahimahullahu ta'ala menyatakan bahwa tidak halal bagi seseorang untuk mengikuti pendapat siapa pun jika dalil sudah terang. Kewajiban utama adalah mengikuti dalil (Al-Qur'an dan Sunnah) serta manhaj (pemahaman dan praktik) para sahabat. Ustaz Beni menyoroti fenomena disatukan di Masjidil Haram berdasarkan mazhab, yang menunjukkan perpecahan padahal tidak ada dalil untuk itu. Beliau juga memperingatkan agar tidak menjadikan organisasi kemasyarakatan (ormas) sebagai pengganti agama, karena hal itu dapat menjadi sekat dan penyebab perpecahan. Muslim sejati adalah mereka yang tunduk kepada Allah dan Rasul-Nya. Jika ada perselisihan, kembalikan kepada Al-Qur'an dan Sunnah, sebagaimana diperintahkan dalam Surah An-Nisa ayat 59.
Selanjutnya, Ustaz Beni memberikan peringatan keras terhadap konsep toleransi yang disalahpahami, terutama yang digaungkan oleh kaum liberal. Toleransi versi liberal ini seringkali mengaburkan batas kebenaran, seolah-olah semua agama itu sama-sama baik dan menuju surga, serta melarang menyatakan agama selain Islam itu batil atau menyebut non-Muslim sebagai kafir. Ustaz Beni menegaskan bahwa dalam Islam, toleransi berarti tidak mengganggu ibadah orang lain, namun seorang Muslim harus tetap tegas meyakini bahwa agama selain Islam adalah batil. Hal ini selaras dengan Surah Al-Kafirun, di mana ayat "Lakum dinukum waliyadin" (Untukmu agamamu, dan untukku agamaku) menunjukkan perbedaan akidah yang tegas, bukan pembenaran terhadap keyakinan lain. Kaum liberal yang menganggap pandangan ini 'kampungan' justru disebut Ustaz Beni sebagai berada di puncak kebodohan (fi muntahal jahalah). Tugas dakwah adalah menyampaikan kebenaran, bukan memaksa orang.
Pada sesi tanya jawab, Ustaz Beni membahas beberapa pertanyaan:
- **Menjaga Hati dari Riya' dan Sum'ah:** Riya' (pamer) dan Sum'ah (mencari popularitas) adalah syirik kecil yang sangat berbahaya dan lebih besar daripada dosa besar, karena potensi terjadinya sangat tinggi. Kiat untuk menghindarinya meliputi: terus belajar tazkiyatun nafs (penyucian jiwa), memperbanyak doa Nabi ﷺ seperti "Allahumma Ati Nafsi Taqwaaha...", dan menyadari bahwa pujian manusia di dunia ini fana dan tidak bermanfaat. Kita harus berjuang untuk mengurangi kesenangan dipuji, karena jiwa manusia memang cenderung memerintahkan kepada keburukan (nafsu ammarah bis su'). Sebagaimana perkataan Syekh Abdur Razzaq hafizhahullah, "Seandainya orang yang mencelaku tahu siapa aku sebenarnya, maka sungguh aku lebih pantas dicela lebih daripada itu." Tujuan utama adalah memiliki qalbun salim (hati yang bersih).
- **Hukum Puasa Sepekan Sebelum Ramadan:** Tidak masalah puasa sunah Senin-Kamis sepekan sebelum Ramadan bagi orang yang sudah terbiasa melaksanakannya. Yang dilarang adalah memulai puasa di pertengahan bulan Sya'ban atau pada Yaumus Syak (hari yang diragukan apakah sudah Ramadan atau belum).
- **Definisi Ahlul Kitab:** Ahlul Kitab adalah sebutan khusus bagi kaum Yahudi dan Nasrani, tanpa memandang ras atau kebangsaan mereka.
- **Jamak Salat Maghrib dan Isya:** Jika seseorang tiba di masjid dan imam sedang melaksanakan salat Isya (yang dijamak dengan Maghrib), sementara ia belum melaksanakan Maghrib, maka ia bisa berniat salat Maghrib mengikuti imam. Setelah rakaat ketiga, ia bisa memilih untuk duduk menunggu imam menyelesaikan rakaat keempat dan salam bersama imam, atau ia bisa menyelesaikan salat Maghribnya sendiri (salam), lalu kemudian melaksanakan salat Isya secara terpisah (berjamaah jika ada makmum lain, atau sendiri).
- **Warisan (Faraidh):** Jika seorang suami meninggal dunia meninggalkan harta warisan (rumah dan sawah), dan ibunya masih hidup, maka ibu berhak mendapatkan bagian waris sebagai ahli waris. Jika ibu tersebut kemudian meninggal dunia beberapa bulan setelahnya, maka bagian warisan yang menjadi hak ibu tersebut akan menjadi harta peninggalan ibu dan harus dibagikan kepada ahli waris ibu sesuai syariat.
Kajian diakhiri dengan pesan untuk terus belajar Islam, berilmu sebelum berucap dan beramal, serta berdoa agar Allah menjadikan kita termasuk orang-orang yang memiliki hati yang bersih.
POINTERS & CONCLUSIONS
- Keutamaan menuntut ilmu agama dan berkumpul untuk belajar Islam, yang dapat membuat Allah bangga di hadapan para malaikat-Nya.
- Islam secara umum mencakup semua risalah para nabi, sedangkan Islam secara khusus adalah risalah Nabi Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam.
- Perpecahan Ahlul Kitab disebabkan kezaliman, permusuhan, dan melampaui batas, bukan karena tidak adanya ilmu atau wahyu.
- Sebab utama perpecahan umat Islam adalah meninggalkan Al-Qur'an dan Sunnah.
- Wajib kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah dengan pemahaman Salaful Ummah (para sahabat dan tabi'in).
- Haram hukumnya bertaklid buta kepada pendapat mazhab jika dalil sudah jelas; kewajiban utama adalah mengikuti dalil dari Al-Qur'an dan Sunnah dengan manhaj para sahabat.
- Organisasi kemasyarakatan (ormas) bukanlah agama dan tidak boleh dijadikan sekat perpecahan; semua perselisihan harus dikembalikan kepada Al-Qur'an dan Sunnah.
- Toleransi dalam Islam bukan berarti menyatakan semua agama itu benar atau membenarkan agama selain Islam.
- Seorang Muslim wajib meyakini bahwa agama selain Islam adalah batil, sambil tetap toleran dalam pergaulan tanpa mencampuradukkan akidah.
- Tugas dakwah adalah menyampaikan kebenaran, bukan memaksa orang untuk menerima Islam.
- Riya' dan Sum'ah adalah syirik kecil, namun sangat berbahaya dan lebih besar dari dosa besar.
- Kiat menghindari Riya' dan Sum'ah: belajar tazkiyatun nafs, memperbanyak doa khusus, dan menyadari hakikat pujian dunia yang fana.
- Hati yang bersih (qalbun salim) adalah tujuan utama seorang Muslim.
- Ahlul Kitab adalah sebutan khusus untuk kaum Yahudi dan Nasrani.
- Tidak masalah puasa sunah Senin Kamis sepekan sebelum Ramadan bagi yang sudah terbiasa, asalkan tidak memulai puasa di pertengahan Sya'ban atau di hari syak (hari yang diragukan).
- Dalam kasus salat jamak Maghrib-Isya, makmum yang belum Maghrib dapat berniat Maghrib mengikuti imam Isya, menyelesaikan Maghribnya, lalu salat Isya terpisah.
- Bagian warisan seorang ibu yang meninggal dunia akan menjadi harta peninggalan ibu dan harus dibagikan kepada ahli waris ibu sesuai syariat.
DALIL & REFERENCES
KATA BIJAK UNTUK STATUS
""Demi Allah tidak ada yang menjadikan kami duduk di sini kecuali itu, mengingat tentang Islam, tentang segala nikmat yang Allah berikan kepada kami." (Jawaban para sahabat kepada Nabi ﷺ)"
""Allah sangat bangga bahkan menyebut-nyebut nama kalian di hadapan para malaikat." (Sabda Nabi ﷺ)"
""Tidak halal bagi seorang pun jika telah jelas baginya dalil, dia mengikuti pendapat seseorang." (Imam Asy-Syafi'i rahimahullah)"
""Al-ilmu Qolallah Qolarrasul Qolassahabah (ilmu itu adalah firman Allah, sabda Rasulullah, dan perkataan para sahabat)." (Imam Az-Zahabi rahimahullah)"
""Sesuatu yang paling aku takuti menimpa kalian adalah syirik kecil (riya')." (Sabda Nabi ﷺ)"
""Seandainya orang yang mencelaku tahu siapa aku sebenarnya, maka sungguh aku lebih pantas dicela lebih daripada itu." (Syekh Abdur Razzaq hafizhahullah)"