Al-Adab Al-Mufrad #69 Mencaci Muslim yang Lain Adalah Kefasikan

Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A.
23 March 2025 • 1 VIEWS • Durasi: 2:36:11 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

Kajian ini membahas tentang larangan mencaci sesama muslim yang merupakan perbuatan fasik. Ustadz Firanda menjelaskan bahwa mencaci muslim lain bukan sekadar dosa biasa, tetapi termasuk kefasikan yang dapat merusak keimanan dan persaudaraan. Beliau mengutip hadits riwayat Bukhari dan Muslim bahwa mencaci muslim adalah kefasikan dan membunuhnya adalah kekafiran. Kajian ini menekankan pentingnya menjaga lisan dan menghindari perkataan buruk terhadap sesama muslim, karena hal itu dapat menghapus amal kebaikan dan mendatangkan murka Allah. Selain itu, dijelaskan pula bahwa seorang mukmin sejati adalah yang tidak suka mencela, melaknat, atau berkata keji. Praktiknya, kita harus selalu berhati-hati dalam berbicara, terutama saat marah, dan segera bertaubat jika terlanjur mencaci. Kajian ini juga mengingatkan bahwa mencaci orang lain bisa menjadi bumerang, karena aib kita sendiri bisa terbongkar. Oleh karena itu, menjaga lisan adalah bagian dari kesempurnaan iman.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Mencaci seorang muslim adalah kefasikan, dan membunuhnya adalah kekafiran."
— HR. Bukhari dan Muslim
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain (karena) boleh jadi mereka (yang diolok-olok) lebih baik dari mereka (yang mengolok-olok). Dan janganlah perempuan-perempuan (mengolok-olok) perempuan lain (karena) boleh jadi perempuan (yang diolok-olok) lebih baik dari perempuan (yang mengolok-olok). Dan janganlah kamu saling mencela satu sama lain dan janganlah saling memanggil dengan gelar-gelar yang buruk."
— QS. Al-Hujurat: 11
"Seorang mukmin bukanlah pencela, bukan pelaknat, bukan pengumpat, dan bukan pula yang berkata keji."
— HR. Tirmidzi
"Dan janganlah orang-orang yang mempunyai kelebihan dan kelapangan di antara kamu bersumpah untuk tidak memberi (bantuan) kepada kerabatnya, orang-orang miskin, dan orang-orang yang berhijrah di jalan Allah. Hendaklah mereka memaafkan dan berlapang dada. Apakah kamu tidak ingin bahwa Allah mengampunimu? Dan Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
— QS. An-Nur: 22
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam."
— HR. Muslim

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Jangan remehkan dosa mencaci, karena bisa menghapus pahala."

WHATSAPP

"Lisan yang terjaga adalah cermin keimanan seseorang."

WHATSAPP

"Memaafkan lebih mulia daripada membalas cacian."

WHATSAPP

"Setiap kata yang keluar akan dimintai pertanggungjawaban."

WHATSAPP

"Mencaci bukanlah sifat orang bertakwa."

WHATSAPP

"Diam saat marah lebih baik daripada melontarkan cacian."

WHATSAPP

"Aib orang lain jangan dibuka, karena aibmu bisa terbongkar."

WHATSAPP

"Persaudaraan Islam lebih berharga dari sekadar kemenangan argumen."

WHATSAPP

"Taubat sejati adalah tidak mengulangi kesalahan yang sama."

WHATSAPP

"Kebaikan lisan adalah investasi akhirat yang tak ternilai."

WHATSAPP