Antara Akal dan Syariat

Ustadz Maududi Abdullah Lc.
15 January 2024 • 1 VIEWS • Durasi: 1:25:39 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

DENGARKAN AUDIO KAJIAN

antara-akal-dan-syariat.mp3

DOWNLOAD

Kajian ini membahas hubungan antara akal dan syariat dalam Islam. Ustadz Maududi Abdullah menjelaskan bahwa akal adalah anugerah Allah yang harus digunakan sesuai dengan petunjuk syariat. Beliau menekankan bahwa akal tidak boleh dipertentangkan dengan wahyu, karena keduanya saling melengkapi. Syariat datang untuk membimbing akal agar tidak tersesat dalam kesombongan intelektual. Dalam Islam, akal yang sehat akan selalu tunduk pada kebenaran wahyu. Banyak orang yang menggunakan akalnya untuk menolak syariat, padahal itu adalah bentuk penyimpangan. Kajian ini mengajak kita untuk merenungkan kembali posisi akal dalam beragama. Dengan memahami batasan akal, kita bisa lebih bijak dalam menyikapi berbagai persoalan hidup. Akal yang digunakan sesuai syariat akan membawa kepada kebahagiaan dunia dan akhirat. Sebaliknya, akal yang lepas dari bimbingan syariat hanya akan menimbulkan kerugian.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal."
— QS. Ali Imran: 190
"Maka bertakwalah kepada Allah menurut kesanggupanmu."
— QS. At-Taghabun: 16
"Dan tidaklah Kami utus rasul-rasul sebelummu melainkan dengan bahasa kaumnya, agar ia dapat memberi penjelasan kepada mereka."
— QS. Ibrahim: 4
"Barangsiapa yang dikehendaki Allah kebaikan, niscaya Dia akan memberinya pemahaman dalam agama."
— HR. Bukhari dan Muslim
"Aku tinggalkan pada kalian dua perkara, kalian tidak akan tersesat selama berpegang teguh pada keduanya: Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya."
— HR. Malik
"Jika seorang hakim berijtihad lalu benar, ia mendapat dua pahala. Jika ia berijtihad lalu salah, ia mendapat satu pahala."
— HR. Bukhari dan Muslim
"Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan dimintai pertanggungjawaban."
— QS. Al-Isra: 36
"Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian."
— HR. Muslim
"Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga."
— HR. Muslim
"Dan katakanlah: 'Ya Tuhanku, tambahkanlah kepadaku ilmu pengetahuan.'"
— QS. Thaha: 114

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Akal yang paling mulia adalah akal yang digunakan untuk mengenal Allah."

WHATSAPP

"Jangan bangga dengan kepintaranmu, karena semua ilmu berasal dari Allah."

WHATSAPP

"Syariat adalah cahaya, akal adalah mata. Mata butuh cahaya untuk melihat."

WHATSAPP

"Orang berakal tidak akan menolak kebenaran, meskipun pahit."

WHATSAPP

"Keseimbangan akal dan hati adalah kunci keimanan yang kokoh."

WHATSAPP

"Ilmu tanpa hati membuat ibadah kering, hati tanpa ilmu membuat ibadah sesat."

WHATSAPP

"Tunduk pada syariat bukanlah kelemahan, melainkan puncak kebijaksanaan."

WHATSAPP

"Akal yang sehat akan selalu mencari kebenaran, bukan pembenaran."

WHATSAPP

"Jadikan akal sebagai pelayan syariat, bukan sebaliknya."

WHATSAPP

"Kesuksesan sejati bukan pada kepintaran, tetapi pada ketundukan kepada Allah."

WHATSAPP