Kajian ini membahas bahaya adu domba (namimah) dalam Islam. Ustadz Abu Yahya Badrusalam menjelaskan bahwa adu domba adalah perbuatan menyebarkan perkataan atau berita dengan tujuan merusak hubungan antar sesama. Perbuatan ini termasuk dosa besar yang dilarang keras oleh Allah dan Rasul-Nya. Dalam sesi tanya jawab, beliau menjawab berbagai pertanyaan seputar bagaimana menghindari adu domba, cara bertaubat darinya, serta dampak negatifnya di dunia dan akhirat. Kajian ini menekankan pentingnya menjaga lisan dan memperbaiki niat dalam setiap interaksi sosial.
POINTERS & CONCLUSIONS
Adu domba adalah dosa besar yang dilarang dalam Islam.
Dampaknya merusak persaudaraan dan mengundang azab.
Cara menghindari: jaga lisan, tabayun, dan prasangka baik.
Taubat harus segera dilakukan dengan meminta maaf jika perlu.
Perkuat ukhuwah dengan kegiatan positif.
DALIL & REFERENCES
"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa. Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang."
— QS. Al-Hujurat: 12
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu."
— QS. Al-Hujurat: 6
"Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubat yang semurni-murninya."
— QS. At-Tahrim: 8
"Tidak akan masuk surga orang yang suka adu domba."
— HR. Bukhari dan Muslim
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam."
— HR. Bukhari dan Muslim
"Maukah aku beritahukan kepadamu tentang keutamaan yang lebih tinggi dari puasa, shalat, dan sedekah? Yaitu mendamaikan dua orang yang berselisih."
— HR. Abu Dawud
"Sesungguhnya Allah membenci orang yang suka mengadu domba, yang suka memfitnah."
— HR. Muslim
"Jauhilah oleh kalian prasangka, karena prasangka itu adalah sedusta-dusta perkataan."
— HR. Bukhari dan Muslim
"Seorang muslim adalah saudara bagi muslim lainnya, tidak boleh menzaliminya dan tidak boleh membiarkannya (dizalimi)."
— HR. Bukhari dan Muslim
"Barangsiapa yang menutupi aib seorang muslim, maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat."
— HR. Muslim
KATA BIJAK UNTUK STATUS
"Jangan pernah menjadi perantara keburukan, karena setan senang dengan perpecahan."