Bahaya Penyimpangan Lisan

Ustadz Abu Haidar As Sundawy
23 March 2025 • 1 VIEWS • Durasi: 1:16:33 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

DENGARKAN AUDIO KAJIAN

bahaya-penyimpangan-lisan-ustadz-abu-haidar-as-sundawy.mp3

DOWNLOAD

Kajian ini membahas tentang bahaya penyimpangan lisan yang sering dianggap remeh oleh banyak orang. Ustadz Abu Haidar As-sundawy menekankan bahwa lisan adalah anggota tubuh yang paling banyak mendatangkan dosa jika tidak dijaga. Beliau mengingatkan bahwa setiap perkataan akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah, sebagaimana firman Allah dalam QS. Qaf: 18 yang menyebutkan bahwa setiap ucapan dicatat oleh malaikat. Kajian ini juga mengupas berbagai bentuk penyimpangan lisan seperti ghibah, namimah, dusta, dan perkataan sia-sia. Ustadz juga memberikan nasihat praktis agar kita senantiasa berhati-hati dalam berbicara dan lebih banyak diam jika tidak ada kebaikan. Beliau mencontohkan bahwa Rasulullah ﷺ adalah teladan dalam menjaga lisan, sebagaimana hadits yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim tentang pentingnya berkata baik atau diam. Kajian ini sangat relevan bagi kehidupan sehari-hari, terutama di era media sosial di mana lisan seringkali tidak terkontrol. Dengan memahami bahaya penyimpangan lisan, diharapkan kita bisa lebih bertakwa dan menjaga hubungan baik dengan sesama.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh hatinya, dan Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya. (Ingatlah) ketika dua malaikat mencatat amal perbuatannya, yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri. Tiada suatu ucapan pun yang diucapkannya melainkan ada di sisinya malaikat pengawas yang selalu siap (mencatat)."
— QS. Qaf: 16-18
"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya."
— QS. Al-Isra: 36
"Hai orang-orang yang beriman, jauhilah kebanyakan dari prasangka, sesungguhnya sebagian prasangka itu adalah dosa. Dan janganlah kamu mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah sebagian kamu menggunjing sebagian yang lain. Sukakah salah seorang di antara kamu memakan daging saudaranya yang sudah mati? Maka tentulah kamu merasa jijik kepadanya. Dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang."
— QS. Al-Hujurat: 12
"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam."
— HR. Bukhari dan Muslim
"Sesungguhnya seorang hamba mengucapkan suatu perkataan yang tidak dipikirkan (akibatnya) yang menyebabkan ia tergelincir ke dalam neraka sejauh antara timur dan barat."
— HR. Bukhari dan Muslim
"Tidak akan lurus iman seorang hamba sehingga lurus hatinya, dan tidak akan lurus hatinya sehingga lurus lisannya."
— HR. Ahmad
"Barang siapa yang diam, maka ia selamat."
— HR. Tirmidzi
"Kebanyakan dosa anak Adam adalah pada lisannya."
— HR. Tirmidzi
"Janganlah kalian saling membenci, saling mendengki, saling membelakangi, dan jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara. Tidak halal bagi seorang muslim untuk mendiamkan saudaranya lebih dari tiga hari."
— HR. Bukhari dan Muslim
"Sesungguhnya Allah membenci orang yang berkata kotor dan keji."
— HR. Tirmidzi

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Lisan yang tidak dijaga adalah pintu menuju neraka."

WHATSAPP

"Diam bukan berarti lemah, tapi itu adalah kekuatan iman."

WHATSAPP

"Setiap kata yang keluar dari mulutmu adalah amal yang akan dihisab."

WHATSAPP

"Jangan biarkan lisanmu menjadi senjata yang melukai saudaramu."

WHATSAPP

"Kebaikan dimulai dari lisan yang terjaga."

WHATSAPP

"Berpikirlah sebelum berbicara, karena kata-kata tidak bisa ditarik kembali."

WHATSAPP

"Ghibah adalah dosa yang pelakunya tidak merasa berdosa."

WHATSAPP

"Lisan yang jujur adalah cermin hati yang bersih."

WHATSAPP

"Jadikan setiap perkataanmu sebagai sedekah."

WHATSAPP

"Keselamatanmu tergantung pada apa yang kau ucapkan."

WHATSAPP