Bahaya Sum'ah dan Riya

Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A.
23 March 2025 • 1 VIEWS • Durasi: 55:49 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

DENGARKAN AUDIO KAJIAN

bahaya-sumah-dan-riya-ustadz-dr-firanda-andirja.mp3

DOWNLOAD

Kajian ini membahas secara mendalam tentang bahaya sum'ah (ingin didengar) dan riya (ingin dilihat) dalam beramal. Ustadz Firanda menekankan bahwa kedua penyakit hati ini termasuk syirik kecil yang dapat menghapus pahala amal. Beliau mengingatkan bahwa niat yang ikhlas karena Allah adalah syarat diterimanya amal, sebagaimana firman Allah dalam QS. Al-Bayyinah: 5. Kajian juga mengupas perbedaan antara sum'ah dan riya, serta contoh-contoh nyata dalam kehidupan sehari-hari, seperti shalat, sedekah, dan dakwah. Ustadz memberikan nasihat praktis untuk menjaga keikhlasan, seperti menyembunyikan amal, tidak mencari pujian, dan selalu muhasabah. Beliau juga mengutip hadits qudsi tentang orang yang beramal karena selain Allah akan ditolak. Kajian ditutup dengan doa agar dijauhkan dari sifat riya dan sum'ah.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorang pun dalam beribadah kepada Tuhannya."
— QS. Al-Kahfi: 110
"Allah berfirman: 'Aku adalah Dzat yang paling tidak membutuhkan sekutu. Barangsiapa beramal dengan suatu amal yang ia persekutukan di dalamnya selain Aku, maka Aku tinggalkan dia dan syirknya.'"
— Hadits Qudsi (HR. Muslim)
"Wahai orang-orang yang beriman! Janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut-nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima), seperti orang yang menginfakkan hartanya karena riya kepada manusia."
— QS. Al-Baqarah: 264
"Sesungguhnya yang paling aku khawatirkan menimpa kalian adalah syirik kecil. Para sahabat bertanya: 'Apa itu syirik kecil, wahai Rasulullah?' Beliau menjawab: 'Riya.'"
— HR. Ahmad, shahih
"Allah tidak menerima suatu amal yang di dalamnya terdapat syirik, sekecil apa pun."
— HR. Ibnu Majah

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Ikhlas itu seperti burung yang terbang, tidak meninggalkan jejak."

WHATSAPP

"Jangan biarkan pujian manusia membuat amalmu sia-sia."

WHATSAPP

"Setan tidak pernah lelah membisikkan riya ke dalam hati."

WHATSAPP

"Amal yang kecil tapi ikhlas lebih baik dari amal besar tapi riya."

WHATSAPP

"Sembunyikan kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan keburukanmu."

WHATSAPP

"Riya adalah syirik yang paling samar, seperti semut hitam di malam gelap."

WHATSAPP

"Jadilah hamba yang beramal karena Allah, bukan karena manusia."

WHATSAPP

"Muhasabah harian adalah kunci menjaga keikhlasan."

WHATSAPP

"Jangan mencari popularitas dalam dakwah, niatkan hanya karena Allah."

WHATSAPP

"Doa adalah senjata utama melawan penyakit riya dan sum'ah."

WHATSAPP