Begitu Banyak Nikmat dari Allah, Malulah untuk Bermaksiat

Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A.
23 March 2025 • 1 VIEWS • Durasi: 33:22 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

DENGARKAN AUDIO KAJIAN

begitu-banyak-nikmat-dari-allah-malulah-untuk-bermaksiat.mp3

DOWNLOAD

Kajian ini mengajak kita merenungkan betapa besar nikmat Allah yang terus mengalir kepada kita setiap saat, mulai dari nikmat iman, kesehatan, rezeki, hingga udara yang kita hirup. Ustadz Firanda menekankan bahwa rasa malu kepada Allah seharusnya menjadi benteng utama agar kita tidak berani bermaksiat. Ketika kita sadar bahwa Allah selalu melihat dan mengetahui segala perbuatan, maka hati akan tergetar untuk menjauhi dosa. Rasa malu ini bukan sekadar perasaan, tetapi harus diwujudkan dalam ketaatan dan menjauhi larangan. Kajian ini juga mengingatkan bahwa nikmat Allah tidak terhitung jumlahnya, dan setiap nikmat akan dimintai pertanggungjawaban di akhirat. Oleh karena itu, sudah sepatutnya kita menggunakan nikmat tersebut untuk hal-hal yang diridhai Allah. Jangan sampai nikmat yang diberikan justru menjadi alat untuk bermaksiat kepada-Nya. Rasa malu kepada Allah adalah tanda keimanan yang kuat dan akhlak mulia seorang hamba.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang."
— QS. An-Nahl: 18
"Sesungguhnya Allah tidak mengubah keadaan suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri."
— QS. Ar-Ra'd: 11
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"
— QS. Ar-Rahman: 13
"Barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa yang kufur, maka sesungguhnya Tuhanku Maha Kaya lagi Maha Mulia."
— QS. An-Naml: 40
"Rasa malu itu tidak mendatangkan kecuali kebaikan."
— HR. Bukhari dan Muslim
"Malu adalah bagian dari iman."
— HR. Bukhari dan Muslim
"Sesungguhnya Allah menerima taubat seorang hamba selama nyawa belum sampai di tenggorokan."
— HR. Tirmidzi
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam."
— HR. Bukhari dan Muslim
"Dua nikmat yang sering dilupakan oleh banyak manusia: kesehatan dan waktu luang."
— HR. Bukhari
"Tidaklah seorang hamba melakukan dosa lalu ia beristighfar, melainkan Allah akan mengampuninya."
— HR. Ahmad

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Rasa malu kepada Allah adalah perisai dari setiap dosa."

WHATSAPP

"Nikmat yang paling besar adalah nikmat iman dan Islam."

WHATSAPP

"Jangan biarkan nikmat Allah menjadi alat maksiat."

WHATSAPP

"Setiap detik hidup adalah nikmat yang harus disyukuri."

WHATSAPP

"Rasa malu yang hilang adalah tanda hati yang mati."

WHATSAPP

"Bersyukurlah dengan ketaatan, bukan dengan kelalaian."

WHATSAPP

"Allah selalu melihat, maka malulah untuk berbuat dosa."

WHATSAPP

"Nikmat sehat sering dilupakan hingga sakit datang."

WHATSAPP

"Taubat adalah pintu kembali kepada Allah."

WHATSAPP

"Jadilah hamba yang pemalu kepada Allah, niscaya engkau terjaga."

WHATSAPP