Bertafakur Tentang Nikmat Allah

Ustadz Abdullah Zaen M.A.
23 March 2025 • 1 VIEWS • Durasi: 23:56 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

Kajian ini membahas pentingnya bertafakur atau merenungkan nikmat-nikmat Allah yang tak terhitung jumlahnya. Ustadz Abdullah Zaen mengajak kita untuk menyadari bahwa setiap detik kehidupan kita dipenuhi dengan karunia Allah, mulai dari udara yang kita hirup hingga kesehatan yang kita miliki. Dengan bertafakur, kita akan semakin dekat kepada Allah dan meningkatkan rasa syukur kita. Beliau juga menekankan bahwa tafakur adalah ibadah hati yang sangat dianjurkan dalam Islam. Melalui tafakur, kita dapat memahami kebesaran Allah dan kelemahan diri kita sendiri. Kajian ini juga mengingatkan bahwa banyak manusia yang lalai dan tidak mau merenungkan nikmat Allah, sehingga mereka menjadi kufur nikmat. Oleh karena itu, mari kita biasakan diri untuk bertafakur setiap hari agar iman kita semakin kuat.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan pergantian malam dan siang terdapat tanda-tanda (kebesaran Allah) bagi orang-orang yang berakal, (yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), 'Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.'"
— QS. Ali Imran: 190-191
"Dan Dia telah memberikan kepadamu segala apa yang kamu mohonkan kepada-Nya. Dan jika kamu menghitung nikmat Allah, niscaya kamu tidak akan mampu menghitungnya. Sungguh, manusia itu sangat zalim dan sangat ingkar."
— QS. Ibrahim: 34
"Sesungguhnya Qarun adalah termasuk kaum Musa, tetapi ia berlaku zalim kepada mereka. Dan Kami telah menganugerahkan kepadanya perbendaharaan harta yang kunci-kuncinya sungguh berat dipikul oleh sejumlah orang yang kuat-kuat. (Ingatlah) ketika kaumnya berkata kepadanya, 'Janganlah engkau terlalu bangga; sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang terlalu membanggakan diri.'"
— QS. Al-Qasas: 76-82
"Dan sungguh, telah Kami berikan hikmah kepada Luqman, yaitu, 'Bersyukurlah kepada Allah! Dan barangsiapa bersyukur (kepada Allah), maka sesungguhnya dia bersyukur untuk dirinya sendiri; dan barangsiapa tidak bersyukur (kufur), maka sesungguhnya Allah Mahakaya lagi Maha Terpuji.'"
— QS. Luqman: 12
"Barangsiapa yang bersyukur atas nikmat, maka Allah akan menambah nikmat-Nya, dan barangsiapa yang kufur, maka sesungguhnya azab-Ku sangat pedih."
— QS. Ibrahim: 7
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri."
— QS. Ar-Ra'd: 11
"Dan apa saja nikmat yang ada pada kamu, maka dari Allah-lah (datangnya)."
— QS. An-Nahl: 53
"Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan?"
— QS. Ar-Rahman: 13
"Dan Dia menundukkan untukmu apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi semuanya, (sebagai rahmat) daripada-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang berpikir."
— QS. Al-Jatsiyah: 13
"Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal."
— QS. Ali Imran: 190

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Tafakur adalah ibadah hati yang paling utama."

WHATSAPP

"Setiap helaan napas adalah nikmat yang patut disyukuri."

WHATSAPP

"Jangan tunggu sakit baru ingat nikmat sehat."

WHATSAPP

"Kesombongan adalah awal dari kehancuran."

WHATSAPP

"Syukur bukan hanya di lisan, tapi juga di perbuatan."

WHATSAPP

"Renungkanlah, betapa sempurnanya ciptaan Allah."

WHATSAPP

"Dunia ini sementara, nikmat Allah adalah bekal akhirat."

WHATSAPP

"Tafakur membuat hati lebih dekat kepada Allah."

WHATSAPP

"Nikmat yang paling besar adalah iman dan Islam."

WHATSAPP

"Mulailah bertafakur dari hal yang paling kecil."

WHATSAPP