Dunia Itu Singkat
DENGARKAN AUDIO KAJIAN
dunia-itu-singkat-maududi.mp3
Kita senantiasa bersyukur kepada Allah tabarakawata'ala atas segala nikmat yang telah diberikan. Sesungguhnya nikmat apapun yang kita rasakan, semuanya datang dari Allah subhanahu wata'ala. Shalawat serta salam tercurah kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wa sallam, suri tauladan kita, yang telah membimbing manusia kepada jalan yang diridhai dan dicintai Allah.
Setan adalah musuh bagi kita semua muslim yang ikhlas dalam keislamannya. Allah subhanahu wata'ala berfirman, “Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia musuh.” (QS. Fatir: 6). Setan hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka.
Namun, teori seringkali berbeda dengan realita. Banyak manusia yang secara teori tahu setan itu musuh, tetapi tidak menjadikannya musuh. Godaan dan ajakan iblis justru dijadikan kebiasaan hidup. Padahal, setan hanya ingin mengeluarkan manusia dari shiratal mustaqim. Tipu daya setan sangatlah halus, dan tanpa Al-Qur'an serta bimbingan Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam, kita tidak akan mengetahui bahwa itu adalah jebakan iblis.
Salah satu tipu daya iblis yang sangat halus adalah membisikkan ke dalam hati manusia perasaan bahwa usianya di dunia ini masih panjang. Ini adalah jebakan pertama iblis. Jika kita terjebak dalam perangkap ini, iblis akan dengan mudah menyeret kita ke perangkap-perangkap lainnya. Banyak manusia, terutama generasi muda, merasa hidupnya masih lama dan akan terus mengejar cita-cita duniawi tanpa mempersiapkan diri untuk akhirat.
Padahal, dalam Al-Qur'an dan hadits Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam, Allah menyatakan bahwa usia kita di permukaan bumi ini sangat singkat. Tidak ada satu ayat pun yang membenarkan perasaan bahwa usia kita masih panjang; perasaan itu datangnya dari musuh kita, setan. Al-Qur'an dan Sunnah justru mengingatkan kita bahwa hari kiamat sudah sangat dekat, bahkan Allah berfirman, “Sungguh telah dekat datangnya hari kiamat, bahkan bulan pun telah terbelah.” (QS. Al-Qamar: 1).
Allah subhanahu wata'ala menegaskan, “Sesungguhnya mereka memandang kiamat itu masih jauh, tetapi Kami memandangnya sudah dekat.” (QS. Al-Ma'arij: 6-7). Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Aku diutus dan hari kiamat bagaikan dua jari ini,” seraya menunjukkan kedua jarinya.
Maka, campakkanlah dari hati perasaan yang tidak sesuai dengan Al-Qur'an dan Sunnah. Ketahuilah bahwa di situ ada tipu daya iblis. Orang yang merasa usianya masih panjang akan lalai dengan dunianya, tidak bersiap untuk akhiratnya, dan terus mengejar cita-cita dunia. Berbeda dengan orang yang merasakan kiamat sudah dekat, ia akan melakukan persiapan untuk akhiratnya, sehingga selamat di hadapan Allah.
Kematian itu jauh lebih dekat daripada hari kiamat itu sendiri. Kematian mengintai kita setiap hari, dan ketika ia datang, tidak ada cara untuk lari. Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda, “Aku dan dunia ini bagaikan seorang lelaki yang sedang melakukan perjalanan, lalu dia istirahat di bawah sebatang pohon, kemudian dia akan tinggalkan pohon itu dan akan melanjutkan perjalanannya.” Kita semua adalah musafir di permukaan bumi ini, kampung kita bukanlah dunia, melainkan akhirat.
Ketika manusia nanti bertemu dengan hari akhirat, mereka akan mereview usianya di dunia seolah-olah mereka tidak pernah tinggal di dunia kecuali hanya bagaikan waktu sore atau waktu dhuha saja. Saat itulah manusia mengingat seluruh yang dilakukan dalam kehidupannya. Namun, penyesalan di saat itu tidak ada gunanya. Allah berfirman, “Duhai, sekiranya aku telah berbuat kebaikan untuk hidupku yang sekarang ini.” (QS. Al-Fajr: 24). Maka, hiduplah untuk akhirat, lakukanlah persiapan untuk akhirat, karena tidak ada yang menjamin kita akan mencapai usia tua atau pensiun.
POINTERS & CONCLUSIONS
- Bersyukur atas nikmat Allah karena semua datang dari-Nya.
- Setan adalah musuh, jadikan ia musuh dan waspadai tipu dayanya.
- Tipu daya setan yang halus adalah membisikkan bahwa usia di dunia masih panjang.
- Al-Qur'an dan Sunnah menyatakan bahwa hari kiamat sudah dekat, bukan masih lama.
- Kematian jauh lebih dekat daripada hari kiamat.
- Dunia ini hanyalah tempat persinggahan sementara, seperti musafir yang berteduh.
- Ketika di akhirat, manusia akan merasa hidup di dunia hanya sesaat.
- Persiapan untuk akhirat harus dilakukan selama hidup, sebelum penyesalan datang terlambat.
DALIL & REFERENCES
KATA BIJAK UNTUK STATUS
"Wamaa bikum min ni'matin faminallah. (Nikmat apapun yang ada pada kalian, maka semua itulah nikmat yang datangnya dari Allah subhanahu wata'ala.)"
"Innash-syaitana lakum 'aduwwun fattakhiduhu 'aduwwan. Innamā yad'ū hizbahū liyakūnū min ashabis-sa'īr. (Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka jadikanlah ia musuh. Ia hanya mengajak golongannya agar mereka menjadi penghuni neraka.)"
"Iqtarabatis-sa'atu wansyaqqal-qamar. (Sungguh telah dekat datangnya hari kiamat, bahkan bulan pun telah terbelah.)"
"Innahum yaraunahu ba'īdan wa narāhu qarībā. (Sesungguhnya mereka memandang kiamat itu masih jauh, tetapi Kami memandangnya sudah dekat.)"
"Aku dan dunia ini bagaikan seorang lelaki yang sedang melakukan perjalanan, lalu dia istirahat di bawah sebatang pohon, kemudian dia akan tinggalkan pohon itu dan akan melanjutkan perjalanannya."
"Ya laitani qaddamtu li-hayati. (Duhai, sekiranya aku telah berbuat kebaikan untuk hidupku yang sekarang ini.)"