Asal Mula dan Hukumnya - Ust. Sofyan Chalid Bin Idham Ruray

Ustadz Sofyan Chalid Bin Idham Ruray Lc.
23 March 2025 • 1 VIEWS • Durasi: 20:01 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

DENGARKAN AUDIO KAJIAN

dzikir-berjamaah-asal-mula-dan-hukumnya-ust-sofyan-chalid-bin-idham-ruray.mp3

DOWNLOAD

Kajian ini membahas tentang dzikir berjamaah, mulai dari asal mula praktiknya hingga hukumnya dalam Islam. Ustadz Sofyan Chalid menjelaskan bahwa dzikir berjamaah bukanlah sesuatu yang baru, melainkan sudah ada sejak zaman Nabi Muhammad SAW. Namun, perlu dipahami bahwa ada perbedaan antara dzikir berjamaah yang dilakukan secara spontan dan yang dijadikan rutinitas tetap. Beliau menekankan pentingnya niat dan cara yang sesuai dengan sunnah agar ibadah diterima. Kajian ini juga mengupas dalil-dalil yang mendukung dan yang melarang, serta memberikan pemahaman yang seimbang agar umat tidak terjebak dalam ekstremisme. Intinya, dzikir berjamaah boleh dilakukan asalkan tidak dianggap sebagai kewajiban dan tidak mengganggu kekhusyukan ibadah lain.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Hai orang-orang yang beriman, berdzikirlah dengan menyebut nama Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya."
— QS. Al-Ahzab: 41-42
"Ingatlah, hanya dengan mengingat Allah hati menjadi tenteram."
— QS. Ar-Ra'd: 28
"Barangsiapa yang duduk di suatu majelis untuk berdzikir, maka Allah akan menyebut-nyebutnya di hadapan para malaikat."
— HR. Muslim
"Sebaik-baik dzikir adalah yang pelan-pelan."
— HR. Bukhari
"Janganlah kalian menjadikan rumah-rumah kalian seperti kuburan, sesungguhnya setan lari dari rumah yang dibacakan surat Al-Baqarah."
— HR. Muslim
"Perumpamaan orang yang berdzikir kepada Tuhannya dan yang tidak, seperti orang hidup dan orang mati."
— HR. Bukhari
"Allah berfirman: Aku bersama hamba-Ku selama ia mengingat-Ku dan bibirnya bergerak karena Aku."
— HR. Ibnu Majah
"Tidaklah suatu kaum berkumpul untuk berdzikir kepada Allah, melainkan mereka akan dikelilingi malaikat, diliputi rahmat, dan diturunkan ketenangan."
— HR. Muslim
"Dzikir yang paling utama adalah Laa ilaaha illallah."
— HR. Tirmidzi
"Bertasbihlah kepada Allah di setiap waktu, baik di waktu pagi maupun petang."
— QS. Al-Ahzab: 42

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Dzikir adalah makanan hati, jangan biarkan hati kita kelaparan."

WHATSAPP

"Ikhlas dalam berdzikir lebih utama daripada ramai-ramai tanpa makna."

WHATSAPP

"Jangan jadikan dzikir sebagai tradisi, tapi jadikan sebagai kebutuhan."

WHATSAPP

"Ketenangan hati hanya didapat dengan mengingat Allah."

WHATSAPP

"Perbedaan pendapat jangan membuat kita saling membenci."

WHATSAPP

"Dzikir yang pelan lebih dekat kepada keikhlasan."

WHATSAPP

"Jangan sampai dzikir berjamaah melalaikan kewajiban pribadi."

WHATSAPP

"Setiap langkah menuju majelis dzikir adalah langkah menuju surga."

WHATSAPP

"Yang penting bukan ramainya suara, tapi hadirnya hati."

WHATSAPP

"Belajar dari sejarah agar ibadah kita tidak menyimpang."

WHATSAPP