Setiap Jiwa Akan Mati, Bagaimana Sikap Kita? Ustadz Ammi Nur Baits

Ustadz Ammi Nur Baits S.T. B.A.
23 March 2025 • 1 VIEWS • Durasi: 43:01 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP TELEGRAM

Kajian ini membahas tentang kematian sebagai kepastian yang tidak bisa dihindari oleh setiap jiwa. Ustadz Ammi Nur Baits mengajak kita untuk merenungkan makna kematian dan bagaimana seharusnya kita menyikapinya dalam kehidupan sehari-hari. Beliau menekankan bahwa kematian bukanlah akhir, melainkan pintu menuju kehidupan abadi di akhirat. Oleh karena itu, persiapan terbaik adalah dengan meningkatkan ketakwaan dan amal saleh. Kajian ini juga mengingatkan bahwa kematian bisa datang kapan saja, sehingga kita harus selalu dalam keadaan siap. Dengan memahami hakikat kematian, kita akan lebih bijak dalam menjalani hidup dan tidak terlalu terikat pada dunia. Semoga kajian ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu memperbaiki diri.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka sungguh ia telah beruntung. Kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdaya."
— QS. Ali Imran: 185
"Di mana pun kamu berada, kematian akan mendapatkan kamu, kendatipun kamu di dalam benteng yang tinggi lagi kokoh."
— QS. An-Nisa: 78
"Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal."
— QS. Luqman: 34
"Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun."
— QS. Al-Mulk: 2
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat); dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan."
— QS. Al-Hasyr: 18
"Perbanyaklah mengingat pemutus kelezatan (yaitu kematian)."
— HR. Tirmidzi (hasan)
"Barangsiapa yang ingin dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam surga, maka hendaklah ia menjemput kematian dalam keadaan beriman kepada Allah dan hari akhir, dan hendaklah ia berbuat kepada manusia sebagaimana ia ingin diperlakukan."
— HR. Muslim
"Sebaik-baik manusia adalah yang panjang umurnya dan baik amalnya, dan seburuk-buruk manusia adalah yang panjang umurnya dan buruk amalnya."
— HR. Tirmidzi (hasan)
"Janganlah kalian mencaci maki orang yang telah mati, karena mereka telah sampai kepada apa yang mereka kerjakan."
— HR. Bukhari
"Apabila seorang muslim menjenguk saudaranya yang muslim yang sedang sakit, maka ia senantiasa berada dalam khurfatul jannah (taman surga) sampai ia kembali."
— HR. Muslim

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Kematian adalah nasihat yang paling jujur bagi yang mau mendengar."

WHATSAPP

"Jangan tunggu tua untuk bertaubat, karena kematian tak kenal usia."

WHATSAPP

"Setiap detik yang terlewat tanpa amal adalah kerugian yang nyata."

WHATSAPP

"Kematian orang lain adalah cermin bagi diri sendiri."

WHATSAPP

"Dunia ini hanya persinggahan, jangan terlalu betah."

WHATSAPP

"Persiapan terbaik untuk mati adalah hidup dalam ketaatan."

WHATSAPP

"Husnul khatimah tidak datang tiba-tiba, ia buah dari istiqamah."

WHATSAPP

"Mengingat kematian membuat hati tidak keras dan mudah memaafkan."

WHATSAPP

"Jadilah orang yang siap mati, bukan yang lalai dan terlena."

WHATSAPP

"Kematian adalah rahmat bagi orang beriman, karena ia bertemu Rabbnya."

WHATSAPP