Fiqih Bulan Dzulhijjah ○
DENGARKAN AUDIO KAJIAN
fiqih-bulan-dzulhijjah-ammi-nur-baits.mp3
Kajian ini membahas keutamaan dan amalan-amalan yang dianjurkan pada bulan Dzulhijjah, khususnya sepuluh hari pertama yang memiliki keistimewaan besar di sisi Allah. Ustadz Ammi Nur Baits menjelaskan bahwa bulan ini merupakan momentum untuk meningkatkan ketakwaan dan mendekatkan diri kepada Allah melalui berbagai ibadah, seperti puasa, takbir, dan kurban. Beliau juga menekankan pentingnya memahami fiqih ibadah agar amalan yang dilakukan sesuai dengan tuntunan syariat. Kajian ini memberikan panduan praktis bagi umat Islam untuk mengisi hari-hari mulia tersebut dengan amalan yang bernilai pahala berlipat.
POINTERS & CONCLUSIONS
- Keutamaan sepuluh hari pertama Dzulhijjah
- Puasa Arafah dan Tarwiyah
- Takbir mutlak dan muqayyad
- Ibadah kurban dan hikmahnya
- Larangan memotong rambut dan kuku bagi yang berkurban
- Amalan hari raya Idul Adha
- Hari tasyrik dan larangan puasa
- Motivasi memanfaatkan bulan Dzulhijjah
DALIL & REFERENCES
KATA BIJAK UNTUK STATUS
"Jangan biarkan sepuluh hari pertama Dzulhijjah berlalu tanpa amalan."
"Puasa Arafah adalah investasi pahala yang besar."
"Perbanyak takbir, karena itu syiar keimanan."
"Kurban bukan sekadar ritual, tapi wujud ketaatan."
"Jagalah rambut dan kuku jika ingin berkurban."
"Hari raya adalah momentum untuk bersyukur."
"Hari tasyrik adalah hari untuk makan dan dzikir."
"Setiap amalan kecil di hari mulia bernilai besar."
"Jadilah hamba yang memanfaatkan waktu dengan ibadah."
"Keberkahan datang dari ketaatan di hari-hari istimewa."