Fiqih Hari Tasyrik‼️ ○
DENGARKAN AUDIO KAJIAN
fiqih-hari-tasyrik.mp3
Kajian ini membahas fiqih seputar hari tasyrik, yaitu tiga hari setelah Idul Adha (11, 12, 13 Dzulhijjah). Ustadz Ammi Nur Baits menjelaskan bahwa hari tasyrik adalah hari yang penuh berkah, di mana umat Islam dilarang berpuasa dan dianjurkan untuk memperbanyak takbir, dzikir, serta makan dan minum. Beliau menekankan bahwa larangan puasa pada hari tasyrik bersifat mutlak, baik puasa sunnah maupun qadha, berdasarkan hadits shahih. Selain itu, hari tasyrik juga menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan bersyukur atas nikmat Allah. Kajian ini juga mengupas tentang amalan-amalan yang dianjurkan, seperti menyembelih hewan kurban dan membagikan dagingnya. Ustadz Ammi mengingatkan agar tidak menyia-nyiakan hari-hari mulia ini dengan maksiat, melainkan diisi dengan ketaatan dan kebahagiaan yang diridhai Allah.
POINTERS & CONCLUSIONS
- Hari tasyrik adalah 11, 12, 13 Dzulhijjah.
- Dilarang puasa pada hari tasyrik.
- Perbanyak takbir dan dzikir.
- Sembelih kurban dan bagikan dagingnya.
- Jaga diri dari maksiat.
- Silaturahmi dan saling mengunjungi.
- Bersyukur atas nikmat Allah.
- Introspeksi dan tingkatkan ketaqwaan.
- Kebahagiaan harus sesuai syariat.
- Hari tasyrik adalah hari raya umat Islam.
DALIL & REFERENCES
KATA BIJAK UNTUK STATUS
"Hari tasyrik adalah hari untuk bersyukur, bukan berpuasa."
"Nikmati rezeki Allah dengan penuh syukur."
"Perbanyak takbir, karena Allah Maha Besar."
"Jangan sia-siakan hari mulia dengan maksiat."
"Kebahagiaan yang diridhai adalah yang sesuai syariat."
"Silaturahmi adalah amalan yang ringan namun berat pahalanya."
"Dosa di hari mulia bisa berlipat, hati-hatilah."
"Kurban mengajarkan kita untuk berbagi dan ikhlas."
"Introspeksi diri adalah kunci perbaikan iman."
"Jadikan hari tasyrik sebagai momentum taqarrub kepada Allah."