Fiqih Hari Tasyrik Ustadz Ammi Nur Baits ○
DENGARKAN AUDIO KAJIAN
fiqih-hari-tasyrik-ustadz-ammi-nur-baits.mp3
Kajian ini membahas fiqih seputar hari tasyrik, yaitu tiga hari setelah Idul Adha (11, 12, 13 Dzulhijjah). Ustadz Ammi Nur Baits menjelaskan bahwa hari tasyrik adalah hari yang penuh berkah, di mana umat Islam dilarang berpuasa dan dianjurkan memperbanyak takbir, dzikir, serta makan-minum sebagai bentuk syukur. Beliau juga mengupas hukum menyembelih kurban, larangan memotong kuku dan rambut bagi yang berkurban, serta keutamaan hari-hari tersebut. Kajian ini menekankan pentingnya memanfaatkan hari tasyrik untuk mendekatkan diri kepada Allah dengan amalan-amalan sunnah.
POINTERS & CONCLUSIONS
- Hari tasyrik adalah 11, 12, 13 Dzulhijjah.
- Dilarang berpuasa pada hari tasyrik.
- Perbanyak takbir, dzikir, dan doa.
- Kurban masih boleh disembelih pada hari tasyrik.
- Bagi yang berkurban, jangan potong kuku dan rambut.
- Hari tasyrik adalah hari raya dan syukur.
- Doa mustajab pada hari ke-13.
- Hindari maksiat dan perbanyak istighfar.
- Makan dan minum yang halal sebagai ibadah.
- Manfaatkan hari tasyrik untuk mendekatkan diri kepada Allah.
DALIL & REFERENCES
KATA BIJAK UNTUK STATUS
"Hari tasyrik adalah hari untuk bersyukur atas nikmat Allah."
"Jangan sia-siakan hari tasyrik dengan maksiat."
"Perbanyak takbir, karena itu tanda syukur kita."
"Makan dan minumlah, karena itu bagian dari ibadah."
"Kurban adalah simbol ketaatan dan pengorbanan."
"Jangan potong kuku dan rambut jika ingin berkurban."
"Hari tasyrik adalah hari raya, maka bergembiralah dengan syariat."
"Doa di hari tasyrik sangat mustajab, perbanyaklah."
"Istighfar membuka pintu ampunan di hari tasyrik."
"Jadikan hari tasyrik sebagai momentum introspeksi diri."