Gandol Sarung Mbah Yai?

Ustadz Abdullah Zaen M.A.
23 March 2025 • 1 VIEWS • Durasi: 59:32 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

DENGARKAN AUDIO KAJIAN

gandol-sarung-mbah-yai-ustadz-abdullah-zaen.mp3

DOWNLOAD

Kajian ini membahas fenomena 'gandol sarung' atau menggandol sarung kyai sebagai bentuk penghormatan dan tabarruk (mencari berkah). Ustadz Abdullah Zaen menjelaskan bahwa praktik ini sering dilakukan oleh santri atau jamaah kepada kyai sepuh, namun perlu diluruskan niat dan tata caranya agar tidak keluar dari syariat. Beliau menekankan bahwa berkah hanya datang dari Allah, dan sarung hanyalah benda biasa. Namun, jika dilakukan dengan niat menghormati orang shalih dan mengikuti sunnah, maka diperbolehkan selama tidak berlebihan. Kajian ini juga mengingatkan agar tidak mengkultuskan kyai secara berlebihan, karena kyai tetaplah manusia biasa yang bisa salah. Dalil-dalil tentang tawasul dan tabarruk dibahas untuk memberikan pemahaman yang benar. Intinya, cinta dan hormat kepada ulama harus dalam koridor syariat, bukan dengan perbuatan yang mendekati syirik.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Dan hanya milik Allah-lah apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi, dan kepada Allah-lah segala urusan dikembalikan."
— QS. Ali Imran: 109
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki."
— QS. An-Nisa: 48
"Barangsiapa yang mengerjakan amal shalih, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka Kami akan berikan kepadanya kehidupan yang baik."
— QS. An-Nahl: 97
"Dan janganlah kamu memaki sembahan-sembahan yang mereka sembah selain Allah, karena mereka nanti akan memaki Allah dengan melampaui batas tanpa pengetahuan."
— QS. Al-An'am: 108
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu meninggikan suaramu melebihi suara Nabi, dan janganlah kamu berkata kepadanya dengan suara keras sebagaimana kerasnya suara sebagian kamu terhadap sebagian yang lain, supaya tidak hapus amalanmu sedangkan kamu tidak menyadari."
— QS. Al-Hujurat: 2
"Sesungguhnya telah ada pada (diri) Rasulullah itu suri teladan yang baik bagimu."
— QS. Al-Ahzab: 21
"Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya ia telah mendapat kemenangan yang besar."
— QS. Al-Ahzab: 71
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan carilah jalan yang mendekatkan diri kepada-Nya."
— QS. Al-Maidah: 35
"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya."
— QS. Al-Isra: 36
"Sesungguhnya orang yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah ialah orang yang paling bertakwa di antara kamu."
— QS. Al-Hujurat: 13

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Berkah itu dari Allah, bukan dari sarung kyai."

WHATSAPP

"Jangan sampai cinta pada ulama membuat kita lupa pada Allah."

WHATSAPP

"Niat yang benar adalah kunci diterimanya amal."

WHATSAPP

"Hormati ulama, tapi jangan kultus."

WHATSAPP

"Ilmu lebih berharga dari sekadar memegang sarung."

WHATSAPP

"Amalkan ilmu yang diajarkan kyai, jangan hanya menggandol sarungnya."

WHATSAPP

"Kyai juga manusia biasa, bisa salah dan lupa."

WHATSAPP

"Jangan jadikan benda sebagai perantara berkah."

WHATSAPP

"Cinta kepada ulama harus dalam koridor syariat."

WHATSAPP

"Yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa."

WHATSAPP