Bagaimana Ahlus Sunnah Menyikapi Kondisi Hari Ini

Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi M.A.
23 March 2025 • 1 VIEWS • Durasi: 1:40:03 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

Kajian ini membahas bagaimana Ahlus Sunnah wal Jama'ah merespons berbagai tantangan kontemporer, mulai dari fitnah akhir zaman, perpecahan umat, hingga cara menjaga akidah di tengah arus informasi yang deras. Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi menekankan pentingnya kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah dengan pemahaman salafus shalih sebagai benteng utama. Beliau juga mengingatkan bahwa setiap muslim harus memiliki sikap waspada terhadap syubhat dan syahwat yang merusak, serta senantiasa berpegang teguh pada jama'ah dan imam yang benar. Kajian ini sarat dengan nasihat praktis untuk menghadapi realitas kekinian tanpa meninggalkan prinsip-prinsip Islam yang murni.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai."
— QS. Ali Imran: 103
"Wahai orang-orang yang beriman! Jika seorang fasik datang kepadamu membawa suatu berita, maka telitilah kebenarannya."
— QS. Al-Hujurat: 6
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri."
— QS. Ar-Ra'd: 11
"Barangsiapa yang menolong agama Allah, niscaya Allah akan menolongnya."
— QS. Muhammad: 7
"Aku tinggalkan pada kalian dua perkara, kalian tidak akan sesat selama berpegang teguh kepada keduanya: Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya."
— Hadits riwayat Malik
"Umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, semuanya masuk neraka kecuali satu, yaitu yang mengikuti apa yang aku dan para sahabatku berada di atasnya."
— Hadits riwayat Tirmidzi
"Wajib atas kalian untuk berpegang teguh dengan jamaah, karena sesungguhnya tangan Allah bersama jamaah."
— Hadits riwayat Tirmidzi
"Akan datang fitnah-fitnah yang seperti potongan malam yang gelap gulita. Seseorang yang pada pagi hari beriman, sore hari menjadi kafir."
— Hadits riwayat Muslim
"Barangsiapa di antara kalian yang melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya; jika tidak mampu, maka dengan lisannya; dan jika tidak mampu, maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemah iman."
— Hadits riwayat Muslim
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya."
— Hadits riwayat Thabrani

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Jangan mudah terprovokasi oleh berita yang belum jelas kebenarannya."

WHATSAPP

"Ilmu adalah benteng yang melindungi kita dari kesesatan."

WHATSAPP

"Perbedaan pendapat jangan sampai merusak ukhuwah."

WHATSAPP

"Fitnah akan datang bertubi-tubi, maka perbanyaklah doa."

WHATSAPP

"Duduklah bersama orang shalih, karena mereka adalah penjaga iman."

WHATSAPP

"Ketaatan kepada pemimpin dalam kebaikan adalah bagian dari manhaj."

WHATSAPP

"Jangan sebarkan berita sebelum engkau tabayyun."

WHATSAPP

"Kemenangan Islam membutuhkan pengorbanan, bukan hanya angan-angan."

WHATSAPP

"Mulailah dakwah dari dirimu sendiri, lalu keluargamu."

WHATSAPP

"Persatuan umat adalah nikmat yang harus kita jaga."

WHATSAPP