17. Imam Syafi'i Anti Syi'ah

Ustadz Sofyan Chalid Bin Idham Ruray Lc.
23 March 2025 • 1 VIEWS • Durasi: 1:05:03 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

DENGARKAN AUDIO KAJIAN

imam-syafii-anti-syiah.mp3

DOWNLOAD

Kajian ini membahas sikap tegas Imam Syafi'i terhadap ajaran Syi'ah, khususnya dalam konteks akidah dan manhaj. Ustadz Sofyan Chalid menjelaskan bahwa Imam Syafi'i dikenal sebagai salah satu ulama besar Ahlus Sunnah yang sangat keras dalam membantah keyakinan Syi'ah, terutama yang menyangkut kedudukan sahabat dan imamah. Beliau menekankan bahwa sikap anti-Syi'ah ini bukan sekadar fanatisme madzhab, melainkan berdasarkan dalil dan pemahaman yang mendalam terhadap Al-Qur'an dan Sunnah. Kajian ini juga mengupas sejarah pertemuan Imam Syafi'i dengan tokoh Syi'ah serta kritik beliau terhadap konsep imamah dan taqiyah. Selain itu, disinggung pula bagaimana pengaruh pemikiran Syi'ah pada masa itu dan bagaimana Imam Syafi'i memberikan teladan dalam membela kemurnian akidah Islam. Ustadz Sofyan juga mengingatkan pentingnya menjaga ukhuwah di atas manhaj yang benar tanpa mengorbankan prinsip. Kajian ini relevan untuk memahami akar perbedaan antara Ahlus Sunnah dan Syi'ah dari perspektif sejarah dan akidah.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: 'Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman.' (QS. Al-Hasyr: 10)"
— QS. Al-Hasyr: 10
"Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma'ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. (QS. Ali Imran: 110)"
— QS. Ali Imran: 110
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar. (QS. At-Taubah: 119)"
— QS. At-Taubah: 119
"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya. (QS. Al-Isra': 36)"
— QS. Al-Isra': 36
"Sesungguhnya orang-orang yang memecah belah agama mereka dan mereka menjadi beberapa golongan, tidak ada sedikitpun tanggung jawabmu terhadap mereka. (QS. Al-An'am: 159)"
— QS. Al-An'am: 159
"Barangsiapa yang mentaati Rasul, sesungguhnya ia telah mentaati Allah. (QS. An-Nisa': 80)"
— QS. An-Nisa': 80
"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai. (QS. Ali Imran: 103)"
— QS. Ali Imran: 103
"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil. (QS. An-Nisa': 58)"
— QS. An-Nisa': 58
"Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau ibu bapak dan kaum kerabatmu. (QS. An-Nisa': 135)"
— QS. An-Nisa': 135
"Dan katakanlah: 'Kebenaran itu datang dari Tuhanmu; barangsiapa yang hendak (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang hendak (kafir) biarlah ia kafir.' (QS. Al-Kahfi: 29)"
— QS. Al-Kahfi: 29

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Jangan biarkan toleransi mengorbankan prinsip akidah yang benar."

WHATSAPP

"Cinta kepada ahlul bait jangan sampai membuat kita membenci sahabat."

WHATSAPP

"Kejujuran dalam beragama lebih mulia daripada taqiyah yang penuh kepalsuan."

WHATSAPP

"Kepemimpinan dalam Islam adalah amanah, bukan warisan turun-temurun."

WHATSAPP

"Ilmu yang benar adalah benteng terkuat melawan ajaran sesat."

WHATSAPP

"Jangan mudah percaya pada klaim tanpa dalil yang jelas."

WHATSAPP

"Sahabat adalah generasi terbaik, jangan biarkan kehormatan mereka dinodai."

WHATSAPP

"Akidah yang kokoh lahir dari keyakinan, bukan spekulasi."

WHATSAPP

"Berani berbeda dalam kebenaran lebih baik daripada diam dalam kesesatan."

WHATSAPP

"Sejarah mengajarkan kita untuk tidak mengulangi kesalahan yang sama."

WHATSAPP