Jangan Termakan Dongeng! Banyak Dongeng

Ustadz Abdullah Zaen M.A.
23 March 2025 • 1 VIEWS • Durasi: 44:34 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

Kajian ini membahas bahaya dongeng yang menyesatkan, terutama yang bertentangan dengan akidah Islam. Ustadz Abdullah Zaen mengingatkan bahwa banyak cerita fiktif yang disebarkan tanpa dasar, bahkan seringkali mengandung unsur syirik, bid'ah, atau khurafat. Beliau menekankan pentingnya umat Islam untuk kritis dan selektif dalam menerima informasi, terutama yang berkaitan dengan agama. Kajian ini juga mengupas dalil-dalil yang melarang berdusta dan menyebarkan berita bohong, serta memberikan panduan praktis untuk memfilter cerita-cerita yang tidak jelas sumbernya.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Dan janganlah kamu mengikuti sesuatu yang tidak kamu ketahui. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya akan dimintai pertanggungjawaban."
— QS. Al-Isra' (17): 36
"Barangsiapa berdusta atas namaku dengan sengaja, maka hendaklah ia menyiapkan tempat duduknya di neraka."
— HR. Bukhari dan Muslim
"Wahai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu seorang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya."
— QS. Al-Hujurat (49): 6
"Sampaikanlah dariku walau hanya satu ayat."
— HR. Bukhari
"Ilmu itu sebelum berkata dan beramal."
— HR. Bukhari (secara makna)

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Jangan biarkan dongeng merusak akidahmu."

WHATSAPP

"Kritis itu ibadah, bukan sekadar sikap."

WHATSAPP

"Setiap cerita harus diuji dengan Al-Qur'an dan Sunnah."

WHATSAPP

"Ilmu adalah pelindung dari tipu daya setan."

WHATSAPP

"Jangan mudah terhibur oleh cerita yang menyesatkan."

WHATSAPP

"Tabayyun adalah kunci keselamatan informasi."

WHATSAPP

"Akidah yang bersih adalah modal utama kehidupan."

WHATSAPP

"Dongeng bisa menjadi fitnah jika tidak disikapi dengan benar."

WHATSAPP

"Pilih sumber ilmu yang terpercaya, jangan asal dengar."

WHATSAPP

"Kebenaran harus disebarkan, kebatilan harus dihentikan."

WHATSAPP