Qila Wa Qala, Kebiasaan Berbicara Tanpa Manfaat ○

Ustadz Abdullah Zaen M.A.
16.Mar.2018 • 1 VIEWS • Durasi: 36:39 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP TELEGRAM

Kajian rutin malam Sabtu di Masjid Jenderal Sudirman Purwokerto pada 29 Jumadil Akhir 1439 H / 16 Maret 2018. Ustadz Abdullah Zaen melanjutkan pembahasan hadis ke-19 dalam kitab Bulughul Maram karya Imam Ibnu Hajar al-Asqalani, dari sahabat Al-Mughirah bin Syu'bah radhiyallahu 'anhu. Hadis ini menyebutkan tiga hal yang diharamkan Allah dan tiga hal yang dibenci-Nya. Pada pertemuan sebelumnya telah dibahas tiga yang diharamkan: durhaka kepada ibu, mengubur anak perempuan hidup-hidup, dan malas memberi serta suka meminta. Malam ini fokus pada yang pertama dari tiga yang dibenci: qila wa qala (katanya dan katanya), yaitu berbicara tanpa manfaat, terutama membicarakan orang lain. Ustadz menjelaskan bahaya lisan, pentingnya menjaga ucapan, dan adab berbicara sesuai tuntunan Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Sesungguhnya Allah mengharamkan atas kalian tiga hal: durhaka kepada ibu, mengubur anak perempuan hidup-hidup, dan malas memberi serta suka meminta. Dan Allah membenci tiga hal: qila wa qala (banyak bicara tanpa manfaat), katsratas su'al (banyak bertanya yang tidak perlu), dan idha'atul mal (menyia-nyiakan harta)."
— HR. Bukhari dan Muslim dari Al-Mughirah bin Syu'bah
"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah dia berkata baik atau diam."
— HR. Bukhari dan Muslim
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wa sallam jika berbicara, kata-katanya dapat dihitung."
— HR. Bukhari dan Muslim dari Aisyah radhiyallahu 'anha
"Manusia yang paling aku benci dan paling jauh dariku pada hari kiamat adalah ats-tsartsarun (orang yang banyak bicara) dan mutasyaddiqun (orang yang berlebihan dalam bicara)."
— HR. Tirmidzi, dinyatakan sahih oleh sebagian ulama
"Barang siapa yang menjamin untukku apa yang ada di antara dua rahangnya (mulut) dan apa yang ada di antara dua kakinya (kemaluan), maka aku jamin surga baginya."
— HR. Bukhari

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Orang beriman adalah yang berpikir dulu sebelum berbicara, bukan berbicara dulu baru berpikir."

WHATSAPP

"Jangan bangga karena pintar berbicara, karena banyak bicara tanpa manfaat justru menjauhkan dari Nabi di hari kiamat."

WHATSAPP

"Lisan yang tidak dijaga bisa menjadi penyebab utama masuk neraka."

WHATSAPP

"Dua telinga dan satu mulut adalah isyarat agar kita lebih banyak mendengar daripada berbicara."

WHATSAPP

"Jika ucapanmu tidak bermanfaat, diam adalah pilihan terbaik."

WHATSAPP

"Membicarakan kekurangan orang lain hanya menunjukkan bahwa kita tidak sibuk memperbaiki diri sendiri."

WHATSAPP

"Obrolan yang tidak berguna sering menyerempet dosa, maka berhati-hatilah."

WHATSAPP

"Barang siapa menjaga lisannya, ia telah menjaga kehormatannya."

WHATSAPP

"Jangan merasa istimewa karena mendominasi pembicaraan, karena keistimewaan ada pada orang yang menjaga lisan."

WHATSAPP

"Ucapan yang baik adalah yang membawa manfaat, bukan yang menyakiti hati."

WHATSAPP

"Diam bukan berarti lemah, tetapi bisa jadi tanda kedewasaan dan keimanan."

WHATSAPP

"Setiap kata yang keluar dari mulut kita akan dipertanggungjawabkan di hadapan Allah."

WHATSAPP

"Biasakan berpikir sebelum berbicara, agar tidak menyesal di kemudian hari."

WHATSAPP

"Menjaga lisan lebih berat daripada menjaga harta, karena lisan bisa menghancurkan segalanya."

WHATSAPP

"Semoga Allah memberi kita kekuatan untuk menjaga lisan dan hanya berbicara yang baik."

WHATSAPP