Kesesatan Syi'ah

Ustadz Maududi Abdullah Lc.
23 March 2025 • 1 VIEWS • Durasi: 1:44:50 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

DENGARKAN AUDIO KAJIAN

kesesatan-syiah-ustadz-maududi-abdullah.mp3

DOWNLOAD

Kajian ini membahas secara mendalam tentang kesesatan ajaran Syi'ah dari perspektif Ahlus Sunnah wal Jama'ah. Ustadz Maududi Abdullah menjelaskan berbagai penyimpangan akidah, sejarah, dan praktik ibadah yang bertentangan dengan Al-Qur'an dan Sunnah. Beliau menekankan pentingnya memahami perbedaan mendasar antara Sunni dan Syi'ah agar umat Islam tidak terjerumus ke dalam kesesatan. Kajian ini juga mengupas tentang sikap Syi'ah terhadap para sahabat Nabi, konsep imamah, dan keyakinan mereka tentang Al-Qur'an. Dengan dalil-dalil yang kuat, pemateri mengajak hadirin untuk kembali kepada pemahaman Islam yang murni berdasarkan Al-Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman salafus shalih.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai-berai."
— QS. Ali Imran: 103
"Muhammad itu sekali-kali bukanlah bapak dari seorang laki-laki di antara kamu, tetapi dia adalah Rasulullah dan penutup para nabi."
— QS. Al-Ahzab: 40
"Sesungguhnya Kami-lah yang menurunkan Al-Qur'an, dan sesungguhnya Kami benar-benar memeliharanya."
— QS. Al-Hijr: 9
"Dan orang-orang yang datang sesudah mereka (Muhajirin dan Anshar), mereka berdoa: 'Ya Tuhan kami, ampunilah kami dan saudara-saudara kami yang telah beriman lebih dahulu dari kami, dan janganlah Engkau tanamkan kedengkian dalam hati kami terhadap orang-orang yang beriman.'"
— QS. Al-Hasyr: 10
"Dan bahwa (yang Kami perintahkan) ini adalah jalan-Ku yang lurus, maka ikutilah dia; dan janganlah kamu mengikuti jalan-jalan (yang lain), karena jalan-jalan itu mencerai-beraikan kamu dari jalan-Nya."
— QS. Al-An'am: 153
"Barangsiapa di antara kalian hidup sepeninggalku, maka ia akan melihat perselisihan yang banyak. Maka hendaklah kalian berpegang teguh pada sunnahku dan sunnah khulafaur rasyidin yang mendapat petunjuk."
— HR. Abu Dawud, Tirmidzi, Ibnu Majah
"Janganlah kalian mencaci maki sahabatku, demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, seandainya salah seorang dari kalian menginfakkan emas sebesar gunung Uhud, niscaya tidak akan mencapai (pahala) segenggam (amal) mereka, dan tidak pula setengahnya."
— HR. Bukhari dan Muslim
"Setiap bid'ah adalah sesat, dan setiap kesesatan tempatnya di neraka."
— HR. Muslim
"Umatku akan terpecah menjadi 73 golongan, semuanya masuk neraka kecuali satu."
— HR. Muslim
"Aku tinggalkan pada kalian dua perkara, kalian tidak akan sesat selama berpegang teguh pada keduanya: Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya."
— HR. Malik

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Cinta kepada Ahlul Bait harus sesuai tuntunan syariat, bukan dengan cara yang berlebihan."

WHATSAPP

"Jangan mudah terpengaruh oleh propaganda Syi'ah yang membungkus diri dengan cinta Ahlul Bait."

WHATSAPP

"Pelajarilah sejarah dengan benar agar tidak tertipu oleh narasi-narasi palsu."

WHATSAPP

"Kepemimpinan dalam Islam didasarkan pada musyawarah, bukan wasiat ilahi."

WHATSAPP

"Al-Qur'an yang ada saat ini adalah murni dan terjaga, tidak ada perubahan sedikit pun."

WHATSAPP

"Mencaci sahabat berarti mencaci Nabi, karena mereka adalah orang-orang terbaik setelah Nabi."

WHATSAPP

"Jagalah lisan dan hati dari kebencian terhadap sahabat, teladanilah akhlak mulia mereka."

WHATSAPP

"Beribadahlah sesuai tuntunan Nabi, jangan mengada-ada dengan bid'ah."

WHATSAPP

"Keselamatan umat Islam hanya ada pada Al-Qur'an dan Sunnah sesuai pemahaman salafus shalih."

WHATSAPP

"Tegaslah dalam akidah, namun tetaplah bijak dan santun dalam berdakwah."

WHATSAPP