Mereka Merusak Agama

Ustadz Ammi Nur Baits S.T. B.A.
17 June 2024 • 1 VIEWS • Durasi: 21:32 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

DENGARKAN AUDIO KAJIAN

khutbah-idul-adha-mereka-merusak-agama-ustadz-ammi-nur-baits.mp3

DOWNLOAD

Dalam khutbah Idul Adha ini, Ustadz Ammi Nur Baits mengingatkan bahwa ada dua kelompok yang merusak agama: orang yang berlebihan dalam beragama (ghuluw) dan orang yang meremehkan agama (tafrith). Keduanya sama-sama menyimpang dari jalan yang lurus. Beliau menekankan pentingnya berpegang pada Al-Qur'an dan Sunnah dengan pemahaman para sahabat. Ibadah kurban bukan sekadar ritual, tetapi simbol ketaatan dan ketakwaan kepada Allah. Semangat Idul Adha adalah meneladani keikhlasan Nabi Ibrahim dan Nabi Ismail. Umat Islam harus waspada terhadap pemikiran ekstrem yang merusak citra Islam. Moderasi beragama yang benar adalah mengikuti petunjuk Nabi tanpa mengurangi atau menambah-nambahi. Khutbah ini mengajak untuk kembali ke fitrah dan memperbaiki niat dalam setiap amal ibadah.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Dan demikianlah Kami jadikan kamu umat pertengahan agar kamu menjadi saksi atas manusia dan agar Rasul menjadi saksi atas kamu."
— QS. Al-Baqarah: 143
"Daging-daging unta dan darahnya itu sekali-kali tidak dapat mencapai (keridhaan) Allah, tetapi ketakwaan dari kamulah yang dapat mencapainya."
— QS. Al-Hajj: 37
"Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan yang tidak ada perintah kami, maka amalan itu tertolak."
— HR. Muslim
"Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang ia niatkan."
— HR. Bukhari dan Muslim
"Aku tinggalkan pada kalian dua perkara, kalian tidak akan tersesat selama berpegang teguh pada keduanya: Kitabullah dan Sunnah Rasul-Nya."
— HR. Malik
"Hendaklah kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah khulafaur rasyidin yang mendapat petunjuk setelahku."
— HR. Abu Dawud dan Tirmidzi
"Jauhilah oleh kalian perkara-perkara baru (dalam agama), karena setiap perkara baru adalah bid'ah, dan setiap bid'ah adalah sesat."
— HR. Abu Dawud dan Tirmidzi
"Sebaik-baik manusia adalah generasiku (para sahabat), kemudian yang setelahnya, kemudian yang setelahnya."
— HR. Bukhari dan Muslim
"Barangsiapa yang menempuh jalan untuk mencari ilmu, maka Allah akan memudahkan baginya jalan menuju surga."
— HR. Muslim
"Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian."
— HR. Muslim

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Jangan jadikan ibadah kurban hanya sebagai tradisi tanpa ruh keikhlasan."

WHATSAPP

"Berlebihan dalam beragama sama bahayanya dengan meremehkan agama."

WHATSAPP

"Jalan tengah Islam adalah mengikuti sunnah tanpa mengurangi atau menambah."

WHATSAPP

"Ketaatan sejati adalah ketika kita rela berkorban demi Allah."

WHATSAPP

"Niat yang ikhlas adalah ruh dari setiap amal ibadah."

WHATSAPP

"Jangan mudah terpengaruh pemikiran baru yang tidak ada contoh dari Nabi."

WHATSAPP

"Ilmu adalah pelita yang menerangi jalan agar tidak tersesat."

WHATSAPP

"Kurban bukan soal daging, tapi soal ketakwaan hati."

WHATSAPP

"Setiap amalan yang tidak ada tuntunannya akan tertolak di sisi Allah."

WHATSAPP

"Mari jadikan Idul Adha sebagai momentum untuk kembali ke fitrah."

WHATSAPP