Kita Maslaah atau Solusi

Ustadz Abdullah Zaen M.A.
23 March 2025 • 1 VIEWS • Durasi: 1:36:31 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

Kajian ini membahas tentang pentingnya setiap muslim menjadi pribadi yang solutif, bukan menjadi sumber masalah. Ustadz Abdullah Zaen mengajak kita merenungkan peran kita di tengah masyarakat, keluarga, dan lingkungan. Apakah kita hadir sebagai solusi atau justru menjadi beban? Dengan dalil-dalil Al-Qur'an dan hadits, beliau menekankan bahwa Islam mengajarkan keseimbangan antara hak dan kewajiban, serta pentingnya introspeksi diri. Kajian ini juga menyoroti bahaya sikap egois, malas, dan suka mengeluh yang dapat merusak hubungan sosial. Sebaliknya, sikap proaktif, peduli, dan bertanggung jawab adalah ciri orang beriman yang menjadi rahmat bagi semesta.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok (akhirat)."
— QS. Al-Hasyr: 18
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya."
— HR. Ahmad, Thabrani, Daruquthni
"Orang munafik itu ditandai dengan tiga hal: jika berbicara dusta, jika berjanji ingkar, dan jika dipercaya khianat."
— HR. Bukhari dan Muslim
"Sesungguhnya orang-orang munafik itu (ditempatkan) pada tingkatan yang paling bawah dari neraka."
— QS. An-Nisa: 145
"Orang yang paling baik di antara kalian adalah yang paling baik akhlaknya terhadap keluarganya."
— HR. Tirmidzi
"Dan janganlah kamu saling membenci, saling mendengki, dan janganlah kamu saling memutuskan hubungan."
— HR. Muslim
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam."
— HR. Bukhari dan Muslim
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa."
— QS. Al-Maidah: 2
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri."
— QS. Ar-Ra'd: 11
"Janganlah kamu menjadi seperti orang-orang yang lupa kepada Allah, lalu Allah menjadikan mereka lupa kepada diri mereka sendiri."
— QS. Al-Hasyr: 19

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Jangan jadi orang yang hanya bisa mengeluh, tapi jadilah solusi."

WHATSAPP

"Kehadiranmu harus terasa seperti air di tengah padang pasir."

WHATSAPP

"Jika kamu tidak bisa memberi, setidaknya jangan menyusahkan."

WHATSAPP

"Orang hebat bukan yang tidak pernah salah, tapi yang mau introspeksi."

WHATSAPP

"Mulailah dari hal kecil, karena kebaikan sekecil apa pun dicatat Allah."

WHATSAPP

"Jangan menunggu diminta, lihatlah kebutuhan di sekitarmu."

WHATSAPP

"Senyummu adalah sedekah, jangan pelit dengan kebaikan."

WHATSAPP

"Keluargamu adalah ladang amal pertama, rawatlah dengan baik."

WHATSAPP

"Jangan biarkan egomu menghalangi kebaikan."

WHATSAPP

"Setiap hari adalah lembaran baru, isilah dengan manfaat."

WHATSAPP