Tafsir Surat Abasa Ayat 19

Ustadz Abdullah Zaen M.A.
15 January 2024 • 2 VIEWS • Durasi: 33:00 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

Kajian ini membahas tafsir Surat Abasa ayat 19 yang menjelaskan tentang proses penciptaan manusia dari setetes mani (nutfah) hingga menjadi makhluk yang sempurna. Ustadz Abdullah Zaen menguraikan bahwa ayat ini mengingatkan manusia akan asal-usulnya yang hina, agar tidak sombong dan selalu bersyukur kepada Allah. Penjelasan dimulai dengan konteks turunnya surat ini, yaitu teguran Allah kepada Nabi Muhammad SAW karena berpaling dari seorang buta yang ingin belajar. Ayat 19 secara spesifik menyoroti tahapan penciptaan manusia yang menunjukkan kekuasaan Allah. Kajian ini menekankan pentingnya merenungkan proses kejadian manusia sebagai bukti kebesaran Allah. Implikasi praktisnya adalah manusia harus rendah hati dan tidak mengingkari nikmat Allah. Dalil yang digunakan antara lain QS. Al-Mu'minun: 12-14 tentang tahapan penciptaan manusia. Hadits riwayat Bukhari dan Muslim tentang proses penciptaan janin juga disinggung. Kajian ini mengajak untuk selalu introspeksi dan meningkatkan keimanan melalui tadabbur ayat-ayat Allah.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Dari setetes mani, Allah menciptakannya lalu menentukannya."
— QS. Abasa: 19
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari saripati (berasal) dari tanah. Kemudian Kami jadikan saripati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim). Kemudian air mani itu Kami jadikan segumpal darah, lalu segumpal darah itu Kami jadikan segumpal daging, lalu segumpal daging itu Kami jadikan tulang belulang, lalu tulang belulang itu Kami bungkus dengan daging. Kemudian Kami jadikan dia makhluk yang (berbentuk) lain. Maka Maha Suci Allah, Pencipta Yang Paling Baik."
— QS. Al-Mu'minun: 12-14
"Bukankah Kami telah menciptakan manusia dari setetes mani yang bercampur?"
— QS. Al-Insan: 2
"Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk."
— QS. Al-Hijr: 26
"Hai manusia, apakah yang telah memperdayakan kamu (berbuat durhaka) terhadap Tuhanmu Yang Maha Pemurah? Yang telah menciptakan kamu lalu menyempurnakan kejadianmu dan menjadikan (susunan tubuh)mu seimbang."
— QS. Al-Infitar: 6-7
"Dan Allah mengeluarkan kamu dari perut ibumu dalam keadaan tidak mengetahui sesuatu pun, dan Dia memberi kamu pendengaran, penglihatan dan hati, agar kamu bersyukur."
— QS. An-Nahl: 78
"Maka hendaklah manusia memperhatikan dari apa dia diciptakan. Dia diciptakan dari air yang terpancar."
— QS. At-Tariq: 5-6
"Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu menjadi manusia yang berkembang biak."
— QS. Ar-Rum: 20
"Sesungguhnya penciptaan kamu dan kebangkitan kamu di sisi Allah hanyalah seperti penciptaan satu jiwa dan kebangkitannya."
— QS. Luqman: 28
"Allah mengetahui apa yang dikandung oleh setiap perempuan, dan apa yang kurang sempurna dan apa yang bertambah dalam rahim. Dan segala sesuatu pada sisi-Nya ada ukurannya."
— QS. Ar-Ra'd: 8

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Jangan pernah meremehkan orang yang datang untuk belajar, karena bisa jadi mereka lebih mulia di sisi Allah."

WHATSAPP

"Asal-usul manusia dari setetes mani yang hina adalah pengingat untuk tidak sombong."

WHATSAPP

"Setiap tahapan penciptaan manusia adalah bukti kebesaran Allah yang patut direnungkan."

WHATSAPP

"Rendah hati adalah kunci untuk mendapatkan ilmu yang bermanfaat."

WHATSAPP

"Bersyukur atas nikmat Allah akan menambah keberkahan dalam hidup."

WHATSAPP

"Introspeksi diri setiap hari membuat iman semakin kuat."

WHATSAPP

"Kesombongan adalah penyakit hati yang menghancurkan amal."

WHATSAPP

"Ilmu tentang penciptaan manusia harus mendorong kita untuk lebih taat."

WHATSAPP

"Tujuan hidup yang sebenarnya adalah beribadah kepada Allah dengan ikhlas."

WHATSAPP

"Jangan lupa diri, ingatlah selalu asal-usulmu yang lemah."

WHATSAPP