Maksiat dengan Alasan Takdir

Ustadz Abu Haidar As Sundawy
23 March 2025 • 1 VIEWS • Durasi: 1:03:40 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

DENGARKAN AUDIO KAJIAN

maksiat-dengan-alasan-takdir-ustadz-abu-haidar-as-sundawy.mp3

DOWNLOAD

Kajian ini membahas tentang kesalahan fatal dalam memahami takdir, yaitu menjadikan takdir sebagai alasan untuk berbuat maksiat. Ustadz Abu Haidar As-sundawy menjelaskan bahwa takdir adalah ketetapan Allah yang tidak bisa dijadikan pembenaran untuk melanggar perintah-Nya. Setiap manusia memiliki kehendak dan pilihan, sehingga bertanggung jawab atas perbuatannya. Dalil-dalil dari Al-Qur'an dan hadits ditegaskan untuk meluruskan pemahaman ini. Kajian ini mengajak umat Islam untuk introspeksi dan memperbaiki akidah tentang takdir.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Dan setiap jiwa bertanggung jawab atas apa yang telah diperbuatnya."
— Al-Qur'an, Surah Al-Muddassir: 38
"Barangsiapa yang diberi petunjuk oleh Allah, maka dialah yang mendapat petunjuk, dan barangsiapa yang disesatkan-Nya, maka mereka itulah orang-orang yang rugi."
— Al-Qur'an, Surah Al-A'raf: 178
"Pada hari itu manusia keluar dari kuburnya dalam keadaan bermacam-macam, agar diperlihatkan kepada mereka (balasan) pekerjaan mereka."
— Al-Qur'an, Surah Az-Zalzalah: 6
"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya."
— Al-Qur'an, Surah Az-Zalzalah: 7-8
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah keadaan suatu kaum sebelum mereka mengubah keadaan diri mereka sendiri."
— Al-Qur'an, Surah Ar-Ra'd: 11
"Dan katakanlah: 'Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barangsiapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir'."
— Al-Qur'an, Surah Al-Kahfi: 29
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Setiap umatku akan masuk surga kecuali yang enggan.' Para sahabat bertanya: 'Siapa yang enggan?' Beliau menjawab: 'Barangsiapa yang taat kepadaku, dia masuk surga. Barangsiapa yang maksiat kepadaku, dia enggan.'"
— Hadits Riwayat Bukhari
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Tidak ada seorang pun yang mati melainkan telah ditetapkan takdirnya, namun amal perbuatanlah yang menentukan akhirnya.'"
— Hadits Riwayat Muslim
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Mintalah pertolongan kepada Allah dan janganlah lemah. Jika sesuatu menimpamu, janganlah engkau berkata: 'Seandainya aku lakukan begini, pasti akan begini.' Tetapi katakanlah: 'Ini sudah takdir Allah, dan apa yang Dia kehendaki pasti terjadi.' Karena perkataan 'seandainya' membuka pintu setan.'"
— Hadits Riwayat Muslim
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung niatnya, dan setiap orang akan mendapatkan sesuai dengan apa yang diniatkannya.'"
— Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Takdir bukanlah alasan untuk berbuat dosa, melainkan ujian untuk berbuat taat."

WHATSAPP

"Jangan jadikan takdir sebagai tameng untuk kemalasanmu."

WHATSAPP

"Setiap pilihanmu adalah tanggung jawabmu, bukan takdir yang salah."

WHATSAPP

"Allah memberi petunjuk, tapi kau yang memilih jalan."

WHATSAPP

"Usaha adalah wujud iman kepada takdir."

WHATSAPP

"Jangan menyalahkan takdir atas dosa yang kau perbuat."

WHATSAPP

"Takdir tidak pernah memaksamu bermaksiat, hawa nafsumu yang melakukannya."

WHATSAPP

"Bertaubatlah, karena takdir bisa berubah dengan doa."

WHATSAPP

"Ilmu tentang takdir membuatmu dekat dengan Allah, bukan menjauh."

WHATSAPP

"Jadikan takdir sebagai pengingat untuk selalu berusaha."

WHATSAPP