Menagih Utang Kepada yang Tidak Mampu - Ust. Dr. Erwandi Tarmizi Ma.

Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi M.A.
23 March 2025 • 1 VIEWS • Durasi: 1:05:08 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

Kajian ini membahas tentang adab dan hukum menagih utang kepada orang yang tidak mampu. Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi menjelaskan bahwa dalam Islam, menagih utang harus dilakukan dengan cara yang baik dan penuh kasih sayang, terutama jika debitur sedang dalam kesulitan. Beliau mengingatkan bahwa Allah SWT sangat mencintai hamba-Nya yang memberi kelonggaran kepada orang yang kesulitan membayar utang. Kajian ini juga menekankan pentingnya niat yang ikhlas saat memberi utang, serta kesabaran dalam menagih. Selain itu, dijelaskan pula tentang keutamaan menghapus utang sebagai bentuk sedekah yang besar pahalanya. Ustadz Erwandi juga memberikan contoh-contoh praktis bagaimana seharusnya seorang muslim bersikap saat menagih utang, termasuk tidak boleh menyakiti hati debitur. Beliau menutup kajian dengan pesan agar kita selalu berprasangka baik dan berusaha membantu sesama, terutama dalam urusan utang piutang.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Dan jika (orang yang berutang itu) dalam kesulitan, maka berilah tangguh sampai dia memperoleh kelapangan. Dan jika kamu menyedekahkan (menghapus utang) itu, lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui."
— QS. Al-Baqarah: 280
"Barangsiapa yang memberi kelonggaran kepada orang yang kesulitan (membayar utang), maka Allah akan memberinya kelonggaran di dunia dan akhirat."
— HR. Muslim
"Siapa yang menagih utang dengan cara yang tidak baik, maka ia akan mendapatkan dosa besar."
— HR. Bukhari (makna hadits)
"Allah akan menaungi di hari kiamat orang yang memberi kelonggaran kepada debitur yang kesulitan."
— HR. Tirmidzi
"Menghapus utang sama dengan sedekah yang pahalanya berlipat ganda."
— HR. Ahmad (makna hadits)

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Menagih utang jangan sampai menyakiti hati, karena itu dosa besar."

WHATSAPP

"Jika debitur kesulitan, berilah kelonggaran, jangan mempersulit."

WHATSAPP

"Menghapus utang lebih baik daripada menagih dengan paksa."

WHATSAPP

"Utang adalah ujian kesabaran, hadapilah dengan ikhlas."

WHATSAPP

"Jangan biarkan utang merusak silaturahmi."

WHATSAPP

"Niatkan memberi utang karena Allah, bukan karena pamrih."

WHATSAPP

"Sabar menagih utang adalah ladang pahala."

WHATSAPP

"Debitur yang jujur dan berusaha membayar juga mendapat pahala."

WHATSAPP

"Allah akan mengganti setiap kebaikan dengan yang lebih baik."

WHATSAPP

"Utang dunia jangan sampai membuatmu lupa akhirat."

WHATSAPP