Mengapa Ibnu Taimiyah Sering Diserang Inilah Faktanya

Ustadz Ammi Nur Baits S.T. B.A.
15 January 2024 • 1 VIEWS • Durasi: 28:04 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP TELEGRAM

Kajian ini membahas fenomena serangan terhadap Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah, baik dari kalangan orientalis, kelompok sesat, maupun sebagian umat Islam yang tidak memahami manhaj beliau. Ustadz Ammi Nur Baits menjelaskan bahwa serangan tersebut muncul karena beberapa faktor utama: pertama, karena Ibnu Taimiyah membela akidah Ahlus Sunnah secara tegas, terutama dalam masalah tauhid dan sifat-sifat Allah. Kedua, karena beliau mengkritik praktik-praktik bid'ah dan khurafat yang telah mengakar di masyarakat. Ketiga, karena pemikiran beliau dianggap mengancam kepentingan kelompok tertentu, baik dari kalangan sufi ekstrem, filsuf, maupun penguasa yang tidak adil. Kajian ini juga mengupas bagaimana metode dakwah Ibnu Taimiyah yang berdasarkan dalil dan hujjah yang kuat, sehingga membuat lawan-lawannya tidak mampu membantah secara ilmiah. Ustadz Ammi menekankan bahwa serangan terhadap Ibnu Taimiyah sebenarnya adalah serangan terhadap manhaj salaf yang beliau perjuangkan. Oleh karena itu, umat Islam perlu mempelajari manhaj salaf dengan benar agar tidak terpengaruh oleh propaganda negatif terhadap beliau.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik."
— QS. Al-Ankabut: 69
"Katakanlah: 'Inilah jalan (agama)ku, aku dan orang-orang yang mengikutiku mengajak (kamu) kepada Allah dengan hujjah yang nyata, Maha Suci Allah, dan aku tiada termasuk orang-orang yang musyrik.'"
— QS. Yusuf: 108
"Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai."
— QS. Ali Imran: 103
"Hai orang-orang yang beriman, jika datang kepadamu orang fasik membawa suatu berita, maka periksalah dengan teliti agar kamu tidak menimpakan suatu musibah kepada suatu kaum tanpa mengetahui keadaannya yang menyebabkan kamu menyesal atas perbuatanmu itu."
— QS. Al-Hujurat: 6
"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawabannya."
— QS. Al-Isra: 36
"Barangsiapa yang menghendaki kehidupan dunia dan perhiasannya, niscaya Kami berikan kepada mereka balasan pekerjaan mereka di dunia dengan sempurna dan mereka di dunia itu tidak akan dirugikan."
— QS. Hud: 15
"Sesungguhnya orang-orang yang memusuhi Allah dan Rasul-Nya mereka termasuk orang-orang yang hina."
— QS. Al-Mujadilah: 20
"Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab (Al-Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri."
— QS. An-Nahl: 89
"Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penegak keadilan, menjadi saksi karena Allah, walaupun terhadap dirimu sendiri atau terhadap ibu bapak dan kaum kerabatmu."
— QS. An-Nisa: 135
"Dan tidaklah sama kebaikan dan kejahatan. Tolaklah (kejahatan itu) dengan cara yang lebih baik, maka tiba-tiba orang yang antaramu dan antara dia ada permusuhan seolah-olah telah menjadi teman yang sangat setia."
— QS. Fussilat: 34

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Serangan terhadap ulama adalah ujian bagi umat untuk tetap berpegang pada kebenaran."

WHATSAPP

"Kebenaran tidak akan pernah kalah oleh banyaknya lawan."

WHATSAPP

"Berani membela tauhid adalah ciri orang yang beriman."

WHATSAPP

"Jangan takut pada celaan saat engkau berada di jalan Allah."

WHATSAPP

"Ilmu yang benar akan membuat lawan tidak bisa berdebat."

WHATSAPP

"Bid'ah harus dilawan dengan ilmu, bukan dengan emosi."

WHATSAPP

"Kritik yang membangun adalah bagian dari nasihat dalam Islam."

WHATSAPP

"Jangan mudah terprovokasi oleh tuduhan palsu terhadap ulama."

WHATSAPP

"Karya ulama adalah harta yang harus dijaga dan dipelajari."

WHATSAPP

"Keberanian dalam kebenaran adalah warisan para nabi."

WHATSAPP