Mengingatkan Kaum yang Mengatakan Allah Punya Anak

Ustadz Sofyan Chalid Bin Idham Ruray Lc.
23 March 2025 • 1 VIEWS • Durasi: 23:50 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

Kajian ini membahas tentang keyakinan tauhid yang lurus, khususnya menolak keras anggapan bahwa Allah memiliki anak. Ustadz Sofyan Chalid mengingatkan bahwa keyakinan tersebut adalah bentuk kesyirikan yang sangat serius dan bertentangan dengan ajaran Islam. Beliau menjelaskan bahwa Allah Maha Esa, tidak beranak dan tidak diperanakkan, sebagaimana ditegaskan dalam Al-Qur'an. Kajian ini juga mengupas berbagai dalil dari Al-Qur'an dan hadits yang menegaskan keesaan Allah. Selain itu, beliau memberikan nasihat praktis agar umat Islam senantiasa menjaga akidah mereka dari pengaruh pemikiran yang menyimpang. Ustadz Sofyan juga mengingatkan pentingnya berdakwah dengan hikmah dan lemah lembut kepada mereka yang memiliki keyakinan keliru. Kajian ini sangat relevan untuk memperkuat iman dan menjauhkan diri dari syirik.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Katakanlah, Dialah Allah Yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tidak beranak dan tidak diperanakkan. Dan tidak ada seorang pun yang setara dengan-Nya."
— QS. Al-Ikhlas: 1-4
"Dan mereka berkata, 'Allah mempunyai anak.' Mahasuci Allah, bahkan milik-Nyalah apa yang ada di langit dan di bumi. Semua tunduk kepada-Nya."
— QS. Al-Baqarah: 116
"Dan mereka berkata, 'Tuhan Yang Maha Pemurah mengambil (mempunyai) anak.' Sesungguhnya kamu telah mendatangkan sesuatu yang sangat mungkar. Hampir-hampir langit pecah karena ucapan itu, dan bumi terbelah, dan gunung-gunung runtuh. Karena mereka mendakwa bahwa Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak. Dan tidak layak bagi Allah Yang Maha Pemurah mempunyai anak."
— QS. Maryam: 88-92
"Dia Pencipta langit dan bumi. Bagaimana Dia mempunyai anak, padahal Dia tidak mempunyai istri? Dia menciptakan segala sesuatu, dan Dia Maha Mengetahui segala sesuatu."
— QS. Al-An'am: 101
"Dan mereka menjadikan jin sebagai sekutu bagi Allah, padahal Allah yang menciptakan mereka. Dan mereka berbohong terhadap Allah dengan mengada-adakan bahwa Allah mempunyai anak laki-laki dan perempuan, tanpa pengetahuan. Mahasuci Allah dan Mahatinggi dari apa yang mereka sifatkan."
— QS. Al-An'am: 100
"Dan orang-orang Yahudi berkata, 'Uzair adalah anak Allah,' dan orang-orang Nasrani berkata, 'Al-Masih adalah anak Allah.' Itulah ucapan yang keluar dari mulut mereka. Mereka meniru perkataan orang-orang kafir yang terdahulu. Semoga Allah membinasakan mereka. Bagaimanakah mereka sampai berpaling?"
— QS. At-Taubah: 30
"Maka janganlah kamu mengadakan sekutu-sekutu bagi Allah, padahal kamu mengetahui."
— QS. Al-Baqarah: 22
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki."
— QS. An-Nisa: 48
"Barangsiapa yang meninggal dalam keadaan syirik, maka haram baginya surga dan tempatnya di neraka."
— Hadits riwayat Bukhari dan Muslim
"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda, 'Barangsiapa yang bersaksi bahwa tidak ada Tuhan selain Allah dan Muhammad adalah utusan Allah, maka Allah haramkan neraka baginya.'"
— Hadits riwayat Bukhari

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Tauhid adalah benteng pertama yang harus kita jaga."

WHATSAPP

"Jangan biarkan keyakinan salah merusak imanmu."

WHATSAPP

"Allah Maha Esa, tidak ada yang setara dengan-Nya."

WHATSAPP

"Kembalilah kepada Al-Qur'an saat ragu."

WHATSAPP

"Ilmu adalah kunci untuk menjaga akidah."

WHATSAPP

"Dakwahlah dengan lembut, tapi jangan kompromi pada kebenaran."

WHATSAPP

"Hati yang bersih akan mudah menerima tauhid."

WHATSAPP

"Jangan takut ditinggalkan karena kebenaran."

WHATSAPP

"Perbanyak doa agar iman tetap teguh."

WHATSAPP

"Saling ingatkan dalam kebaikan adalah ibadah."

WHATSAPP