Meraih Keberkahan dalam Berbisnis Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi, M.a

Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi M.A.
23 March 2025 • 1 VIEWS • Durasi: 1:27:19 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP TELEGRAM

Kajian ini membahas tentang bagaimana seorang muslim dapat meraih keberkahan dalam berbisnis. Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi menekankan bahwa keberkahan bukan sekadar keuntungan materi, melainkan ketenangan hati, kemudahan rezeki, dan dampak positif bagi lingkungan. Beliau mengawali dengan menjelaskan bahwa bisnis yang berkah dimulai dari niat yang lurus, yaitu untuk beribadah kepada Allah dan membantu sesama. Selanjutnya, beliau mengupas pentingnya kejujuran dan transparansi dalam setiap transaksi, karena kejujuran adalah kunci utama kepercayaan pelanggan. Ustadz juga mengingatkan agar menjauhi praktik riba, gharar (ketidakjelasan), dan zalim, karena hal itu akan menghilangkan keberkahan. Beliau memberikan contoh konkret seperti tidak menimbun barang, tidak menipu dalam timbangan, dan tidak memanfaatkan ketidaktahuan pembeli. Selain itu, beliau menekankan perlunya bersedekah dan berbagi keuntungan dengan karyawan serta masyarakat sekitar sebagai bentuk syukur. Kajian ditutup dengan pesan bahwa keberkahan akan datang jika bisnis dijalankan dengan taqwa, tawakal, dan selalu memohon ampunan kepada Allah.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu memaklumkan, 'Sesungguhnya jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu, tetapi jika kamu mengingkari (nikmat-Ku), maka pasti azab-Ku sangat berat.'"
— QS. Ibrahim: 7
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu."
— QS. An-Nisa: 29
"Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba."
— QS. Al-Baqarah: 275
"Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil."
— QS. Al-Baqarah: 188
"Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka-sangkanya."
— QS. At-Talaq: 2-3
"Perumpamaan (nafkah yang dikeluarkan oleh) orang-orang yang menafkahkan hartanya di jalan Allah adalah serupa dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir seratus biji."
— QS. Al-Baqarah: 261
"Rasulullah SAW bersabda, 'Penjual dan pembeli diberi hak pilih selama mereka belum berpisah. Jika mereka jujur dan saling terus terang, maka keberkahan akan diberikan pada jual beli mereka. Sebaliknya jika mereka berdusta dan menyembunyikan cacat, maka keberkahan jual beli mereka akan dihapus.'"
— HR. Bukhari dan Muslim
"Rasulullah SAW bersabda, 'Sedekah tidak akan mengurangi harta.'"
— HR. Muslim
"Rasulullah SAW bersabda, 'Janganlah kalian saling hasad, jangan saling menipu, jangan saling membenci, jangan saling memutuskan hubungan, dan janganlah sebagian kalian menjual di atas penjualan sebagian yang lain. Jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara.'"
— HR. Bukhari dan Muslim
"Rasulullah SAW bersabda, 'Siapa yang menimbun barang, maka ia berdosa.'"
— HR. Muslim

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Keberkahan bukan soal banyaknya harta, tapi cukupnya rezeki dan tenangnya hati."

WHATSAPP

"Jujurlah dalam berbisnis, karena kejujuran adalah magnet rezeki."

WHATSAPP

"Riba bukan hanya haram, tapi juga menghancurkan keberkahan usaha."

WHATSAPP

"Sedekah tidak membuatmu miskin, justru membuka pintu rezeki yang tak terduga."

WHATSAPP

"Jangan menzalimi pembeli dengan menyembunyikan cacat barang."

WHATSAPP

"Tawakal bukan berarti pasrah, tapi usaha maksimal lalu berserah diri."

WHATSAPP

"Istigfar adalah pembersih dosa-dosa bisnis yang tak sengaja kita lakukan."

WHATSAPP

"Berbagi dengan karyawan adalah investasi keberkahan jangka panjang."

WHATSAPP

"Bisnis yang berkah akan terasa ringan, meski keuntungan sedikit."

WHATSAPP

"Jadikan setiap transaksi sebagai ibadah, niscaya Allah akan mencukupkan."

WHATSAPP