Metode Ijtihad Muamalat Kontemporer

Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi M.A.
23 March 2025 • 1 VIEWS • Durasi: 1:44:40 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

DENGARKAN AUDIO KAJIAN

metode-ijtihad-muamalat-kontemporer-ustadz-dr-erwandi-tarmizi-ma.mp3

DOWNLOAD

Kajian ini membahas metode ijtihad dalam bidang muamalat kontemporer, yaitu bagaimana para ulama menetapkan hukum terhadap transaksi dan produk keuangan modern yang tidak ada di zaman Nabi. Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi menjelaskan bahwa ijtihad muamalat harus berlandaskan dalil-dalil syariat, namun juga mempertimbangkan realitas ekonomi, adat kebiasaan, dan kemaslahatan umum. Beliau menekankan pentingnya memahami maqashid syariah (tujuan syariat) agar hukum yang dihasilkan tidak kaku dan tetap relevan. Kajian ini juga mengupas perbedaan antara ibadah mahdhah (ritual) dan muamalah (sosial-ekonomi) dalam hal fleksibilitas ijtihad. Dalam muamalah, pintu ijtihad terbuka luas selama tidak bertentangan dengan nash yang qath'i. Ustadz Erwandi memberikan contoh-contoh konkret seperti hukum jual beli online, saham, dan asuransi syariah. Beliau juga mengingatkan agar tidak mudah mengharamkan sesuatu tanpa dalil yang jelas, karena muamalah pada dasarnya hukum asalnya mubah. Kajian ini sangat bermanfaat bagi para akademisi, praktisi ekonomi syariah, dan masyarakat umum yang ingin memahami dasar-dasar penetapan hukum ekonomi Islam kontemporer.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Hukum asal segala sesuatu adalah mubah."
— Kaidah Fiqh
"Dan Kami turunkan kepadamu Al-Kitab untuk menjelaskan segala sesuatu."
— QS. An-Nahl: 89
"Kalian lebih tahu urusan dunia kalian."
— HR. Muslim
"Pada dasarnya jual beli itu halal kecuali ada dalil yang mengharamkannya."
— Kaidah Fiqh
"Apabila seorang hakim berijtihad lalu benar, ia mendapat dua pahala; jika salah, ia mendapat satu pahala."
— HR. Bukhari dan Muslim

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Hukum asal muamalah adalah mubah, jangan mudah mengharamkan."

WHATSAPP

"Ijtihad itu harus, karena zaman terus berubah."

WHATSAPP

"Jangan fanatik pada pendapat sendiri, terbukalah pada kritik."

WHATSAPP

"Muamalah itu fleksibel, berbeda dengan ibadah yang kaku."

WHATSAPP

"Kreativitas dalam bisnis diperbolehkan selama tidak melanggar syariat."

WHATSAPP

"Perbedaan pendapat dalam muamalah adalah rahmat, bukan perpecahan."

WHATSAPP

"Ikutilah ulama yang kompeten, jangan asal fatwa."

WHATSAPP

"Saham halal boleh, tapi selektiflah dalam memilih."

WHATSAPP

"Jual beli online itu boleh, asal jelas spesifikasinya."

WHATSAPP

"Ikhlas dalam berijtihad, niatkan untuk mencari ridha Allah."

WHATSAPP