Mulia di Sisi Allah atau Terhina di Hadapan-Nya?, Ustadz Abdullah Zaen

Ustadz Abdullah Zaen M.A.
15 January 2024 • 1 VIEWS • Durasi: 39:35 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

DENGARKAN AUDIO KAJIAN

noble-in-the-sight-of-god-or-humiliated-in-his-presence.mp3

DOWNLOAD

Kajian ini membahas tentang bagaimana seorang hamba bisa menjadi mulia di sisi Allah atau justru terhina di hadapan-Nya. Ustadz Abdullah Zaen menjelaskan bahwa kemuliaan sejati bukanlah diukur dari harta, jabatan, atau keturunan, melainkan dari ketakwaan dan keimanan seseorang. Beliau mengingatkan bahwa banyak orang yang kaya dan berkuasa di dunia, namun hina di sisi Allah karena kesombongan dan kemaksiatan mereka. Sebaliknya, banyak orang yang miskin dan lemah secara duniawi, tetapi mulia di sisi Allah karena keikhlasan dan ketaatan mereka. Kajian ini mengajak kita untuk merenungkan kembali prioritas hidup dan memperbaiki niat dalam setiap amalan.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Sesungguhnya yang paling mulia di antara kamu di sisi Allah adalah yang paling bertakwa."
— QS. Al-Hujurat: 13
"Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antara kamu dan orang-orang yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat."
— QS. Al-Mujadilah: 11
"Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong dan membanggakan diri."
— QS. An-Nahl: 23
"Dan barangsiapa yang bertakwa kepada Allah, niscaya Dia akan memberinya jalan keluar dan memberinya rezeki dari arah yang tidak disangka-sangka."
— QS. At-Talaq: 2-3
"Sesungguhnya Allah bersama orang-orang yang bertakwa dan orang-orang yang berbuat kebaikan."
— QS. An-Nahl: 128
"Dan hanya kepada Allah-lah kesudahan segala urusan."
— QS. Luqman: 22
"Maka barangsiapa mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya."
— QS. Az-Zalzalah: 7
"Dan barangsiapa mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya."
— QS. Az-Zalzalah: 8
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah setiap diri memperhatikan apa yang telah diperbuatnya untuk hari esok."
— QS. Al-Hasyr: 18
"Dan sesungguhnya akhirat itu lebih baik bagimu daripada dunia."
— QS. Ad-Duha: 4

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Jangan ukur kemuliaan dari apa yang kamu miliki, tapi dari apa yang kamu berikan."

WHATSAPP

"Hati yang tenang adalah tanda Allah masih sayang padamu."

WHATSAPP

"Bersyukur bukan saat dapat, tapi saat sadar bahwa semua adalah pemberian-Nya."

WHATSAPP

"Kesombongan adalah awal dari kehinaan yang tak terduga."

WHATSAPP

"Riya membuat amalanmu hilang seperti debu ditiup angin."

WHATSAPP

"Cinta dunia yang berlebihan adalah perangkap setan."

WHATSAPP

"Shalat malam adalah jalan menuju kemuliaan yang tak terlihat."

WHATSAPP

"Akhlak mulia adalah mahkota yang membuatmu dicintai Allah."

WHATSAPP

"Jangan pernah lelah berdoa, karena doa adalah senjata orang mulia."

WHATSAPP

"Kematian adalah pintu menuju kemuliaan abadi, maka persiapkanlah."

WHATSAPP