Open Mic Anb Bayar Dam Haji dalam Negeri Karena Cuan Ustadz Ammi Nur Baits

Ustadz Ammi Nur Baits S.T. B.A.
22 March 2025 • 1 VIEWS • Durasi: 27:53 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

DENGARKAN AUDIO KAJIAN

open-mic-anb-bayar-dam-haji-dalam-negeri-karena-cuan-ustadz-ammi-nur-baits.mp3

DOWNLOAD

Dalam kajian ini, Ustadz Ammi Nur Baits membahas fenomena pembayaran dam (denda) haji yang dilakukan di dalam negeri, bukan di tanah suci. Beliau mengkritisi praktik yang didorong oleh motif keuntungan (cuan) semata, tanpa memperhatikan esensi ibadah dan ketentuan syariat. Kajian dimulai dengan penjelasan tentang definisi dam dan kewajibannya bagi jamaah haji yang melakukan pelanggaran tertentu. Selanjutnya, beliau mengupas dalil-dalil yang mendasari kewajiban membayar dam di Mekah atau di tanah haram. Ustadz Ammi juga menyoroti praktik agen travel yang menawarkan pembayaran dam di dalam negeri dengan harga lebih murah, namun tidak sesuai tuntunan. Beliau menegaskan bahwa ibadah haji harus dilandasi niat ikhlas karena Allah, bukan karena bisnis. Kajian ini juga membahas implikasi praktis bagi jamaah agar lebih teliti memilih layanan travel. Di akhir, beliau memberikan nasihat agar umat Islam kembali kepada Al-Qur'an dan Sunnah dalam beribadah.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Dan sempurnakanlah ibadah haji dan umrah karena Allah. (QS. Al-Baqarah: 196)"
— QS. Al-Baqarah: 196
"Maka barangsiapa yang mengerjakan umrah sebelum haji, (wajiblah ia menyembelih) hadyu yang mudah didapat. (QS. Al-Baqarah: 196)"
— QS. Al-Baqarah: 196
"Nabi shallallahu 'alaihi wa sallam menyembelih hadyu di Mina. (HR. Bukhari)"
— HR. Bukhari
"Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya. (HR. Bukhari dan Muslim)"
— HR. Bukhari dan Muslim
"Janganlah kamu menjual ayat-ayat-Ku dengan harga yang murah. (QS. Al-Baqarah: 41)"
— QS. Al-Baqarah: 41
"Barangsiapa yang mengerjakan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka amalan itu tertolak. (HR. Muslim)"
— HR. Muslim
"Dan bertakwalah kepada Allah, Allah akan mengajarkanmu. (QS. Al-Baqarah: 282)"
— QS. Al-Baqarah: 282
"Maka berlomba-lombalah kamu dalam kebaikan. (QS. Al-Baqarah: 148)"
— QS. Al-Baqarah: 148
"Dan janganlah kamu campuradukkan kebenaran dengan kebatilan. (QS. Al-Baqarah: 42)"
— QS. Al-Baqarah: 42
"Sesungguhnya Allah tidak menerima amal yang bercampur dengan syirik. (HR. Muslim)"
— HR. Muslim

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Jangan sampai ibadah haji dikomersialkan demi keuntungan duniawi."

WHATSAPP

"Niat ikhlas adalah syarat mutlak diterimanya amal."

WHATSAPP

"Hemat biaya duniawi jangan sampai rugi akhirat."

WHATSAPP

"Pilih travel yang amanah, bukan yang hanya mengejar cuan."

WHATSAPP

"Ilmu adalah kunci ibadah yang benar."

WHATSAPP

"Jangan mudah tergiur tawaran murah tanpa dasar syariat."

WHATSAPP

"Allah Maha Melihat niat setiap hamba."

WHATSAPP

"Ibadah haji adalah momentum taubat dan mendekatkan diri kepada Allah."

WHATSAPP

"Kualitas ibadah lebih penting daripada kuantitas."

WHATSAPP

"Jadikan haji sebagai investasi akhirat, bukan ladang bisnis."

WHATSAPP