Pamer Harta

Ustadz Abdullah Zaen M.A.
23 March 2025 • 1 VIEWS • Durasi: 53:51 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

DENGARKAN AUDIO KAJIAN

pamer-harta-ustadz-abdullah-zaen.mp3

DOWNLOAD

Kajian ini membahas tentang bahaya pamer harta dalam Islam. Ustadz Abdullah Zaen menjelaskan bahwa pamer harta termasuk penyakit hati yang dapat merusak amal dan hubungan dengan Allah. Beliau mengingatkan bahwa harta adalah ujian, bukan tujuan hidup. Pamer harta seringkali muncul dari rasa sombong dan ingin dipuji. Islam mengajarkan untuk bersyukur dan tidak menyombongkan diri. Dalil dari Al-Qur'an dan hadits menegaskan larangan ini. Praktik pamer harta juga bisa menimbulkan iri dan dengki di masyarakat. Oleh karena itu, setiap muslim harus berhati-hati dalam bersikap terhadap harta. Kajian ini memberikan nasihat praktis untuk menghindari sifat riya' dan sum'ah. Semoga kita semua dijauhkan dari sifat tercela ini.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Ketahuilah, bahwa sesungguhnya kehidupan dunia itu hanyalah permainan dan senda gurau, perhiasan dan saling berbangga di antara kamu serta berlomba dalam kekayaan dan anak keturunan."
— QS. Al-Hadid: 20
"Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua, karib kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin, tetangga dekat dan tetangga jauh, teman sejawat, ibnu sabil, dan hamba sahaya yang kamu miliki. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang yang sombong dan membanggakan diri."
— QS. An-Nisa': 36
"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amal kebajikan yang terus-menerus adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu dan lebih baik untuk menjadi harapan."
— QS. Al-Kahfi: 46
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam."
— Hadits riwayat Bukhari dan Muslim
"Tidak akan masuk surga orang yang di dalam hatinya terdapat kesombongan sebesar biji sawi."
— Hadits riwayat Muslim
"Sesungguhnya Allah tidak melihat kepada rupa dan harta kalian, tetapi Dia melihat kepada hati dan amal kalian."
— Hadits riwayat Muslim
"Orang yang pamer (riya') akan dipanggil pada hari kiamat dengan sebutan 'Wahai orang yang riya', perbaikilah amalmu, karena engkau tidak mendapatkan pahala sedikit pun.'"
— Hadits riwayat Ahmad
"Janganlah kamu saling hasad, janganlah kamu saling benci, janganlah kamu saling memutuskan hubungan, dan jadilah hamba-hamba Allah yang bersaudara."
— Hadits riwayat Bukhari dan Muslim
"Barangsiapa yang bersyukur, maka sesungguhnya ia bersyukur untuk dirinya sendiri."
— QS. Luqman: 12
"Dan janganlah kamu memalingkan mukamu dari manusia (karena sombong) dan janganlah kamu berjalan di muka bumi dengan angkuh. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang sombong lagi membanggakan diri."
— QS. Luqman: 18

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Jangan biarkan harta membuatmu lupa diri."

WHATSAPP

"Pamer harta hanya akan merugikanmu di akhirat."

WHATSAPP

"Ikhlaslah dalam beramal, jangan harap pujian manusia."

WHATSAPP

"Harta yang kamu pamerkan belum tentu menjadi berkah."

WHATSAPP

"Sombong karena harta adalah awal kehancuran."

WHATSAPP

"Bersyukurlah dengan apa yang kamu miliki."

WHATSAPP

"Qana'ah adalah kunci kebahagiaan."

WHATSAPP

"Sembunyikan amalmu agar tidak riya'."

WHATSAPP

"Pamer harta menimbulkan iri dan permusuhan."

WHATSAPP

"Ingatlah kematian, maka kamu tidak akan sombong."

WHATSAPP

"Harta adalah ujian, bukan tujuan hidup."

WHATSAPP

"Jadilah hamba yang rendah hati, bukan yang sombong."

WHATSAPP