Ustadz Nizar Saad Jabal, Lc, M.pd - Perang Tabuk

Ustadz Nizar Saad Jabal Lc. M.Pd.
15 January 2024 • 1 VIEWS • Durasi: 1:43:55 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP TELEGRAM

Kajian ini membahas Perang Tabuk, salah satu peristiwa penting dalam sejarah Islam yang terjadi pada tahun 9 Hijriah. Perang ini dikenal sebagai perang yang penuh ujian keimanan, di mana Rasulullah SAW memimpin pasukan dalam kondisi panas yang menyengat dan jarak tempuh yang jauh. Banyak sahabat yang ikhlas berkorban harta dan jiwa, namun ada pula yang munafik dan enggan berpartisipasi. Kajian ini mengupas hikmah di balik peristiwa tersebut, termasuk pentingnya kejujuran niat, kesabaran, dan ketaatan kepada pemimpin. Ustadz Nizar menekankan bahwa Perang Tabuk mengajarkan kita tentang prioritas iman di atas segalanya, serta bahaya sifat munafik yang merusak persatuan umat.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya apabila dikatakan kepada kamu: "Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah" kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? Apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? Padahal kenikmatan hidup di dunia ini (dibandingkan dengan kehidupan) di akhirat hanyalah sedikit."
— QS. At-Taubah: 38
"Sesungguhnya Allah telah menerima taubat Nabi, orang-orang Muhajirin dan Anshar yang mengikuti Nabi di masa kesulitan, setelah hati segolongan dari mereka hampir condong untuk menyimpang, kemudian Allah menerima taubat mereka. Sesungguhnya Allah Maha Pengasih lagi Maha Penyayang kepada mereka."
— QS. At-Taubah: 117
"Dan terhadap tiga orang yang ditangguhkan (penerimaan taubat) mereka, hingga apabila bumi telah menjadi sempit bagi mereka padahal bumi itu luas, dan jiwa mereka pun telah sempit (pula), dan mereka telah mengetahui bahwa tidak ada tempat lari dari (siksa) Allah melainkan kepada-Nya saja. Kemudian Allah menerima taubat mereka agar mereka tetap dalam taubatnya. Sesungguhnya Allah Maha Penerima taubat lagi Maha Penyayang."
— QS. At-Taubah: 118
"Orang-orang yang ditinggalkan (tidak ikut berperang) itu merasa gembira dengan tinggalnya mereka di belakang Rasulullah, dan mereka tidak suka berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah, dan mereka berkata: "Janganlah kamu berangkat (pergi berperang) di panas terik ini". Katakanlah: "Api neraka jahanam itu lebih panas". Jika mereka mengetahui."
— QS. At-Taubah: 81
"Sesungguhnya amal itu tergantung niatnya, dan setiap orang hanya mendapatkan sesuai dengan niatnya."
— Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam."
— Hadits Riwayat Bukhari
"Tidak sempurna iman seseorang di antara kalian hingga ia mencintai saudaranya sebagaimana ia mencintai dirinya sendiri."
— Hadits Riwayat Bukhari dan Muslim
"Jihad yang paling utama adalah berkata benar di hadapan penguasa yang zalim."
— Hadits Riwayat Abu Dawud
"Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran."
— QS. Al-Maidah: 2
"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan hendaklah kamu bersama orang-orang yang benar."
— QS. At-Taubah: 119

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Kejujuran meskipun pahit lebih baik daripada kebohongan yang manis."

WHATSAPP

"Jangan pernah menunda kebaikan karena alasan duniawi."

WHATSAPP

"Setiap ujian adalah cara Allah mengangkat derajat hamba-Nya."

WHATSAPP

"Kemalasan adalah musuh terbesar dalam beribadah."

WHATSAPP

"Niat yang tulus akan melahirkan amal yang berkah."

WHATSAPP

"Jadilah seperti Ka'ab bin Malik yang jujur walau harus diasingkan."

WHATSAPP

"Perjuangan di jalan Allah tidak pernah sia-sia."

WHATSAPP

"Sabar adalah kunci pertolongan Allah."

WHATSAPP

"Jangan biarkan rasa takut menghalangi ketaatan."

WHATSAPP

"Persatuan umat lebih kuat dari serangan musuh."

WHATSAPP

"Harta yang dikorbankan di jalan Allah akan diganti berlipat."

WHATSAPP

"Jadilah pribadi yang ikhlas, bukan yang mencari pujian."

WHATSAPP