Perkara yang Menyebabkan Batalnya Shaum Ustadz Abu Haidar As - Sundawy

Ustadz Abu Haidar As Sundawy
20 March 2025 • 1 VIEWS • Durasi: 58:39 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP TELEGRAM

Kajian ini membahas secara rinci perkara-perkara yang membatalkan puasa (shaum) berdasarkan dalil-dalil yang shahih. Ustadz Abu Haidar As Sundawy menjelaskan bahwa memahami hal ini sangat penting agar ibadah puasa kita diterima dan tidak sia-sia. Beliau menekankan bahwa puasa bukan sekadar menahan lapar dan haus, tetapi juga menjaga diri dari hal-hal yang dilarang. Kajian dimulai dengan pengertian puasa dan dasar hukumnya, kemudian masuk ke pembahasan utama yaitu hal-hal yang membatalkan puasa. Setiap perkara dijelaskan dengan dalil dari Al-Qur'an dan hadits, serta contoh-contoh praktis dalam kehidupan sehari-hari. Ustadz juga memberikan nasihat agar kita lebih berhati-hati dalam menjalankan ibadah puasa. Kajian ini sangat relevan bagi umat Islam yang ingin memperdalam ilmu tentang puasa. Dengan memahami perkara yang membatalkan puasa, kita bisa menghindari kesalahan yang tidak disengaja. Semoga kajian ini menjadi ilmu yang bermanfaat dan meningkatkan kualitas ibadah kita.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Maka sekarang campurilah mereka dan carilah apa yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai (datang) malam."
— QS. Al-Baqarah: 187
"Barang siapa yang muntah dengan sengaja, maka hendaklah ia mengqadha puasanya."
— HR. Abu Dawud, Tirmidzi, dan Ibnu Majah
"Wanita yang haid tidak boleh berpuasa dan tidak boleh shalat."
— HR. Bukhari dan Muslim
"Dan janganlah kamu campuri mereka sedang kamu beri'tikaf di masjid. Itulah larangan Allah, maka janganlah kamu mendekatinya."
— QS. Al-Baqarah: 187
"Barang siapa yang berhubungan suami istri di siang hari bulan Ramadhan, maka ia harus memerdekakan budak, atau berpuasa dua bulan berturut-turut, atau memberi makan enam puluh orang miskin."
— HR. Bukhari dan Muslim
"Orang yang gila tidak dibebani kewajiban syariat sampai ia sadar."
— HR. Abu Dawud
"Barang siapa yang murtad, maka gugurlah amalnya di dunia dan akhirat."
— QS. Al-Baqarah: 217
"Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada niatnya."
— HR. Bukhari dan Muslim
"Barang siapa yang tidak meninggalkan perkataan dusta dan perbuatan dusta, maka Allah tidak butuh ia meninggalkan makan dan minumnya."
— HR. Bukhari
"Puasa adalah perisai, maka janganlah berkata kotor dan berbuat bodoh."
— HR. Bukhari dan Muslim

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Puasa bukan sekadar menahan lapar, tapi menahan diri dari segala yang dilarang."

WHATSAPP

"Ilmu tentang puasa harus dipelajari sebelum menjalankannya."

WHATSAPP

"Niat yang ikhlas adalah kunci diterimanya ibadah."

WHATSAPP

"Jangan sampai kita hanya mendapatkan lapar dan haus dari puasa."

WHATSAPP

"Kehati-hatian dalam beribadah adalah bentuk ketaatan."

WHATSAPP

"Muntah dengan sengaja adalah tanda kurangnya kesabaran."

WHATSAPP

"Wanita tidak perlu bersalah karena haid, itu ketentuan Allah."

WHATSAPP

"Hubungan suami istri di siang hari adalah ujian iman."

WHATSAPP

"Kendalikan hawa nafsu, jangan sampai nafsu mengalahkan iman."

WHATSAPP

"Puasa adalah latihan spiritual untuk menjadi pribadi yang lebih baik."

WHATSAPP