Syrah Kitab Arbain An-Nawawiyah #5 Bid'ah dalam Agama

Ustadz Dr. Firanda Andirja M.A.
24 March 2025 • 1 VIEWS • Durasi: 51:24 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

DENGARKAN AUDIO KAJIAN

syarah-arbain-nawawiyah-5-bidah-dalam-agama.mp3

DOWNLOAD

Kajian ini membahas hadits kelima dari Arbain An-Nawawiyah yang diriwayatkan dari Aisyah radhiyallahu 'anha, bahwa Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: 'Barangsiapa yang mengada-adakan dalam urusan (agama) kami ini sesuatu yang bukan darinya, maka ia tertolak.' Hadits ini menjadi landasan utama dalam menolak bid'ah dalam agama. Ustadz Firanda menjelaskan bahwa bid'ah adalah setiap amalan yang tidak memiliki dasar dalam syariat, baik dalam bentuk ibadah maupun keyakinan. Beliau menekankan bahwa agama Islam sudah sempurna, sehingga tidak boleh ada penambahan atau pengurangan. Implikasi praktisnya, seorang muslim harus berhati-hati dalam beribadah, memastikan bahwa setiap amalan yang dilakukan memiliki dalil yang shahih. Kajian ini juga mengingatkan bahwa niat baik tidak cukup untuk membenarkan suatu amalan jika tidak sesuai dengan tuntunan Rasulullah. Oleh karena itu, penting untuk selalu merujuk kepada Al-Qur'an dan Sunnah dalam setiap aspek kehidupan.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Barangsiapa yang mengada-adakan dalam urusan (agama) kami ini sesuatu yang bukan darinya, maka ia tertolak."
— HR. Bukhari dan Muslim
"Pada hari ini telah Aku sempurnakan untukmu agamamu, dan telah Aku cukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Aku ridhai Islam sebagai agamamu."
— QS. Al-Maidah: 3
"Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah-Nya takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih."
— QS. An-Nur: 63
"Sesungguhnya sebaik-baik perkataan adalah Kitabullah, dan sebaik-baik petunjuk adalah petunjuk Muhammad. Seburuk-buruk perkara adalah yang diada-adakan (dalam agama), dan setiap bid'ah adalah sesat."
— HR. Muslim
"Barangsiapa yang beramal dengan suatu amalan yang tidak ada perintahnya dari kami, maka amalan itu tertolak."
— HR. Muslim
"Dan apa yang diberikan Rasul kepadamu, maka terimalah. Dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah."
— QS. Al-Hasyr: 7
"Katakanlah: 'Jika kamu mencintai Allah, ikutilah aku, niscaya Allah mencintaimu dan mengampuni dosa-dosamu.'"
— QS. Ali Imran: 31
"Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya."
— QS. Al-Isra: 36
"Sesungguhnya Allah tidak menerima amalan kecuali yang ikhlas dan sesuai dengan syariat-Nya."
— HR. Abu Dawud
"Barangsiapa yang menghidupkan sunnahku, maka ia telah mencintaiku. Dan barangsiapa yang mencintaiku, maka ia akan bersamaku di surga."
— HR. Tirmidzi

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Setiap amalan yang tidak sesuai syariat akan tertolak, meskipun niatnya baik."

WHATSAPP

"Agama Islam sudah sempurna, tidak perlu ditambah atau dikurangi."

WHATSAPP

"Bid'ah lebih berbahaya daripada maksiat karena pelakunya merasa sudah beramal saleh."

WHATSAPP

"Ilmu adalah kunci untuk membedakan antara sunnah dan bid'ah."

WHATSAPP

"Jangan mudah terpengaruh oleh tren keagamaan yang tidak berdasar."

WHATSAPP

"Niat baik tidak cukup, harus diikuti dengan ittiba' kepada Rasulullah."

WHATSAPP

"Setiap bid'ah adalah sesat, dan setiap kesesatan membawa ke neraka."

WHATSAPP

"Pelaku bid'ah sering kali sulit diajak kembali ke sunnah."

WHATSAPP

"Perbanyak ibadah yang sudah jelas dalilnya, jangan mengada-ada."

WHATSAPP

"Bertanyalah kepada ulama jika ragu terhadap suatu amalan."

WHATSAPP

"Bid'ah merusak kemurnian agama dan menjauhkan dari petunjuk."

WHATSAPP

"Hati-hati dalam beribadah, pastikan ada dalilnya."

WHATSAPP

"Tidak ada konsep bid'ah hasanah dalam ibadah mahdhah."

WHATSAPP

"Agama bukan hasil kreasi manusia, melainkan wahyu dari Allah."

WHATSAPP

"Sikap tegas terhadap bid'ah adalah bentuk cinta kepada sunnah."

WHATSAPP