Islamic Economics

Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat
15 January 2024 • 1 VIEWS • Durasi: 1:53:03 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

Kajian ini membahas tentang ekonomi Islam sebagai sistem yang komprehensif dan berkeadilan. Ustadz Abdul Hakim Amir Abdat menjelaskan bahwa ekonomi Islam bukan sekadar tentang riba atau zakat, melainkan mencakup seluruh aspek kehidupan ekonomi yang berlandaskan Al-Qur'an dan Sunnah. Beliau menekankan pentingnya memahami konsep halal dan haram dalam setiap transaksi, serta bagaimana seorang muslim harus bersikap dalam mencari rezeki. Kajian ini juga mengupas tentang larangan riba, gharar, dan maysir, serta mendorong praktik ekonomi yang produktif dan saling menguntungkan. Selain itu, disinggung pula tentang peran negara dalam menjamin keadilan ekonomi dan distribusi kekayaan yang merata. Ustadz Abdul Hakim juga memberikan nasihat praktis tentang bagaimana menerapkan prinsip ekonomi Islam dalam kehidupan sehari-hari, mulai dari berbisnis hingga berbelanja. Beliau mengingatkan bahwa keberkahan dalam harta lebih penting daripada jumlahnya. Kajian ini sangat relevan bagi umat Islam yang ingin menjalani kehidupan ekonomi sesuai syariat.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil (QS. Al-Baqarah: 188)"
— QS. Al-Baqarah: 188
"Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba (QS. Al-Baqarah: 275)"
— QS. Al-Baqarah: 275
"Maka jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), maka ketahuilah bahwa Allah dan Rasul-Nya akan memerangimu (QS. Al-Baqarah: 279)"
— QS. Al-Baqarah: 279
"Ambillah zakat dari sebagian harta mereka, dengan zakat itu kamu membersihkan dan mensucikan mereka (QS. At-Taubah: 103)"
— QS. At-Taubah: 103
"Hai orang-orang yang beriman, sesungguhnya (meminum) khamar, berjudi, (berkorban untuk) berhala, mengundi nasib dengan panah adalah perbuatan keji termasuk perbuatan setan. Maka jauhilah perbuatan-perbuatan itu agar kamu mendapat keberuntungan (QS. Al-Maidah: 90)"
— QS. Al-Maidah: 90
"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu saling memakan harta sesamamu dengan jalan yang batil (QS. An-Nisa: 29)"
— QS. An-Nisa: 29
"Makan dan minumlah, dan janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan (QS. Al-A'raf: 31)"
— QS. Al-A'raf: 31
"Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanat kepada yang berhak menerimanya, dan (menyuruh kamu) apabila menetapkan hukum di antara manusia supaya kamu menetapkan dengan adil (QS. An-Nisa: 58)"
— QS. An-Nisa: 58
"Pedagang yang jujur dan terpercaya akan bersama para nabi, shiddiqin, dan syuhada (HR. Tirmidzi)"
— HR. Tirmidzi
"Barangsiapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam (HR. Bukhari dan Muslim)"
— HR. Bukhari dan Muslim

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Jangan cari harta yang banyak, tapi carilah harta yang berkah."

WHATSAPP

"Kejujuran adalah modal utama dalam berbisnis."

WHATSAPP

"Rezeki yang halal meskipun sedikit lebih baik dari yang haram berlimpah."

WHATSAPP

"Jangan pernah menunda zakat, karena di dalamnya ada hak orang lain."

WHATSAPP

"Hindari riba, karena ia adalah perang dari Allah."

WHATSAPP

"Bisnis yang sukses adalah yang membawa manfaat bagi banyak orang."

WHATSAPP

"Konsumsilah secukupnya, jangan berlebihan dan jangan kikir."

WHATSAPP

"Produksi yang baik adalah yang tidak merusak lingkungan dan masyarakat."

WHATSAPP

"Negara yang adil akan melahirkan ekonomi yang sejahtera."

WHATSAPP

"Ilmu ekonomi Islam adalah kunci untuk hidup berkah."

WHATSAPP