Tafsir Surat 'abasa

Ustadz Abdullah Zaen M.A.
23 March 2025 • 1 VIEWS • Durasi: 41:06 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

DENGARKAN AUDIO KAJIAN

tafsir-surah-abasa-ustadz-abdullah-zaen.mp3

DOWNLOAD

Kajian ini membahas tafsir Surah 'Abasa, surah ke-80 dalam Al-Qur'an, yang dimulai dengan teguran Allah kepada Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam karena bermuka masam dan berpaling dari seorang buta yang datang mencari ilmu, yaitu Abdullah bin Ummi Maktum. Ustadz Abdullah Zaen menjelaskan latar belakang turunnya surah ini, pesan moral tentang adab terhadap sesama, dan pentingnya menghargai setiap orang yang datang untuk belajar agama. Surah ini juga mengingatkan tentang nikmat Allah, hari kiamat, dan nasib manusia berdasarkan amalnya. Kajian disampaikan dengan gaya semi-transkrip yang memadukan penjelasan ayat, dalil, dan nasihat praktis.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Dia (Muhammad) bermuka masam dan berpaling, karena seorang buta datang kepadanya."
— QS. 'Abasa: 1-2
"Dan tahukah kamu, boleh jadi dia ingin membersihkan dirinya (dari dosa)."
— QS. 'Abasa: 3
"Sekali-kali jangan (demikian)! Sesungguhnya (Al-Qur'an) itu adalah peringatan."
— QS. 'Abasa: 11
"Di dalam lembaran yang dimuliakan, yang ditinggikan, dan disucikan."
— QS. 'Abasa: 13-14
"Binasalah manusia! Alangkah kufurnya dia."
— QS. 'Abasa: 17
"Dari apakah Dia menciptakannya? Dari setetes air mani, lalu Dia menciptakannya dan menyempurnakannya."
— QS. 'Abasa: 18-19
"Kemudian Dia mematikannya, lalu menguburkannya. Kemudian jika Dia menghendaki, Dia membangkitkannya kembali."
— QS. 'Abasa: 21-22
"Maka hendaklah manusia memperhatikan makanannya."
— QS. 'Abasa: 24
"Sesungguhnya Kami benar-benar mencurahkan air (dari langit). Kemudian Kami belah bumi dengan sebaik-baiknya."
— QS. 'Abasa: 25-26
"Pada hari itu manusia lari dari saudaranya, dari ibu dan bapaknya, dari istri dan anak-anaknya."
— QS. 'Abasa: 34-36

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Jangan pernah meremehkan orang yang datang kepadamu untuk belajar agama."

WHATSAPP

"Ilmu tidak memandang status, yang penting adalah keikhlasan hati."

WHATSAPP

"Setiap jiwa berharga di sisi Allah, jangan pilih kasih dalam dakwah."

WHATSAPP

"Al-Qur'an adalah petunjuk hidup, maka bacalah dengan penuh penghayatan."

WHATSAPP

"Rendah hatilah, karena engkau berasal dari setetes air yang hina."

WHATSAPP

"Syukuri setiap suapan makanan, karena di baliknya ada kuasa Allah."

WHATSAPP

"Hari kiamat begitu dahsyat, jangan sampai engkau lalai mempersiapkannya."

WHATSAPP

"Amal saleh adalah bekal terbaik untuk kehidupan setelah mati."

WHATSAPP

"Jangan sombong dengan ilmu atau harta, karena semua itu titipan."

WHATSAPP

"Kematian adalah pintu menuju kehidupan abadi, maka bersiaplah."

WHATSAPP