Taubat dari Harta Haram

Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi M.A.
23 March 2025 • 1 VIEWS • Durasi: 41:00 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP TELEGRAM

Kajian ini membahas tentang pentingnya bertaubat dari harta haram, baik yang diperoleh melalui riba, penipuan, suap, atau cara-cara yang tidak diridhai Allah. Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi menekankan bahwa taubat dari harta haram tidak cukup hanya dengan menyesal dan berhenti, tetapi harus disertai dengan mengembalikan harta tersebut kepada pemiliknya atau ahli warisnya. Jika pemiliknya tidak diketahui, maka harta tersebut harus disalurkan untuk kepentingan umum dengan niat melepaskan diri dari tanggung jawab. Beliau juga mengingatkan bahwa harta haram akan menjadi penghalang terkabulnya doa dan menjadi sumber keburukan di dunia dan akhirat. Kajian ini memberikan panduan praktis bagi siapa saja yang ingin membersihkan hartanya dan kembali kepada jalan yang halal.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan tinggalkan sisa riba (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman."
— QS. Al-Baqarah: 278
"Dan janganlah sebagian kamu memakan harta sebagian yang lain di antara kamu dengan jalan yang batil."
— QS. Al-Baqarah: 188
"Sesungguhnya Allah hanya menerima amal dari orang-orang yang bertakwa."
— QS. Al-Maidah: 27
"Dan barangsiapa yang bertaubat dan mengerjakan amal yang saleh, maka sesungguhnya dia bertaubat kepada Allah dengan taubat yang sebenar-benarnya."
— QS. Al-Furqan: 71
"Harta dan anak-anak adalah perhiasan kehidupan dunia, tetapi amal kebajikan yang kekal adalah lebih baik pahalanya di sisi Tuhanmu."
— QS. Al-Kahfi: 46
"Wahai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memakan harta sesamamu dengan cara yang batil, kecuali dengan jalan perniagaan yang berlaku dengan suka sama suka di antara kamu."
— QS. An-Nisa: 29
"Dan janganlah kamu mendekati harta anak yatim, kecuali dengan cara yang lebih baik (bermanfaat) sampai ia dewasa."
— QS. Al-An'am: 152
"Sesungguhnya orang-orang yang memakan harta anak yatim secara zalim, sebenarnya mereka itu menelan api sepenuh perutnya dan mereka akan masuk ke dalam api yang menyala-nyala (neraka)."
— QS. An-Nisa: 10
"Dan janganlah kamu saling memfitnah, menggunjing, dan saling memakan harta dengan cara yang batil."
— QS. Al-Hujurat: 12
"Barangsiapa yang mengerjakan kebaikan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya. Dan barangsiapa yang mengerjakan kejahatan seberat zarrah, niscaya dia akan melihat (balasan)nya."
— QS. Az-Zalzalah: 7-8

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Taubat dari harta haram tidak cukup dengan istigfar, harus ada pengembalian hak."

WHATSAPP

"Harta haram akan menjadi penghalang doa kita."

WHATSAPP

"Jangan pernah meremehkan dosa dari harta haram."

WHATSAPP

"Niat baik tidak akan menghalalkan cara yang haram."

WHATSAPP

"Harta yang halal meskipun sedikit lebih berkah daripada harta haram yang banyak."

WHATSAPP

"Kembalikan hak orang lain sebelum kamu bertaubat."

WHATSAPP

"Harta haram akan menjadi saksi di akhirat nanti."

WHATSAPP

"Jangan biarkan harta haram mengotori hatimu."

WHATSAPP

"Bertaubatlah sekarang sebelum ajal menjemput."

WHATSAPP

"Hidup sederhana dengan harta halal membawa ketenangan."

WHATSAPP