Tidak Beribadah Kecuali Kepada Allah ○
DENGARKAN AUDIO KAJIAN
tidak-beribadah-kecuali-kepada-allah-nizar.mp3
Kajian ini melanjutkan pembahasan surah Az-Zariyat ayat 52 dan 53. Ayat ini berisi terjemahan, "Demikianlah tidak seorang rasul pun yang datang kepada orang-orang yang sebelum mereka, melainkan mereka mengatakan, 'Dia itu adalah seorang tukang sihir atau seorang gila.' Apakah mereka saling berpesan tentang apa yang dikatakan itu? Sebenarnya mereka adalah kaum yang melampaui batas."
Tafsir ayat 52 menjelaskan bahwa Allah menghibur Rasulullah ﷺ dari pendustaan kaum musyrikin yang mencaci maki beliau. Caciaan seperti "tukang sihir" atau "orang gila" adalah kebiasaan para pendosa yang mendustakan para rasul sejak dahulu. Setiap rasul yang diutus selalu dituduh dengan hal serupa oleh kaumnya. Hal ini memberikan hiburan psikologis bagi Rasulullah ﷺ, bahwa beliau bukanlah yang pertama mengalami tuduhan dan celaan tersebut. Nabi dan rasul sebelumnya juga mendapatkan tuduhan yang sama, sehingga ini menjadi penguat bahwa beliau berada di jalan yang benar.
Kemudian dilanjutkan dengan tafsir ayat 53. Imam Ibnul Qayyim rahimahullah dalam kitabnya "Adda waddawa" menyatakan, "Tidak ada satu maksiat pun di muka bumi ini yang baru. Semua maksiat dan pelanggaran hukum itu adalah warisan dari umat terdahulu." Beliau menegaskan bahwa "Almujrim akhul mujrim" (orang yang berbuat dosa adalah saudara bagi orang yang berbuat dosa lainnya), sebagaimana seorang Muslim adalah saudara bagi Muslim lainnya. Ini menunjukkan adanya kesamaan hati orang-orang kafir ("anna qulubal kuffari mutasyabiha" atau "tasyabahat qulubuhum"), yang membuat perbuatan mereka juga serupa dalam memusuhi kebenaran. Rasulullah ﷺ bersabda bahwa orang kafir itu "millah wahidah" (satu rumpun/agama). Karenanya, kita harus menyadari bahwa orang Yahudi dan Nasrani tidak akan pernah ridha kepada orang-orang beriman sampai mereka mengikuti jalan mereka.
Setiap orang yang berjalan di atas kebenaran pasti akan dimusuhi. Godaan bagi orang yang berhijrah justru akan lebih berat dan banyak dimusuhi. Ibnu Qayyim rahimahullah memberikan perumpamaan tiga rumah untuk menggambarkan hal ini: rumah homestay (tempat singgah setan), rumah pribadi biasa (sedikit godaan), dan rumah penuh berlian, permata, emas, dengan penjagaan super ketat. Setan akan lebih berupaya keras untuk masuk ke rumah yang paling berharga dan terjaga. Begitu pula dengan orang beriman; semakin kuat imannya, semakin banyak ujian yang datang.
Ustadz juga menyinggung tentang pentingnya mengingat Allah (dzikir). Mengingat Allah akan meningkatkan semangat beribadah, mendekatkan diri pada ketaatan, dan menjauhkan dari maksiat. Namun, ini harus dilakukan untuk diri sendiri, bukan untuk diceritakan kepada orang lain agar tidak merusak ketulusan tobat.
Pada sesi tanya jawab, ada pertanyaan tentang menikah dengan akhwat namun harus tinggal di kampungnya dan mengikuti adat istiadat setempat seperti tahlilan kematian. Ustadz mengingatkan, "Siapa yang mengharuskan Anda untuk tinggal di sana?" Ini menyiratkan bahwa seorang Muslim harus selektif dalam memilih pasangan dan lingkungan, serta tidak berkompromi dengan adat yang bertentangan dengan syariat.
POINTERS & CONCLUSIONS
- Surah Az-Zariyat ayat 52-53 merupakan penghibur bagi Rasulullah ﷺ dari tuduhan kaum musyrikin.
- Para rasul sebelum Nabi Muhammad ﷺ juga menghadapi tuduhan serupa (penyihir, orang gila).
- Hati orang-orang kafir memiliki kemiripan (tasyabahat qulubuhum) dalam memusuhi kebenaran.
- "Almujrim akhul mujrim" (orang yang berbuat dosa adalah saudara bagi orang yang berbuat dosa lainnya) menggambarkan kesamaan tujuan para pelaku maksiat.
- Orang yang berjalan di atas kebenaran, terutama setelah berhijrah, akan menghadapi lebih banyak permusuhan dan ujian.
- Ibnu Qayyim mengumpamakan hati orang beriman yang kuat seperti rumah berharga yang dijaga ketat, menjadi target utama setan.
- Mengingat Allah (dzikir) akan meningkatkan semangat ibadah, ketaatan, dan menjauhkan diri dari maksiat.
- Pentingnya selektif dalam memilih pasangan dan lingkungan, serta tidak berkompromi dengan adat istiadat yang bertentangan dengan syariat Islam.
DALIL & REFERENCES
KATA BIJAK UNTUK STATUS
"Setiap rasul diutus selalu dituduh tukang sihir atau gila, ini hiburan bagi yang berjalan di kebenaran."
"Hati orang kafir itu serupa, mereka bersatu dalam memusuhi kebenaran dan para penyerunya."
"Orang yang berbuat dosa adalah saudara bagi pelaku dosa lainnya, mereka saling mewarisi maksiat."
"Semakin berharga iman seseorang, semakin berat ujian dan godaan yang menimpanya."
"Jangan heran jika setelah hijrah ujian bertambah, itu tanda imanmu sedang dijaga Allah."
"Setan lebih gencar menggoda rumah yang penuh emas permata, yaitu hati orang beriman kuat."
"Dzikir kepada Allah akan menguatkan semangat ibadah dan menjauhkan kita dari maksiat."
"Jangan ceritakan tobatmu pada orang lain agar ketulusannya tidak rusak oleh pujian."
"Siapa yang mengharuskanmu tinggal di lingkungan yang memaksamu melanggar syariat? Pilihlah dengan bijak."
"Jangan berkompromi dengan adat yang bertentangan dengan agama, karena ridha Allah lebih utama."