Kitab Tsalatsatul-Ushul Tujuan Diutusnya Rasul

Ustadz Sofyan Chalid Bin Idham Ruray Lc.
23 March 2025 • 1 VIEWS • Durasi: 49:49 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

Kajian ini membahas tujuan utama diutusnya para rasul, khususnya berdasarkan kitab Tsalatsatul-Ushul. Ustadz Sofyan Chalid menjelaskan bahwa setiap rasul diutus untuk mengajak manusia kepada tauhid, yaitu mengesakan Allah dalam ibadah, serta meninggalkan segala bentuk kesyirikan. Beliau menekankan bahwa misi ini bersifat universal, dari Nabi Nuh hingga Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam. Dalil utama yang disampaikan adalah firman Allah dalam Surah An-Nahl ayat 36 yang artinya, 'Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada setiap umat (untuk menyerukan): Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut.' Selain itu, disebutkan pula Surah Al-Anbiya ayat 25 yang menegaskan bahwa tidak ada Tuhan selain Allah. Kajian ini juga mengupas makna thaghut sebagai segala sesuatu yang diibadahi selain Allah dan ia rela dengan peribadahan tersebut. Ustadz Sofyan mengingatkan bahwa banyak manusia yang terjatuh dalam kesyirikan karena mengikuti hawa nafsu dan tradisi leluhur. Oleh karena itu, penting bagi setiap muslim untuk mempelajari tauhid dan menjauhi segala bentuk kesyirikan. Implikasi praktisnya adalah kita harus senantiasa memperbaiki niat dan amalan agar murni karena Allah semata.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada setiap umat (untuk menyerukan): Sembahlah Allah dan jauhilah thaghut."
— QS. An-Nahl: 36
"Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum engkau (Muhammad) melainkan Kami wahyukan kepadanya bahwa tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) selain Aku, maka sembahlah Aku."
— QS. Al-Anbiya: 25
"Hanya kepada Engkaulah kami menyembah dan hanya kepada Engkaulah kami memohon pertolongan."
— QS. Al-Fatihah: 5
"Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka beribadah kepada-Ku."
— QS. Adz-Dzariyat: 56
"Dan apa yang diberikan rasul kepadamu, maka terimalah; dan apa yang dilarangnya bagimu, maka tinggalkanlah."
— QS. Al-Hasyr: 7
"Sesungguhnya Kami telah mengutus Nuh kepada kaumnya, lalu ia berkata: 'Wahai kaumku, sembahlah Allah, tidak ada Tuhan bagimu selain Dia.'"
— QS. Al-A'raf: 59
"Barangsiapa yang kafir kepada thaghut dan beriman kepada Allah, maka sungguh ia telah berpegang kepada tali yang sangat kuat yang tidak akan putus."
— QS. Al-Baqarah: 256
"Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik, dan Dia mengampuni dosa selain itu bagi siapa yang Dia kehendaki."
— QS. An-Nisa: 48
"Maka bertakwalah kepada Allah semampumu, dengarlah dan taatlah."
— QS. At-Taghabun: 16
"Dan barangsiapa yang mentaati Allah dan Rasul-Nya, maka sungguh ia telah mendapat kemenangan yang besar."
— QS. Al-Ahzab: 71

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Tauhid adalah fondasi yang membuat amal kita bernilai di sisi Allah."

WHATSAPP

"Jangan pernah takut kepada celaan orang-orang yang mencela, karena Allah bersama orang yang bertakwa."

WHATSAPP

"Setiap ibadah yang tidak didasari tauhid, akan sia-sia belaka."

WHATSAPP

"Kesyirikan adalah dosa yang menghapus seluruh kebaikan."

WHATSAPP

"Kita harus berani meninggalkan tradisi yang bertentangan dengan tauhid."

WHATSAPP

"Doa adalah inti ibadah, jangan pernah memintanya kepada selain Allah."

WHATSAPP

"Kemenangan akhir adalah bagi mereka yang sabar dan istiqamah."

WHATSAPP

"Mengenal rasul adalah jalan untuk mengenal Allah."

WHATSAPP

"Ikhlas dalam beramal adalah kunci diterimanya ibadah."

WHATSAPP

"Hidup ini hanya sekali, jangan sampai kita mati dalam kesyirikan."

WHATSAPP

"Belajar tauhid adalah kewajiban yang tidak boleh ditunda."

WHATSAPP

"Jadilah hamba yang selalu merindukan pertemuan dengan Allah."

WHATSAPP