Umur Lebih Panjang dan Hidup Lebih Berkah dengan Menjaga

Ustadz Abdullah Zaen M.A.
17 June 2026 • 1 VIEWS • Durasi: 46:42 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP TELEGRAM

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh. Alhamdulillah, pada kesempatan yang mulia ini kita akan membahas satu topik yang sangat penting dalam agama kita, yaitu tentang menjaga silaturahim. Topik ini, sebagaimana judulnya, menjanjikan berkah yang luar biasa: umur yang lebih panjang dan kehidupan yang lebih berkah.

Silaturahim berasal dari kata 'silah' yang berarti hubungan, dan 'rahim' yang berarti kasih sayang atau kekerabatan. Jadi, silaturahim adalah menyambung tali kekerabatan, menjaga hubungan baik dengan keluarga, sanak saudara, kerabat jauh maupun dekat. Ini bukan sekadar adat istiadat, melainkan perintah agama yang memiliki fondasi kuat dalam Al-Qur'an dan Sunnah.

Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman dalam Al-Qur'an Surah An-Nisa ayat 1 yang artinya, "Bertakwalah kepada Tuhanmu yang telah menciptakan kamu dari seorang diri, dan daripadanya Allah menciptakan istrinya; dan daripada keduanya Allah memperkembang biakkan laki-laki dan perempuan yang banyak. Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu." Ayat ini secara jelas menunjukkan pentingnya menjaga hubungan kekerabatan sebagai bagian dari ketakwaan kepada Allah.

Dalam banyak hadis Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam, kita menemukan penekanan yang kuat tentang keutamaan silaturahim. Salah satu dalil paling masyhur adalah sabda Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam yang diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim, "Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahimnya." Hadis ini adalah inti dari pembahasan kita hari ini. Ia menghubungkan secara langsung antara silaturahim dengan dua karunia besar: kelapangan rezeki dan panjangnya umur.

Panjang umur di sini bukan hanya berarti pertambahan kuantitas tahun, tetapi juga kualitas umur itu sendiri. Umur yang berkah, meskipun singkat, bisa jadi lebih bermanfaat dan penuh kebaikan daripada umur panjang yang hampa makna. Rezeki yang diluaskan juga bukan hanya materi, tetapi bisa juga berupa kesehatan, kebahagiaan, kemudahan dalam urusan, dan ketenangan jiwa.

Bagaimana cara kita menjaga silaturahim di zaman sekarang? Tidak selalu harus dengan kunjungan fisik. Meskipun itu yang terbaik, namun dengan kemajuan teknologi, kita bisa menggunakan telepon, video call, atau pesan singkat untuk tetap terhubung. Mengucapkan salam, menanyakan kabar, atau sekadar memberi perhatian sudah termasuk bentuk silaturahim. Yang terpenting adalah adanya komunikasi dan kepedulian. Bahkan, memaafkan kesalahan kerabat, menjenguk yang sakit, atau ikut berbela sungkawa saat ada musibah juga merupakan bagian penting dari silaturahim.

Lalu, apa akibatnya jika kita memutuskan silaturahim? Nabi Shallallahu 'alaihi wa Sallam bersabda, "Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan tali silaturahim." (HR Bukhari dan Muslim). Ini adalah ancaman yang sangat serius. Memutus silaturahim adalah dosa besar yang dapat menghalangi seseorang dari surga. Ini menunjukkan betapa tinggi kedudukan silaturahim dalam Islam.

Selain itu, memutus silaturahim juga akan menyebabkan kesempitan rezeki, kegelisahan hati, dan ketidakharmonisan dalam hidup. Masyarakat yang anggotanya saling memutuskan hubungan akan mudah terpecah belah dan rapuh. Sebaliknya, masyarakat yang saling menjaga silaturahim akan menjadi kuat, kokoh, dan penuh kasih sayang.

Maka dari itu, mari kita jadikan silaturahim sebagai prioritas dalam hidup kita. Jangan menunggu, jangan menunda. Jadilah pihak yang memulai, meskipun kadang terasa berat atau ada rasa enggan. Ingatlah janji Allah dan Rasul-Nya. Dengan menjaga silaturahim, kita tidak hanya mendapatkan kebaikan di dunia ini, tetapi juga pahala yang besar di akhirat kelak. Semoga Allah senantiasa membimbing kita untuk menjadi hamba-hamba-Nya yang selalu menjaga tali persaudaraan.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Dan bertakwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) nama-Nya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim. Sesungguhnya Allah selalu menjaga dan mengawasi kamu."
— QS. An-Nisa: 1 • REFERENCE LINK
"Barangsiapa yang ingin diluaskan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung silaturahimnya."
— HR. Bukhari no. 2067 dan Muslim no. 2557 • REFERENCE LINK
"Dan orang-orang yang menghubungkan apa-apa yang Allah perintahkan supaya dihubungkan, dan mereka takut kepada Tuhannya dan takut kepada hisab yang buruk."
— QS. Ar-Ra'd: 21 • REFERENCE LINK
"Tidak akan masuk surga orang yang memutuskan tali silaturahim."
— HR. Bukhari no. 5984 dan Muslim no. 2556 • REFERENCE LINK
"Sesungguhnya rahmat Allah itu dekat kepada orang-orang yang berbuat baik."
— QS. Al-A'raf: 56 • REFERENCE LINK

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Ikatan keluarga adalah harta tak ternilai, rajutlah ia dengan keikhlasan dan kesabaran."

WHATSAPP

"Rezeki tak hanya datang dari kerja keras, tapi juga dari senyum tulus kerabat yang kita sambangi."

WHATSAPP

"Bukan seberapa panjang umurmu, tapi seberapa berkah setiap napas yang kau hirup bersama keluarga."

WHATSAPP

"Kehidupan yang paling lapang adalah yang hatinya tak pernah putus menyayangi sanak saudara."

WHATSAPP

"Jangan biarkan jarak memutus kedekatan, karena kasih sayang sejati melampaui batasan ruang."

WHATSAPP

"Sebuah pesan singkat bisa menjadi jembatan pengingat akan kehadiranmu dalam hidup mereka."

WHATSAPP

"Memaafkan adalah langkah pertama dalam menyambung kembali benang yang nyaris terputus."

WHATSAPP

"Ketentraman jiwa hadir saat kita merajut silaturahim, bukan saat memutuskannya."

WHATSAPP

"Di setiap uluran tangan pada kerabat, ada pintu rezeki dan keberkahan yang terbuka lebar."

WHATSAPP

"Kehidupan ini singkat, jadikan setiap momen untuk menabur kebaikan, terutama pada lingkaran terdekatmu."

WHATSAPP