Umur yang Kedua

Ustadz Ammi Nur Baits S.T. B.A.
23 March 2025 • 1 VIEWS • Durasi: 1:10:20 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP TELEGRAM

Kajian ini membahas tentang konsep 'umur yang kedua' dalam Islam, yaitu kesempatan yang Allah berikan kepada hamba-Nya untuk memperbaiki diri setelah melewati masa lalu yang penuh dosa. Ustadz Ammi Nur Baits menjelaskan bahwa setiap manusia pasti memiliki catatan amal, dan Allah Maha Pengampun bagi siapa saja yang benar-benar bertobat. Beliau menekankan pentingnya memanfaatkan waktu yang tersisa untuk beribadah dan meninggalkan maksiat. Kajian ini juga mengingatkan bahwa kematian bisa datang kapan saja, sehingga kita harus selalu siap dengan bekal amal saleh. Dengan memahami konsep ini, diharapkan kita bisa lebih bersemangat dalam berbuat kebaikan dan tidak putus asa dari rahmat Allah.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

"Katakanlah, 'Wahai hamba-hamba-Ku yang melampaui batas terhadap diri mereka sendiri, janganlah kamu berputus asa dari rahmat Allah. Sesungguhnya Allah mengampuni dosa-dosa semuanya.'"
— QS Az-Zumar: 53
"Dua nikmat yang sering dilalaikan oleh manusia: kesehatan dan waktu luang."
— HR Bukhari
"Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu beruntung, yaitu yang khusyuk dalam salatnya, yang menjauhkan diri dari perkataan sia-sia, yang menunaikan zakat, yang menjaga kemaluannya, dan yang memelihara amanat dan janjinya."
— QS Al-Mu'minun: 1-8
"Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam."
— HR Bukhari dan Muslim
"Perbanyaklah mengingat pemutus kenikmatan (kematian)."
— HR Tirmidzi
"Sesungguhnya Allah menerima tobat seorang hamba selama nyawanya belum sampai di tenggorokan."
— HR Tirmidzi
"Barang siapa yang mengerjakan kebaikan seberat biji sawi, niscaya ia akan melihat balasannya."
— QS Az-Zalzalah: 7
"Janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan, dan hati, semuanya itu akan dimintai pertanggungjawaban."
— QS Al-Isra: 36
"Sebaik-baik manusia adalah yang paling bermanfaat bagi manusia lainnya."
— HR Ahmad
"Tidak akan tergelincir kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang empat hal: tentang umurnya untuk apa ia habiskan, tentang ilmunya untuk apa ia amalkan, tentang hartanya dari mana ia peroleh dan ke mana ia belanjakan, dan tentang tubuhnya untuk apa ia gunakan."
— HR Tirmidzi

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Jangan pernah menunda tobat, karena kematian tidak pernah memberi aba-aba."

WHATSAPP

"Setiap detik yang kau miliki adalah anugerah, jangan sia-siakan dengan hal sia-sia."

WHATSAPP

"Tobat bukan hanya ucapan, tapi perubahan nyata dalam hidup."

WHATSAPP

"Kebaikan sekecil apa pun akan menjadi bekal berharga di akhirat."

WHATSAPP

"Lisanmu bisa menjadi pintu surga atau neraka, pilihlah dengan bijak."

WHATSAPP

"Hati yang bersih akan melahirkan ucapan yang menyejukkan."

WHATSAPP

"Kematian adalah guru terbaik yang mengajarkan kita untuk tidak terlena."

WHATSAPP

"Jangan bandingkan dirimu dengan orang lain, tapi bandingkan dengan dirimu yang kemarin."

WHATSAPP

"Setiap hari adalah lembaran baru untuk menulis amal baik."

WHATSAPP

"Rahmat Allah lebih luas dari dosa-dosamu, jangan pernah berputus asa."

WHATSAPP