20 Kiat Menghindari Futur ○
DENGARKAN AUDIO KAJIAN
20-kiat-menghindari-futur-najmi.mp3
Futur diartikan sebagai penurunan keimanan, dari yang semula semangat dan rajin menjadi lamban, malas, dan enggan beribadah. Kondisi ini adalah sebuah musibah dan penyakit hati yang dapat dialami oleh setiap muslim. Keimanan seseorang memang cenderung berubah-ubah, kadang naik dan kadang turun. Yang kita harapkan adalah, jika iman itu turun, penurunannya tidak terlalu drastis dan segera bangkit kembali.
Rasulullah ﷺ bersabda, “Sesungguhnya setiap amal itu memiliki masa semangat dan juga masa jenuh.” Beliau melanjutkan bahwa barang siapa yang di masa jenuhnya terjerumus kepada bid’ah, maka sungguh ia telah tersesat. Namun, barang siapa yang di masa jenuhnya tetap berpegang teguh pada sunnah, meski imannya turun, ia tetap di atas syariat dan mendapatkan hidayah. Oleh karena itu, saat futur melanda, kita harus tetap menjaga diri di atas sunnah dan tidak beralih kepada hal-hal yang tidak disyariatkan.
Ustadz Najmi Umar Bakkar telah menulis 20 kiat untuk menghindari futur. Beberapa kiat penting yang dibahas dalam kajian ini antara lain:
- Merenungkan tanda-tanda kekuasaan Allah: Dengan banyak berzikir dan bertafakur akan penciptaan alam semesta yang luar biasa, bahkan merenungkan diri kita sendiri sebagai ciptaan terbaik, akan membangkitkan kesadaran dan mendekatkan kita kepada Allah.
- Mengingat pedihnya azab Allah: Sering-sering mengingat azab Allah, siksa neraka, dan kisah-kisah kaum terdahulu yang diazab, akan menumbuhkan rasa takut (khauf) kepada Allah. Rasa takut ini penting untuk mengokohkan iman dan memotivasi kita untuk terus berbuat baik, terutama saat di luar suasana ibadah.
- Berteman dengan orang-orang saleh: Teman memiliki pengaruh besar terhadap agama, akhlak, dan ibadah seseorang. Nabi ﷺ bersabda bahwa seseorang itu tergantung kepada agama teman dekatnya. Maka, pilihlah teman yang bertakwa dan terlihat jelas pada diri mereka rasa takut yang tinggi kepada Allah.
Penerapan kiat-kiat ini diharapkan dapat membantu setiap individu dan keluarga untuk sama-sama mengamalkan Islam secara kaffah, serta membentuk rumah tangga yang tegak di atas ketakwaan, sakinah, mawaddah, dan rahmah.
Mengenai pertanyaan bolehkah berzikir menggunakan tasbih atau tasbih digital, hal tersebut dibolehkan. Allah memerintahkan kita untuk berzikir kepada-Nya sebanyak-banyaknya di setiap waktu, sehingga penggunaan alat bantu hitung seperti tasbih dapat memudahkan seseorang dalam berzikir tanpa melupakan jumlahnya.
POINTERS & CONCLUSIONS
- Definisi futur sebagai penurunan iman dan kelalaian dalam ibadah.
- Iman itu bersifat fluktuatif, kadang naik kadang turun, bukan stabil seperti malaikat.
- Pentingnya tetap berada di atas sunnah dan menghindari bid'ah saat mengalami futur.
- Merenungkan tanda-tanda kekuasaan Allah sebagai cara membangkitkan kesadaran dan iman.
- Mengingat pedihnya azab Allah untuk menumbuhkan rasa takut dan motivasi beramal.
- Memilih teman-teman yang saleh karena pengaruhnya yang besar terhadap agama dan akhlak.
- Keluarga perlu saling mendukung untuk menghindari futur dan mengamalkan Islam secara kaffah.
- Hukum menggunakan tasbih atau tasbih digital untuk berzikir adalah diperbolehkan.
KATA BIJAK UNTUK STATUS
"Futur adalah musibah hati, segera bangkit sebelum iman makin terpuruk."
"Iman naik turun itu wajar, pastikan saat turun kita tetap di atas sunnah."
"Perhatikan tanda-tanda kekuasaan Allah agar kesadaran dan iman bangkit kembali."
"Ingatlah pedihnya azab Allah, rasa takut itu akan mengokohkan imanmu."
"Pilihlah teman yang saleh, karena agama seseorang tergantung teman dekatnya."
"Saat futur melanda, jangan beralih ke bid'ah, berpegang teguhlah pada sunnah."
"Keluarga yang saling mendukung adalah benteng kuat menghindari futur."
"Zikir dengan tasbih atau digital diperbolehkan, asal hati tetap khusyuk."
"Rasa takut kepada Allah adalah motivasi terkuat untuk terus beramal saleh."
"Merenungkan diri sendiri sebagai ciptaan terbaik mendekatkan kita pada Allah."