Catatan Harian Istri yang Belajar Bersyukur ○
DENGARKAN AUDIO KAJIAN
catatan-harian-istri-yang-belajar-bersyukur-dr.mp3
Pembahasan mengenai istri yang pandai bersyukur sangatlah penting. Rasulullah ﷺ telah mengabarkan bahwa banyak wanita tidak pandai bersyukur terhadap suami dan sering mengingkari kebaikan suami, yang menjadi sebab terbesar mereka masuk neraka jahanam. Rasulullah ﷺ bersabda, "Wahai para wanita, bersedekahlah, karena kebanyakan kalian adalah penghuni neraka jahanam." Ketika ditanya sebabnya, beliau menjawab, "Karena kalian kufur kepada suami, suka mengeluh, dan suka melaknat." Kufur di sini diartikan sebagai kufur kecil, namun termasuk dosa besar karena disebut sebagai penyebab utama wanita menjadi penghuni neraka.
Maka, seorang wanita yang ingin selamat dunia dan akhirat harus berusaha menjadi pribadi yang pandai bersyukur kepada Allah dan kepada manusia yang telah berbuat baik kepadanya, terutama suaminya. Setelah menunaikan hak Allah dan Rasulullah, menunaikan hak suami adalah prioritas agung bagi seorang istri. Para ulama bahkan menyatakan bahwa setelah menikah, ketaatan seorang istri kepada suaminya lebih utama daripada kepada kedua orang tuanya, khususnya dalam masalah rumah tangga. Ini demi terwujudnya rumah tangga yang nyaman, tentram, dan menjadi sumber kebaikan bagi generasi mendatang.
Besarnya hak suami ditegaskan dalam hadis, "Kalau saya boleh menyuruh seorang untuk sujud (penghormatan) kepada selain Allah, maka aku akan perintahkan wanita sujud kepada suaminya." Selain itu, Rasulullah ﷺ pernah bertanya kepada seorang wanita tentang sikapnya terhadap suami. Wanita itu menjawab, "Aku berusaha semaksimal mungkin berbuat baik dan berkhidmat kepadanya kecuali aku tidak mampu." Rasulullah ﷺ bersabda kepadanya, "Lihatlah bagaimana sikapmu terhadap suamimu, sesungguhnya suamimu adalah surgamu atau nerakamu." Ini menunjukkan bahwa keridaan suami sangat menentukan nasib seorang istri di akhirat.
Seorang istri salehah akan selalu berupaya mencari keridaan suami. Bahkan, di antara ciri wanita penghuni surga adalah yang selalu kembali kepada suaminya jika terjadi perselisihan, dengan berkata, "Wahai suamiku, aku tidak bisa tidur sampai kau rida kepadaku." Wanita terbaik juga adalah yang menyenangkan suami jika suami memandangnya, taat jika suami memerintahkannya, dan tidak menyelisihi suami terkait dirinya maupun hartanya. Segala tindakannya berputar pada upaya meraih keridaan suami.
Sebagaimana seorang anak berusaha keras menyenangkan orang tua demi keridaan Allah, seorang istri juga harus bersabar dan berusaha menyenangkan suaminya. Hak suami bahkan lebih besar daripada hak orang tua setelah menikah. Oleh karena itu, jangan mengangkat suara di hadapan suami, berlemah lembut, dan tahan emosi demi meraih keridaan Allah. Ingat sabda Nabi ﷺ, "Tidaklah bersyukur kepada Allah orang yang tidak bersyukur kepada manusia." Dan manusia yang paling berhak disyukuri seorang wanita adalah suaminya.
Hadis "Allah tidak melihat kepada seorang wanita yang tidak bersyukur kepada suaminya padahal dia selalu butuh kepadanya" menunjukkan bahwa tidak bersyukur kepada suami adalah dosa besar. "Tidak melihat" di sini diartikan sebagai tidak memandang dengan pandangan rahmat, melainkan dengan pandangan benci. Ini adalah ancaman yang sangat mengerikan. Wanita yang suka mengeluh, menuntut di luar kemampuan suami, atau mengangkat suara di hadapan suami, perlu bertakwa kepada Allah. Perhatikanlah wanita-wanita yang tidak memiliki suami; betapa beratnya kehidupan mereka tanpa sosok pelindung. Istri harus selalu sadar akan kebutuhannya terhadap suami dan senantiasa berterima kasih.
Kewajiban berterima kasih kepada suami adalah kewajiban yang berkesinambungan karena setiap hari istri membutuhkan suami untuk menafkahi, menemani, dan memberikan arahan. Sebuah penelitian (yang disebutkan oleh Ustadz) menyatakan bahwa wanita yang tidak suka bersyukur, marah-marah, dan mengeluh cenderung berumur lebih pendek karena tekanan batin. Sebaliknya, wanita yang santai, tenang, qanaah, dan bersyukur biasanya hidup lebih nyaman dan panjang umurnya. Suami juga akan lebih semangat dan produktif jika istrinya pandai menghargai dan berterima kasih kepadanya.
Beberapa sifat wanita yang sebaiknya dihindari:
- Al-Mannanah: Wanita yang suka mengungkit-ungkit kebaikannya atau bantuan keluarganya kepada suami.
- Al-Annanah: Wanita yang selalu mengeluh, meskipun tidak sakit.
- Al-Hannanah: Wanita yang selalu merindukan keluarga asalnya (kampung halaman) secara berlebihan, hingga melupakan tugasnya melayani suami dan keluarga barunya.
- Al-Haddaqah: Wanita yang pandangannya tajam melihat kemewahan orang lain, selalu menuntut suami untuk membeli barang-barang yang dimiliki tetangga atau teman.
- Al-Barraqah: Wanita yang sibuk merias diri secara berlebihan, bukan untuk suaminya, melainkan ketika keluar rumah atau bertemu teman.
- Al-Saddaqah: Wanita yang banyak bicara, suka teriak, pintar berdebat, dan selalu ingin mendominasi percakapan.
Agar menjadi wanita yang pandai bersyukur, ada beberapa kiat:
- Pahami bahwa nafkah suami adalah sesuai kemampuannya. Jangan menuntut di luar kemampuan suami karena itu haram.
- Seringlah melihat ke bawah dalam urusan duniawi, bukan ke atas. Dengan melihat orang yang lebih susah, kita akan lebih menghargai nikmat Allah.
- Hindari terlalu banyak bergaul dengan orang-orang berduit yang suka pamer kemewahan, kecuali jika mereka adalah orang-orang yang baik dan tidak suka pamer.
- Baca dan renungkan hadis-hadis tentang kehidupan Nabi ﷺ dan istri-istrinya yang penuh kesederhanaan, seperti Aisyah yang pernah melewati 60 hari tanpa api menyala di rumah, hanya mengandalkan kurma dan air.
Jika Allah tidak melihat dengan pandangan rahmat kepada istri yang tidak berterima kasih kepada suaminya, maka sebaliknya, Allah akan memandang dengan rahmat kepada istri yang senantiasa bersyukur kepada suaminya. Mengucapkan "Syukran zauji", "Jazakallah khairan", atau doa baik lainnya kepada suami akan mendatangkan rahmat Allah. Bersyukur adalah ibadah yang agung dan dapat menambah kenikmatan hidup. Sebaliknya, tidak bersyukur dapat menyebabkan nikmat dicabut secara perlahan tanpa disadari.
POINTERS & CONCLUSIONS
- Bersyukur kepada suami adalah kewajiban agama yang akan menentukan nasib istri di akhirat.
- Wanita yang kufur nikmat terhadap suami dan suka mengeluh termasuk penyebab utama masuk neraka jahanam.
- Hak suami sangatlah besar setelah hak Allah dan Rasulullah, bahkan lebih diutamakan daripada orang tua dalam konteks rumah tangga.
- Seorang istri yang salehah akan selalu berupaya mencari keridaan suami dalam segala hal.
- Hindari sifat-sifat buruk seperti mengungkit kebaikan, mengeluh, terlalu merindukan keluarga asal, iri dengan kemewahan orang lain, berlebihan bersolek untuk selain suami, dan banyak bicara.
- Nafkah suami disesuaikan dengan kemampuannya, istri haram menuntut di luar batas kemampuan suami.
- Seringlah melihat kepada orang yang di bawah kita dalam urusan duniawi untuk memupuk rasa syukur.
- Teladani kesederhanaan hidup Nabi Muhammad ﷺ dan istri-istrinya.
- Ungkapan terima kasih yang tulus dan berkelanjutan kepada suami mendatangkan rahmat dan keberkahan dari Allah.
- Ketidakbersyukuran dapat menghilangkan nikmat secara perlahan.
DALIL & REFERENCES
KATA BIJAK UNTUK STATUS
"Wanita yang tidak pandai bersyukur kepada suami, ingkar kebaikan, dan suka mengeluh adalah penghuni mayoritas neraka jah"
"Keridaan suamimu adalah surgamu, dan kemarahannya bisa menjadi nerakamu."
"Istri terbaik adalah yang menyejukkan hati suaminya saat dipandang dan patuh saat diperintah."
"Jangan menuntut suami melebihi kemampuannya; syariat mewajibkan nafkah sesuai kapasitasnya."
"Lihatlah ke bawah dalam urusan duniawi agar kamu tidak meremehkan nikmat yang telah Allah berikan."
"Menghargai dan berterima kasih kepada suami akan membuatnya lebih bahagia dan produktif."
"Wanita yang suka mengeluh dan tidak bersyukur, secara ilmiah dikatakan cenderung berumur lebih pendek."
"Berhati-hatilah dengan mengungkit kebaikan dan selalu iri terhadap harta orang lain, itu merusak kebahagiaan."
"Setiap ucapan terima kasih kepada suami adalah jalan turunnya rahmat Allah kepada kita."
"Nikmat akan terjaga dan bertambah jika kita bersyukur, namun akan hilang jika kita kufur."