Becoming Best Manusia Being ○
DENGARKAN AUDIO KAJIAN
becoming-best-manusia-being-abu.mp3
Kajian ini membahas tentang bagaimana menjadi manusia terbaik dalam pandangan Allah dan Rasul-Nya, bukan menurut penilaian manusia. Penilaian manusia seringkali bias, bahkan para nabi sekalipun pernah dianggap buruk oleh musuh-musuh dakwahnya.
Al-Qur'an menyebutkan secara global, bahwa orang-orang yang beriman dan beramal saleh merekalah sebaik-baik makhluk (QS Al-Bayyinah). Ini mencakup lebih dari sekadar manusia, bahkan dalam pandangan ulama, orang beriman dan beramal saleh bisa lebih baik dari malaikat. Mengapa? Karena malaikat diciptakan tanpa kelemahan dan godaan, sementara manusia berjuang melawan kelemahan, godaan setan, dan kesenangan duniawi. Perjuangan manusia dalam beribadah inilah yang membuat amal mereka diapresiasi tinggi oleh Allah.
Iman yang benar akan melahirkan keinginan untuk berani beramal saleh. Amal saleh ini akan berbuah pada kepedulian sosial, perhatian kepada sesama, dan kemanfaatan yang tersebar luas.
Salah satu indikator utama kebaikan akhlak adalah buah dari ibadah dan iman yang diterima. Jika ibadah seseorang benar, akhlaknya pun akan mulia. Rasulullah ﷺ bersabda, "Mukmin yang paling sempurna imannya adalah mukmin yang paling baik akhlaknya." Contohnya, seorang wanita yang rajin salat malam namun akhlaknya buruk kepada tetangga, Nabi ﷺ menyatakan dia termasuk penghuni neraka. Ini menunjukkan bahwa ibadah yang tidak melahirkan akhlak mulia bisa jadi tidak diterima.
Beberapa kriteria manusia terbaik menurut Al-Qur'an dan Hadis:
- Amar Makruf Nahi Munkar: Allah berfirman, "Kalian adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran" (QS Ali Imran 110). Ini adalah bentuk kepedulian sosial di tengah masyarakat.
- Belajar dan Mengajarkan Al-Qur'an: Nabi ﷺ bersabda, "Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al-Qur'an lalu mengajarkannya" (HR Muslim). Ini menunjukkan pentingnya berbagi ilmu dan kebaikan.
- Diharapkan Kebaikan dan Aman dari Kejahatan: Nabi ﷺ bersabda, "Sebaik-baik kalian adalah orang yang kebaikannya selalu diharapkan oleh orang lain, dan kejahatannya selalu membuat orang merasa aman" (HR Muslim). Ini menekankan pentingnya memberi manfaat dan tidak menyakiti orang lain.
- Terbaik kepada Keluarga: Nabi ﷺ bersabda, "Sebaik-baik kalian adalah yang terbaik kepada keluarganya, dan aku adalah yang terbaik kepada keluargaku" (HR Tirmidzi). Ini adalah perintah Allah dan wasiat Rasul untuk berbuat baik kepada istri dan anak. Kasar dan pelit kepada keluarga merupakan bentuk kedurhakaan kepada Allah dan Rasul-Nya.
- Suka Berbagi Makanan: Nabi ﷺ bersabda, "Sebaik-baik kalian adalah orang yang suka berbagi makanan" (HR Ahmad). Bahkan sekecil apa pun kebaikan, seperti sepotong kurma, sangat diapresiasi oleh Allah dan akan dibalas dengan pahala yang jauh lebih baik dari dunia dan isinya. Sebaliknya, dosa sekecil apa pun yang dibalas dengan azab teringan di neraka jauh lebih dahsyat dari penderitaan dunia.
- Panjang Umur dan Bagus Amalannya: Nabi ﷺ bersabda, "Manusia terbaik adalah manusia yang panjang umurnya dan bagus amalnya." Umur yang panjang diisi dengan ibadah dan amal saleh akan menambah pahala, menggugurkan dosa, memberikan ketentraman jiwa, dan hidayah. Ini akan membuat timbangan kebaikan lebih berat di akhirat, menentukan tingginya derajat di surga.
- Paling Bermanfaat bagi Manusia: Nabi ﷺ bersabda, "Sebaik-baik manusia adalah yang paling banyak memberi manfaat kepada orang lain." Bahkan, hamba Allah yang paling dicintai Allah adalah yang paling bermanfaat bagi manusia. Amal yang paling dicintai Allah adalah amal yang membuat orang lain bahagia.
Penting untuk diingat bahwa kebaikan akhlak harus didasari oleh iman dan ibadah yang benar. Kebaikan yang dilakukan tanpa iman kepada Allah dan hari akhir tidak akan diterima. Akhlak dalam Islam bersifat komprehensif, dimulai dengan akhlak kepada Allah (mentauhidkan-Nya dan beribadah hanya kepada-Nya) dan akhlak kepada Rasulullah ﷺ (mengikuti sunahnya), baru kemudian akhlak kepada sesama manusia. Berbuat baik karena niat duniawi, seperti ingin dipuji atau mendapat suara dalam pemilu, juga tidak akan diterima, bahkan bagi seorang muslim. Amal kebaikan orang kafir, meskipun bermanfaat bagi manusia, tidak akan diterima sebagai penentu surga karena tidak berlandaskan iman kepada Allah.
Tiga hal ini—iman, ibadah, dan akhlak—tidak bisa dipisahkan. Iman yang baik akan melahirkan ibadah yang baik, dan keduanya akan berbuah akhlak yang mulia. Jika akhlak seseorang buruk, itu pertanda ada masalah dalam iman atau ibadahnya.
POINTERS & CONCLUSIONS
- Manusia terbaik dinilai berdasarkan pandangan Allah dan Rasul-Nya, bukan manusia.
- Iman dan amal saleh adalah inti dari menjadi sebaik-baik makhluk.
- Akhlak mulia adalah buah nyata dari iman dan ibadah yang diterima.
- Kebaikan yang paling utama adalah amar makruf nahi munkar.
- Berbagi ilmu Al-Qur'an adalah ciri manusia terbaik.
- Manusia terbaik diharapkan kebaikannya dan aman dari kejahatannya.
- Berbuat baik kepada keluarga, terutama istri dan anak, adalah kriteria penting.
- Suka berbagi makanan, sekecil apapun, mendatangkan pahala besar.
- Panjang umur yang diisi dengan amal saleh meningkatkan derajat di surga.
- Manusia terbaik adalah yang paling banyak memberi manfaat kepada sesama.
- Amal diterima jika berlandaskan iman dan niat ikhlas karena Allah.
DALIL & REFERENCES
KATA BIJAK UNTUK STATUS
"Jangan pedulikan penilaian buruk manusia, fokuslah pada penilaian Allah."
"Perjuanganmu melawan godaan dunia dan kelemahan diri adalah nilai agung di sisi Allah."
"Akhlak mulia adalah cerminan sejati dari iman dan ibadahmu yang diterima."
"Sebarkan manfaat kebaikanmu kepada sesama, itulah ciri manusia terbaik."
"Jadilah orang yang kebaikannya selalu diharapkan, bukan kejahatannya ditakuti."
"Perlakukan keluargamu dengan kebaikan, karena itu adalah perintah Allah dan Rasul-Nya."
"Sekecil apa pun kebaikanmu, jangan pernah menganggapnya remeh."
"Gunakan umur panjangmu untuk menumpuk pahala, bukan dosa."
"Berbuat baiklah karena Allah, bukan karena ingin dipuji manusia."
"Tiga pilar hidupmu adalah iman, ibadah, dan akhlak; ketiganya tak terpisahkan."