Fenomena Hantu

Ustadz Abu Haidar As Sundawy
22 April 2026 • 1 VIEWS • Durasi: 1:13:36 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

Kajian ini melanjutkan pembahasan rukun iman yang keenam, yaitu iman kepada takdir. Kita sedang membahas beberapa keyakinan yang bertolak belakang dengan keimanan kepada takdir. Sebelumnya telah dijelaskan tentang kepercayaan ramalan bintang dan penyakit menular. Kali ini, kita akan membahas mengenai tiarah, hamah, dan ghul (hantu).

Tiyarah adalah keyakinan tentang ramalan kesialan akibat suatu kejadian. Seseorang menggagalkan rencananya karena meyakini tidak akan sukses atau berhasil akibat merasa sial dengan kejadian yang dilihat, didengar, atau dialami. Contohnya, mendengar perkataan buruk, melihat burung tertentu (seperti burung kedasih/sweet uncuing, burung gagak, burung koreak), atau bertemu orang cacat. Keyakinan ini menyebabkan seseorang membatalkan kepergiannya karena takut rugi atau sial. Di Jawa Barat, ada keyakinan burung kedasih berarti ada yang meninggal, kupu-kupu masuk rumah berarti ada tamu.

Tiyarah berasal dari kata "thirir" yang berarti burung, karena awalnya ramalan kesialan dikaitkan dengan burung. Namun, kemudian berkembang menjadi setiap ramalan kesialan, meskipun bukan dengan burung. Bahkan, tiyarah bisa meramalkan kesialan karena kebaikan yang dilakukan orang lain, seperti menimpakan kesialan karena dakwah orang lain kepada kita. Ini terjadi pada Firaun dan kaumnya terhadap Nabi Musa alaihis salam, sebagaimana dijelaskan dalam Surah Al-A'raf ayat 131.

Mujahid rahimahullah, seorang ahli tafsir di zaman tabi'in, menjelaskan bahwa Firaun dan kaumnya menganggap Musa sebagai penyebab kesialan mereka. Namun, Ibnu Abbas radhiyallahu anhuma menjelaskan bahwa kesialan mereka itu sudah Allah tetapkan. Segala urusan memang dari Allah, dan itu sudah Allah catatkan 50.000 tahun sebelum langit dan bumi diciptakan, sebagaimana firman Allah dalam Surah Al-Hadid ayat 22. Dalam Surah An-Naml ayat 47, kaum Nabi Saleh juga menimpakan kesialan kepada Nabi Saleh dan pengikutnya.

Tiyarah adalah syirik kecil, sebagaimana sabda Rasulullah shalallahu alaihi wasallam dari Ibnu Mas'ud: "Tiyarah itu syirik." (HR. Abu Daud). Siapa yang membatalkan keperluannya karena tiyarah, sungguh dia telah berbuat syirik.

Adapun kesialan yang realistis dan logis hanya ada di tiga perkara yang memiliki hubungan sebab akibat:

  1. Istri durhaka (nusus): membuat suami pusing dan tidak nyaman.
  2. Rumah yang sempit, lembab, tidak sehat: menyebabkan penghuninya mudah terserang penyakit.
  3. Binatang tunggangan atau kendaraan yang sering mogok dan boros: menimbulkan kerugian.

Ini sesuai dengan hadis Rasulullah shalallahu alaihi wasallam: "Tidak ada penyakit menular, tidak ada tiyarah, dan kesialan itu hanya ada di tiga perkara: pada istri (yang durhaka), di sebuah rumah (yang tidak sehat), dan pada kendaraan (yang bermasalah)." (HR. Bukhari dari Ibnu Umar).

Kebalikan dari tiyarah adalah fa'al, yaitu optimisme atau ucapan yang baik yang membuat kita optimis. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam bersabda: "Tidak ada tiyarah, dan sebaik-baik tiyarah adalah fa'al." Para sahabat bertanya, "Apa itu fa'al, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Ucapan yang baik yang didengar oleh salah seorang di antara kalian." (HR. Bukhari dari Abu Hurairah). Fa'al memiliki syarat: tidak bisa dijadikan sandaran sepenuhnya dan tidak dijadikan tujuan utama, melainkan terjadi secara spontan.

Termasuk kebid'ahan yang tercela adalah mengambil mushaf atau ayat Al-Qur'an untuk mendukung fa'al atau sebagai penangkal, misalnya menempelkannya di dinding dengan keyakinan menangkal hujan. Ini termasuk menjadikan ayat-ayat Allah sebagai main-main, seperti yang Allah murkai pada Bani Israil dalam Surah Al-Maidah ayat 78 dan Surah An-Nisa ayat 93.

Bagi orang yang pernah terjerumus ke dalam tiyarah karena ketidaktahuan, kifaratnya adalah mengucapkan doa: "Allahumma La khairo illa khairuk Wal thirir illa thiriruk wala ilaha ghairuk" (Ya Allah, tidak ada kebaikan kecuali kebaikan-Mu, dan tidak ada kesialan kecuali kesialan yang berasal dari-Mu, dan tidak ada sesembahan selain Engkau). (HR. Ahmad). Kifarat lainnya adalah bertawakal sepenuhnya kepada Allah, sebagaimana hadis: "Tiyarah itu syirik, tapi tidak ada seorang pun di antara kita kecuali pernah terjerumus ke dalamnya. Akan tetapi Allah akan menghilangkan dosa tiyarah ini dengan tawakal." (HR. Abu Daud dari Abdullah bin Mas'ud).

Termasuk ramalan kesialan adalah keyakinan tentang bulan Safar sebagai bulan sial, yang sudah ada sejak zaman jahiliah. Rasulullah shalallahu alaihi wasallam membantah hal ini dengan bersabda: "La hamah wal Safar" (Tidak ada hamah dan tidak ada kesialan di bulan Safar).

Hamah adalah keyakinan orang jahiliah bahwa setiap orang yang mati dan dikuburkan, dari kuburannya akan keluar hamah, yaitu seekor burung jelmaan tulang-belulang mayit. Nabi shalallahu alaihi wasallam mengingkari dan membantah keyakinan tahayul dan khurafat ini.

Kemudian, pembahasan tentang ghul. Ghul adalah sebutan orang Arab jahiliah untuk hantu atau jurig, yang diyakini sebagai kejahatan setan dari kalangan bangsa jin atau ahli sihir. Mereka sangat takut padanya. Dahulu, ketika melewati lembah, mereka akan meminta perlindungan kepada penguasa jin di lembah tersebut, seperti yang disinggung dalam Surah Jin ayat 6. Ini justru menambah kedurhakaan mereka.

Allah dan Rasul-Nya membatalkan keyakinan ini dan mengajarkan untuk meminta perlindungan kepada Allah, Sang Pencipta dan Penguasa langit dan bumi. Di antara doa perlindungan dari godaan setan adalah: "Wa qul Rabbi a'udzu bika min hamazatis syayathin wa a'udzu bika Rabbi an yahdhurun" (Dan katakanlah, "Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan, dan aku berlindung kepada-Mu, ya Tuhanku, agar mereka tidak mendekatiku.") (QS. Al-Mu'minun: 97-98). Juga Surah Al-Falaq, An-Nas, dan Ayat Kursi.

Nabi shalallahu alaihi wasallam juga mengajarkan doa perlindungan ketika singgah di suatu tempat, seperti saat bepergian dan beristirahat. Siapa pun yang membaca doa: "A'udzu bikalimatillahit tammati min syarri ma khalaq" (Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya), dia tidak akan dimudaratkan oleh sesuatu pun sampai dia meninggalkan tempat itu. (HR. Muslim).

Imam Al-Qurtubi rahimahullahu taala memiliki pengalaman nyata dengan doa ini, selalu aman dari gangguan kecuali ketika lupa membacanya. Ini menunjukkan bahwa perlindungan sejati hanya dari Allah, bukan dengan meminta kepada makhluk atau penguasa jin.

Pada sesi tanya jawab, Ustadz Abu Haidar menjelaskan beberapa hal:

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

وَإِن تُصِبْهُمْ سَيِّئَةٌ يَطَّيَّرُوا بِمُوسَىٰ وَمَن مَّعَهُ ۗ أَلَا إِنَّمَا طَائِرُهُمْ عِندَ اللَّهِ وَلَٰكِنَّ أَكْثَرَهُمْ لَا يَعْلَمُونَ
"Dan jika datang kepada mereka kemalangan (wabah penyakit atau paceklik), mereka berkata: "Ini adalah karena (nasib buruk dari) Musa dan orang-orang yang besertanya." Ketahuilah, sesungguhnya kesialan mereka itu adalah ketetapan dari Allah, akan tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui."
— Al-A'raf 7:131 • REFERENCE LINK
مَا أَصَابَ مِن مُّصِيبَةٍ فِي الْأَرْضِ وَلَا فِي أَنفُسِكُمْ إِلَّا فِي كِتَابٍ مِّن قَبْلِ أَن نَّبْرَأَهَا ۚ إِنَّ ذَٰلِكَ عَلَى اللَّهِ يَسِيرٌ
"Tiada suatu bencana pun yang menimpa di bumi dan (tidak pula) pada dirimu sendiri melainkan telah tertulis dalam Kitab (Lauhul Mahfuzh) sebelum Kami menciptakannya. Sesungguhnya yang demikian itu adalah mudah bagi Allah."
— Al-Hadid 57:22 • REFERENCE LINK
قَالُوا اطَّيَّرْنَا بِكَ وَبِمَن مَّعَكَ ۚ قَالَ طَائِرُكُمْ عِندَ اللَّهِ ۖ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ تُفْتَنُونَ
"Mereka menjawab: "Kami mendapat nasib yang malang disebabkan kamu dan orang-orang yang bersamamu." Shalih berkata: "Nasib malang kamu itu adalah pada sisi Allah, (bahkan) kamu adalah kaum yang diuji.""
— An-Naml 27:47 • REFERENCE LINK
قَالُوا إِنَّا تَطَيَّرْنَا بِكُمْ ۖ لَئِن لَّمْ تَنتَهُوا لَنَرْجُمَنَّكُمْ وَلَيَمَسَّنَّكُم مِّنَّا عَذَابٌ أَلِيمٌ (18) قَالُوا طَائِرُكُمْ مَّعَكُمْ ۚ أَئِن ذُكِّرْتُم ۚ بَلْ أَنتُمْ قَوْمٌ مُّسْرِفُونَ (19)
"Mereka menjawab: "Sesungguhnya kami bernasib malang karena kamu, sungguh jika kamu tidak berhenti (menyeru kami), niscaya kami akan merajam kamu dan kamu pasti akan merasakan dari kami siksaan yang pedih." (18) Utusan-utusan itu berkata: "Kemalangan kamu itu adalah karena kamu sendiri. Apakah jika kamu diberi peringatan (kamu mengancam)? Sebenarnya kamu adalah kaum yang melampaui batas." (19)"
— Yasin 36:18-19 • REFERENCE LINK
الطِّيَرَةُ شِرْكٌ
"Tiyarah itu syirik."
— HR. Abu Daud
لاَ عَدْوَى وَلاَ طِيَرَةَ وَالشُّؤْمُ فِى ثَلاَثٍ فِى الْمَرْأَةِ وَالدَّارِ وَالدَّابَّةِ
"Tidak ada penyakit menular, tidak ada tiyarah, dan kesialan itu hanya ada di tiga perkara: pada wanita, rumah, dan hewan tunggangan."
— HR. Bukhari
لاَ طِيَرَةَ وَخَيْرُهَا الْفَأْلُ قَالُوا وَمَا الْفَأْلُ يَا رَسُولَ اللَّهِ قَالَ الْكَلِمَةُ الصَّالِحَةُ يَسْمَعُهَا أَحَدُكُمْ
"Tidak ada tiyarah, dan sebaik-baiknya adalah fa'al. Para sahabat bertanya, "Apakah fa'al itu, ya Rasulullah?" Beliau menjawab, "Ucapan yang baik yang didengar oleh salah seorang di antara kalian.""
— HR. Bukhari
لُعِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِن بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى ابْنِ مَرْيَمَ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُوا يَعْتَدُونَ
"Telah dilaknat orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Dawud dan Isa putra Maryam. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui batas."
— Al-Maidah 5:78 • REFERENCE LINK
وَمَن يَقْتُلْ مُؤْمِنًا مُّتَعَمِّدًا فَجَزَاؤُهُ جَهَنَّمُ خَالِدًا فِيهَا وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ عَذَابًا عَظِيمًا
"Dan barangsiapa membunuh seorang mukmin dengan sengaja, maka balasannya ialah neraka Jahannam, kekal ia di dalamnya dan Allah murka kepadanya, dan mengutukinya serta menyediakan baginya azab yang besar."
— An-Nisa 4:93 • REFERENCE LINK
اللَّهُمَّ لَا خَيْرَ إِلَّا خَيْرُكَ ، وَلَا طَيْرَ إِلَّا طَيْرُكَ ، وَلَا إِلَهَ غَيْرُكَ
"Ya Allah, tidak ada kebaikan kecuali kebaikan-Mu, dan tidak ada kesialan kecuali kesialan yang berasal dari-Mu, dan tidak ada sesembahan selain Engkau."
— HR. Ahmad
الطِّيَرَةُ شِرْكٌ ، وَمَا مِنَّا إِلَّا وَلَكِنَّ اللَّهَ يُذْهِبُهُ بِالتَّوَكُّلِ
"Tiyarah itu syirik, dan tidak ada seorang pun di antara kita kecuali pernah terjerumus ke dalamnya. Akan tetapi Allah akan menghilangkan dosa tiyarah ini dengan tawakal."
— HR. Abu Daud dari Abdullah bin Mas'ud
قُلْ رَبِّ أَعُوذُ بِكَ مِنْ هَمَزَاتِ الشَّيَاطِينِ ﴿٩٧﴾ وَأَعُوذُ بِكَ رَبِّ أَنْ يَحْضُرُونِ ﴿٩٨﴾
"Dan katakanlah, "Ya Tuhanku, aku berlindung kepada-Mu dari bisikan-bisikan setan, (97) dan aku berlindung kepada-Mu, ya Tuhanku, agar mereka tidak mendekatiku." (98)"
— Al-Mu'minun 23:97-98 • REFERENCE LINK
أَعُوذُ بِكَلِمَاتِ اللَّهِ التَّامَّاتِ مِنْ شَرِّ مَا خَلَقَ
"Aku berlindung dengan kalimat-kalimat Allah yang sempurna dari kejahatan makhluk-Nya."
— HR. Muslim
مَنْ أَحْدَثَ فِي أَمْرِنَا هَذَا مَا لَيْسَ مِنْهُ فَهُوَ رَدٌّ
"Siapa yang mengada-adakan dalam urusan kami ini sesuatu yang bukan darinya, maka ia tertolak."
— HR. Bukhari
فَلْيَحْذَرِ الَّذِينَ يُخَالِفُونَ عَنْ أَمْرِهِ أَنْ تُصِيبَهُمْ فِتْنَةٌ أَوْ يُصِيبَهُمْ عَذَابٌ أَلِيمٌ
"Maka hendaklah berhati-hati orang-orang yang menyalahi perintah Rasul-Nya, supaya mereka tidak ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih."
— An-Nur 24:63 • REFERENCE LINK
عَلَيْكُمْ بِسُنَّتِي وَسُنَّةِ الْخُلَفَاءِ الرَّاشِدِينَ الْمَهْدِيِّينَ عَضُّوا عَلَيْهَا بِالنَّوَاجِذِ وَإِيَّاكُمْ وَمُحْدَثَاتِ الْأُمُورِ فَإِنَّ كُلَّ مُحْدَثَةٍ بِدْعَةٌ وَكُلَّ بِدْعَةٍ ضَلَالَةٌ
"Wajib atas kalian berpegang teguh pada sunnahku dan sunnah Khulafaur Rasyidin yang diberi petunjuk sesudahku, gigitlah ia dengan geraham. Dan jauhilah perkara-perkara baru, karena sesungguhnya setiap perkara baru adalah bid'ah dan setiap bid'ah adalah kesesatan."
— HR. Abu Daud
الْيَوْمَ أَكْمَلْتُ لَكُمْ دِينَكُمْ وَأَتْمَمْتُ عَلَيْكُمْ نِعْمَتِي وَرَضِيتُ لَكُمُ الْإِسْلَامَ دِينًا
"Pada hari ini telah Kusempurnakan untuk kamu agamamu, dan telah Kucukupkan kepadamu nikmat-Ku, dan telah Kuridhai Islam itu menjadi agama bagimu."
— Al-Maidah 5:3 • REFERENCE LINK
يُوفُونَ بِالنَّذْرِ وَيَخَافُونَ يَوْمًا كَانَ شَرُّهُ مُسْتَطِيرًا
"Mereka menunaikan nazar dan takut akan suatu hari yang azabnya merata di mana-mana."
— Al-Insan 76:7 • REFERENCE LINK
مَنْ نَذَرَ أَنْ يُطِيعَ اللَّهَ فَلْيُطِعْهُ
"Barangsiapa bernazar untuk mentaati Allah, maka hendaklah dia mentaati-Nya."
— HR. Bukhari
زُورُوا الْقُبُورَ فَإِنَّهَا تُذَكِّرُكُمُ الْآخِرَةَ
"Berziarahlah kalian ke kuburan, karena sesungguhnya ia akan mengingatkan kalian kepada akhirat."
— HR. Muslim
السَّلَامُ عَلَيْكُمْ أَهْلَ الدِّيَارِ مِنَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُسْلِمِينَ وَإِنَّا إِنْ شَاءَ اللَّهُ بِكُمْ لَاحِقُونَ نَسْأَلُ اللَّهَ لَنَا وَلَكُمُ الْعَافِيَةَ
"Semoga keselamatan dilimpahkan kepada kalian wahai penghuni kubur dari kalangan kaum mukminin dan muslimin, dan sesungguhnya kami insya Allah akan menyusul kalian. Kami memohon kepada Allah bagi kami dan bagi kalian keselamatan."
— HR. Muslim

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Jangan biarkan keyakinan sesat menggagalkan niat baikmu, karena semua kejadian adalah ketetapan Allah."

WHATSAPP

"Kesialan sejati bukanlah pada burung atau orang cacat, melainkan pada durhaka dan kelalaianmu sendiri."

WHATSAPP

"Optimisme itu baik, tapi jangan sampai kau sandarkan harapanmu pada selain kuasa Allah."

WHATSAPP

"Ayat-ayat Allah adalah petunjuk hidup, bukan jimat yang bisa kau gantungkan untuk menangkal hujan."

WHATSAPP

"Jika kau terjerumus dalam takhayul, bertawakallah dan kembalikan semua urusan kepada Allah semata."

WHATSAPP

"Tidak ada bulan yang sial, tidak ada makhluk jelmaan, yang ada hanyalah ketetapan dan kehendak Allah."

WHATSAPP

"Jangan takut pada hantu dan jurig, takutlah hanya kepada Allah yang Maha Kuasa atas segala makhluk."

WHATSAPP

"Hanya kepada Allah kita berlindung, dari segala kejahatan makhluk-Nya, di mana pun kita berada."

WHATSAPP

"Bid'ah adalah amalan tertolak yang menjauhkanmu dari sunah, bukan mendekatkanmu kepada rahmat."

WHATSAPP

"Hadapi gangguan jin dengan iman dan ibadah, bukan dengan prasangka buruk atau perbuatan tak berdasar."

WHATSAPP