Bersabar Tanpa Riba

Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi M.A.
22 April 2026 • 1 VIEWS • Durasi: 1:39:06 YOUTUBE SOURCE WHATSAPP SHARE

Kajian ini membahas pentingnya bersabar dalam menjauhi riba, sebuah dosa besar yang diancam perang oleh Allah dan Rasul-Nya. Ustadz Dr. Erwandi Tarmizi M.A. menegaskan bahwa tidak ada dosa lain yang Allah ancam pelakunya dengan perang selain riba. Ini menunjukkan betapa seriusnya perbuatan tersebut di sisi Allah.

Dosa riba merupakan bentuk kedurhakaan kepada Allah, yang mana pelakunya adalah orang-orang yang tidak mengenal dan tidak menghargai Allah Azza wa Jalla sebagaimana mestinya. Allah, yang bumi dan seluruh isinya berada dalam genggaman-Nya, jauh lebih besar dan agung daripada makhluk manapun. Mengenal sifat-sifat Allah melalui Asmaul Husna-Nya akan menumbuhkan rasa takut yang mendalam, yang pada gilirannya akan membentengi diri dari berbuat maksiat, termasuk riba.

Ustadz mengingatkan betapa dahsyatnya azab neraka. Sekali seseorang dicelupkan ke neraka, semua kebahagiaan duniawi akan sirna dan terlupakan. Sebaliknya, balasan bagi mereka yang meninggalkan dosa karena Allah adalah surga yang luasnya seluas langit dan bumi, kenikmatan yang tak terhingga dan jauh lebih besar dari kenikmatan sesaat akibat dosa.

Beberapa kiat untuk bersabar dan tidak terjerumus dalam riba, antara lain:

  1. Mencintai Allah Azza wa Jalla: Rasa cinta akan menumbuhkan ketaatan. Allah adalah pemberi nikmat yang tak terhitung, jauh melampaui siapapun. Cinta kepada-Nya dapat ditumbuhkan dengan memperbanyak amal saleh dan berdoa, sebagaimana doa Nabi ﷺ: "Ya Allah, aku memohon kepada-Mu cinta-Mu, cinta orang-orang yang mencintai-Mu, dan cinta amal yang mendekatkan kepadaku pada cinta-Mu."
  2. Takut kepada Allah Azza wa Jalla: Ketakutan ini muncul dari pemahaman akan keagungan dan kekuasaan-Nya. Orang yang mengenal Allah akan takut untuk bermaksiat kepada-Nya.
  3. Mengingat nikmat Allah: Nikmat yang Allah berikan jauh lebih besar daripada kenikmatan sesaat dari dosa. Kesulitan hidup adalah ujian, dan Allah ingin melihat kesabaran hamba-Nya.
  4. Mengingat azab Allah: Ingatlah pedihnya azab neraka, bahkan yang paling ringan sekalipun, untuk membentengi diri dari kemaksiatan.

Terkait hukum atas pinjaman riba di masa lalu, mayoritas ulama (jumhur) berpendapat bahwa uang pokok yang dipinjam untuk kebutuhan halal statusnya halal, namun bunga (riba) yang disyaratkan adalah haram. Jika seseorang telah melunasi KPR ribawi, rumah yang didapatnya menjadi halal. Bagi yang masih terjerat, wajib untuk segera bertaubat dan mencari cara melunasi pokok tanpa tambahan riba jika memungkinkan. Jika tidak, tetap melunasi dan bertekad tidak mengulanginya.

Ustadz juga menekankan bahwa tidak ada kondisi darurat yang membenarkan riba. Berprasangka buruk kepada Allah dengan anggapan tidak ada pilihan lain selain riba adalah keliru, karena Allah Maha Pengasih dan Maha Kaya. Dia akan selalu memberikan jalan keluar bagi hamba-Nya yang bersabar dan bertawakkal.

Dalam konteks keluarga, membantu anak yang terjerat riba untuk keluar dari dosanya lebih utama daripada fokus pada amal jariyah lain, karena menyelamatkan keluarga dari neraka adalah bagian dari kesempurnaan kebahagiaan di surga. Bantuan bisa diberikan dalam bentuk pinjaman tanpa riba yang kelak akan dibayar kembali.

Adapun mengenai pekerjaan, seperti optimalisasi biaya konstruksi tanpa mengurangi spesifikasi adalah halal. Namun, menjual lahan pemakaman dengan harga tinggi tidak diperbolehkan karena pemakaman adalah kewajiban fardhu kifayah. Demikian pula, terlibat dalam dokumentasi acara non-Muslim di rumah ibadah yang terdapat patung atau melibatkan musik adalah terlarang bagi seorang Muslim. Setiap kali seseorang meninggalkan sesuatu yang haram karena Allah, niscaya Allah akan menggantinya dengan yang lebih baik, baik di dunia maupun di akhirat.

POINTERS & CONCLUSIONS

DALIL & REFERENCES

وَمَا قَدَرُوا اللَّهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَالْأَرْضُ جَمِيعًا قَبْضَتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالسَّمَاوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِينِهِ ۚ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ
"Dan mereka tidak mengagungkan Allah dengan pengagungan yang semestinya, padahal bumi seluruhnya dalam genggaman-Nya pada hari Kiamat, dan langit digulung dengan tangan kanan-Nya. Mahasuci Dia dan Mahatinggi dari apa yang mereka persekutukan."
— QS. Az-Zumar: 67 • REFERENCE LINK
وَأَمَّا مَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ وَنَهَى النَّفْسَ عَنِ الْهَوَىٰ فَإِنَّ الْجَنَّةَ هِيَ الْمَأْوَىٰ
"Dan adapun orang-orang yang takut kepada kebesaran Tuhannya dan menahan diri dari keinginan hawa nafsunya, maka sesungguhnya surgalah tempat tinggal(nya)."
— QS. An-Nazi'at: 40-41 • REFERENCE LINK
الَّذِي خَلَقَ الْمَوْتَ وَالْحَيَاةَ لِيَبْلُوَكُمْ أَيُّكُمْ أَحْسَنُ عَمَلًا ۚ وَهُوَ الْعَزِيزُ الْغَفُورُ
"Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun."
— QS. Al-Mulk: 2 • REFERENCE LINK
مَنْ بَنَى مَسْجِدًا لِلَّهِ وَلَوْ مِثْلَ مَفْحَصِ قَطَاةٍ لَبَنَى اللَّهُ لَهُ بَيْتًا فِي الْجَنَّةِ
"Siapa yang membangun masjid karena Allah walau sekecil sarang burung qathah, niscaya Allah bangunkan untuknya rumah di surga."
— HR. Ibnu Majah

KATA BIJAK UNTUK STATUS

"Hari-hari adalah milik Allah, hanya Dia yang berhak menentukan keutamaan."

WHATSAPP

"Tidak ada dosa lain yang Allah ancam pelakunya dengan perang selain riba."

WHATSAPP

"Orang yang durhaka kepada Allah adalah mereka yang tidak mengenal-Nya."

WHATSAPP

"Kenalilah Allah melalui sifat-sifat-Nya, maka rasa takutmu akan tumbuh."

WHATSAPP

"Satu celupan di neraka cukup menghapus seluruh kebahagiaan hidup di dunia."

WHATSAPP

"Bersabar menahan hawa nafsu adalah bukti kesadaran akan keagungan Allah."

WHATSAPP

"Mencintai Allah adalah kunci ketaatan, karena Dia pemberi nikmat tiada tara."

WHATSAPP

"Jangan berprasangka buruk kepada Allah; Dia lebih sayang kepada hamba-Nya daripada ibu kepada anaknya."

WHATSAPP

"Kesulitan hidup itu ringan bagi Allah, Dia hanya ingin menguji kesabaranmu."

WHATSAPP

"Tidak ada kerugian bagi orang yang meninggalkan sesuatu karena Allah."

WHATSAPP