Kelakuan Tidak Baik Akan Dibalas di Tanah Suci, Afa Iyaa !?
DENGARKAN AUDIO KAJIAN
kelakuan-tidak-baik-akan-dibalas-di-tanah-suci-afa-iyaa-abdurrahman.mp3
Ustadz Abdurrahman Zahier Bba mengklarifikasi kesalahpahaman yang luas di masyarakat mengenai hukuman di Tanah Suci. Beliau menjelaskan bahwa anggapan orang yang pergi ke Tanah Suci akan menerima balasan atas perbuatan buruknya di kampung halaman adalah pemahaman yang keliru. Pemahaman ini seringkali menyebabkan banyak orang menunda ibadah haji dan umrah, meskipun mereka sudah mampu, karena khawatir akan hukuman di sana.
Ustadz menekankan bahwa Makkah Al-Mukarramah adalah kota suci yang dimuliakan Allah, bukan tempat pembalasan dosa-dosa. Justru, mereka yang diberikan kemampuan untuk pergi ke sana adalah tamu undangan Allah, dan seorang tamu tentu akan dimuliakan, bukan dihinakan. Kisah-kisah seperti tidak dapat melihat Ka'bah atau tersesat bukanlah bentuk hukuman dari Allah.
Beliau menegaskan bahwa Allah tidak akan menghinakan hamba yang datang dengan penuh ketawaduan dan pengharapan agar dosa-dosanya diampuni. Penting bagi setiap hamba untuk berprasangka baik (husnuzon) kepada Allah, sebab Allah akan bertindak sesuai dengan prasangka hamba-Nya. Jika seseorang senantiasa bertakwa, Allah akan senantiasa memuliakannya.
POINTERS & CONCLUSIONS
- Klarifikasi kesalahpahaman tentang hukuman di Tanah Suci.
- Makkah adalah kota suci yang dimuliakan Allah, bukan tempat pembalasan dosa.
- Jemaah haji/umrah adalah tamu Allah yang dimuliakan.
- Jangan menunda ibadah haji/umrah karena kekhawatiran hukuman.
- Berbaik sangka (husnuzon) kepada Allah SWT.
KATA BIJAK UNTUK STATUS
"Ini pemahaman yang sangat keliru sekali dan banyak tersebar di masyarakat, sehingga orang banyak menunda kepergiannya untuk Haji dan Umrah padahal sudah mampu, tapi takut dibalas di sana."
"mereka menjadi tamu Allah, otomatis dimuliakan bukan dihinakan."
"Makkah Mukaramah ini adalah kota suci yang Allah muliakan dan dia bukan kota pembalasan dosa-dosa."
"mustahil Allah menghinakan Anda dan tidak akan pernah Allah hinakan seorang hamba yang datang ke sana dengan penuh ketawaduan, dengan penuh pengharapan, dengan penuh dia berharap juga kepada Allah Subhanahu Wa Ta'ala agar Allah mengampuni dosa-dosanya."
"Allah katakan, 'Abdi, aku sesuai dengan prasangka hambaku, maka persangkalah yang baik kepada Allah."