Kemana Kita Setelah Meninggal Dunia???
Ustadz Sofyan Chalid Bin Idham Ruray Lc. membuka kajian ini dengan khutbatul hajah, mengingatkan bahwa setiap jiwa pasti akan merasakan mati, sebagaimana firman Allah dan sabda Rasulullah ﷺ: "Perbanyaklah kalian mengingat pemutus segala kelezatan dunia ini, yaitu kematian." Kajian ini akan membahas perjalanan ruh setelah kematian, berdasarkan hadits masyhur dari Al-Bara' bin Azib radhiyallahu Anhu.
Kematian adalah bagian dari keimanan terhadap hari akhir (Rukun Iman kelima) dan dinamakan "kiamat kecil", yang mengantarkan seseorang pada hari akhirnya. Pembahasan ini akan dibagi menjadi perjalanan ruh orang beriman dan orang kafir.
Perjalanan Ruh Orang Beriman:
1. Mengikuti Jenazah: Mengikuti jenazah hingga dikuburkan adalah sunnah Rasulullah ﷺ. Pahala mengikuti shalat jenazah adalah satu qirath, dan mengikuti hingga pemakaman adalah dua qirath, yang pahalanya seperti dua gunung besar. Namun, menguburkan hanya dianjurkan bagi laki-laki.
2. Di Kuburan: Rasulullah ﷺ dan para sahabat duduk di kuburan setelah pemakaman. Hal ini dibolehkan untuk memberi nasehat dan memohonkan ampunan serta kekuatan bagi mayit agar bisa menjawab pertanyaan malaikat. Suasana di kuburan haruslah tenang, khusyuk, mengingatkan pada mati, dan mendorong taubat. Tidak patut bercanda atau berbicara keras di area kuburan.
3. Perlindungan dari Azab Kubur: Kita diperintahkan untuk senantiasa Meminta perlindungan kepada Allah dari azab kubur. Azab kubur itu nyata dan dapat menimpa orang kafir maupun pelaku dosa di kalangan orang beriman, namun dengan bentuk yang berbeda. Azab kubur jauh lebih pedih dari penderitaan dunia.
4. Malaikat Turun Menjelang Wafat: Menjelang wafat, orang beriman didatangi sekumpulan malaikat berwajah putih bersinar, membawa kain kafan dan harum-haruman dari surga. Mereka duduk sejauh mata memandang. Malaikat-malaikat ini menyampaikan tiga kalimat: "Janganlah kamu takut," "Jangan pula kamu bersedih," dan "Bergembiralah dengan surga yang telah dianugerahkan kepadamu." Rasa takut dan sedih orang beriman pun hilang, berganti kegembiraan.
5. Malakul Maut Tiba: Setelah itu, Malakul Maut (bukan Izroil, karena penamaan Izroil tidak berdasarkan dalil Al-Qur'an dan Sunnah) datang, duduk di dekat kepala, dan berkata: "Wahai jiwa yang baik (yang tenang), keluarlah untuk mendapatkan ampunan dari Allah dan keridhaan-Nya." Ruh orang mukmin keluar dengan mudah, seperti tetesan air dari mulut bejana, meskipun tetap merasakan sakit. Mata orang yang wafat akan mengikuti ruh, sehingga disunnahkan untuk menutup matanya.
6. Ruh Diangkat: Semua malaikat di antara langit dan bumi serta di setiap langit mendoakan dan memohonkan ampun untuk ruh orang beriman. Pintu-pintu langit dibukakan baginya. Malaikat yang datang sebelumnya segera mengambil ruh dari tangan Malakul Maut tanpa menunggu, lalu meletakkannya di dalam kain kafan dan harum-haruman surga. Ruh ini keluar dari bumi dengan aroma seharum minyak misk terbaik.
7. Perjalanan Ruh ke Langit: Para malaikat membawa ruh ini ke atas. Setiap kelompok malaikat yang berpapasan bertanya "Siapakah ruh yang baik ini?" dan dijawab dengan nama baiknya di dunia. Ruh ini terus diangkat, melalui pintu-pintu langit yang dibuka, dan setiap malaikat di langit berikutnya turut mengantarnya hingga tiba di langit ketujuh.
8. Menghadap Allah: Allah Subhanahu Wa Ta'ala berada di atas langit, di atas Arsy. Ruh orang beriman dibawa menghadap Allah di atas langit ketujuh. Ini adalah bagian dari aqidah Ahlussunnah wal Jamaah, yang memiliki dalil sangat banyak.
9. Catatan Amalan dan Kembali ke Bumi: Allah memerintahkan: "Tulislah catatan amalan hambaku ini di Illiyyin." Kemudian, "Kembalikan dia ke bumi, karena Aku telah berjanji bahwa Aku menciptakan mereka dari bumi itu dan kepada-Nyalah Aku akan mengembalikan mereka, dan darinya pula Aku akan mengeluarkan mereka untuk kehidupan berikutnya." Ruh pun dikembalikan ke jasad di alam kubur.
10. Mendengar Langkah Kaki: Mayit dapat mendengar langkah-langkah kaki orang-orang yang mengantarnya tatkala mereka pergi meninggalkannya. Ini adalah salah satu pengecualian, sebab pada dasarnya mayit tidak dapat mendengar ucapan orang hidup di luar kuburnya, sebagaimana dijelaskan dalam Al-Qur'an.
11. Pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir: Datanglah dua malaikat yang menakutkan, Munkar dan Nakir. Mereka mendudukkan mayit dan bertanya: "Siapa Rabbmu?", "Apa agamamu?", "Siapa Nabimu?" Ini adalah ujian terakhir bagi orang beriman.
12. Al-Qaulul Tsabit: Allah menguatkan orang beriman dengan jawaban yang tepat (Al-Qaulul Tsabit) di dunia dan akhirat. Orang beriman akan menjawab: "Rabbku adalah Allah, agamaku Islam, dan Nabiku Muhammad ﷺ." Kunci keselamatan di alam kubur adalah bisa menjawab tiga pertanyaan ini, yang hanya dapat dilakukan oleh orang yang membangun keimanannya di atas ilmu yang benar, meyakininya, mengamalkannya, dan istiqamah hingga akhir hayat. Tiga ilmu terpenting adalah mengenal Allah sebagai Rabb yang berhak disembah, Islam sebagai agama yang diridhai, dan Nabi Muhammad ﷺ sebagai teladan.
13. Nikmat Kubur: Penyeru dari langit mengumumkan: "Hambaku benar jawabannya!" Lalu, dihamparkan permadani dari surga, dipakaikan pakaian surga, dan dibukakan pintu ke surga. Kuburan terhubung dengan surga, diluaskan sejauh mata memandang, penuh kenyamanan dan aroma harum surga. Amal shaleh menjelma menjadi sosok berwajah indah, berpakaian bagus, beraroma harum, memberikan kabar gembira. Orang beriman pun berharap "Ya Rabbku, segerakanlah hari kiamat," agar dapat kembali berkumpul dengan keluarga dan hartanya (di surga). Ia tidur seperti tidurnya pengantin. Kuburannya menjadi salah satu taman surga, peristirahatan yang indah dari kesedihan dunia dan aman dari azab Allah.
Perjalanan Ruh Orang Kafir:
1. Malaikat Keras Turun: Menjelang wafat, orang kafir didatangi malaikat-malaikat yang keras lagi kasar, berwajah hitam, membawa pakaian kasar dari neraka. Mereka duduk sejauh mata memandang.
2. Malakul Maut Tiba: Malakul Maut datang, duduk di dekat kepala, dan berkata: "Wahai jiwa yang buruk, keluarlah menuju kepada murka Allah dan kemarahan-Nya." Ruh orang kafir berpencar ke seluruh jasad, berpegang erat, tidak mau keluar.
3. Pencabutan Ruh yang Keras: Malakul Maut menarik ruhnya secara paksa, seperti ditariknya besi yang bercabang-cabang tajam dari kulit yang basah. Urat-urat dan persendiannya terputus-putus. Kematiannya sangat dahsyat.
4. Ruh Dilaknat: Setiap malaikat di antara langit dan bumi serta di setiap langit melaknat ruh orang kafir, mendoakan agar dijauhkan dari rahmat Allah. Pintu-pintu langit ditutup baginya. Para malaikat penjaga pintu langit berdoa agar ruhnya tidak melewati pintu yang mereka jaga.
5. Ruh Ditolak dan Dilempar: Malaikat segera merampas ruh dari tangan Malakul Maut dan meletakkannya di dalam pakaian kasar dari neraka. Ruh ini keluar dari bumi dengan aroma bangkai paling busuk. Ketika dibawa ke atas, setiap kelompok malaikat yang berpapasan bertanya "Siapakah ruh yang buruk ini?" dan dijawab dengan nama terburuknya di dunia. Ketika tiba di pintu langit pertama, pintu tidak diizinkan untuk dibuka. Allah berfirman: "Tidak akan dibukakan untuk mereka pintu-pintu langit dan mereka tidak akan masuk surga sampai unta bisa masuk ke lubang jarum." Ini berlaku bagi mereka yang mendustakan ayat-ayat Allah dan menyombongkan diri. Allah memerintahkan: "Tulislah amalan hambaku tersebut di Sijjin" (tempat di bumi paling bawah). Ruh pun dilempar dari langit, menyatu kembali dengan jasadnya. Perumpamaan orang musyrik seakan jatuh dari langit, disambar burung, atau diterbangkan angin ke tempat yang sangat jauh, menunjukkan kejatuhan dari tauhid ke syirik, dikuasai setan, dan mengikuti hawa nafsu.
6. Mendengar Langkah Kaki: Mayit dapat mendengar langkah kaki orang-orang yang meninggalkannya.
7. Pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir: Dua malaikat yang menakutkan datang dan menanyakan tiga pertanyaan yang sama. Orang kafir menjawab: "Hahah, la adri" (Saya tidak tahu). Ini mencela sikap taklid buta dan bahaya kejahilan (tidak menuntut ilmu syar'i).
8. Azab Kubur: Penyeru dari langit mengumumkan: "Hambaku salah jawabannya, dusta!" Dihamparkan tikar dari neraka, dibukakan pintu ke neraka. Datanglah dari neraka panasnya dan racun-racunnya. Kuburan disempitkan sampai tulang rusuk beradu. Amal buruk menjelma menjadi sosok berwajah buruk, berpakaian jelek, beraroma busuk, memberikan kabar buruk dan azab yang menyakitkan. Lalu, datang makhluk buta, tuli, bisu dengan gada besar yang jika dipukulkan ke gunung akan hancur lebur. Makhluk itu memukulnya, menghancurkannya menjadi tanah, lalu Allah mengembalikannya seperti semula, dan dipukul lagi. Teriakannya didengar oleh segala sesuatu di sekitarnya kecuali manusia dan jin. Orang kafir pun berdoa: "Ya Rabbku, jangan Engkau tegakkan hari kiamat."
Kehidupan Alam Barzakh:
Alam barzakh adalah kehidupan yang berbeda dengan dunia, tempat ruh orang beriman mendapatkan nikmat dan orang kafir mendapatkan azab. Tidak ada ruh yang gentayangan di muka bumi setelah kematian. Ada dinding yang membatasi mereka hingga hari kebangkitan. Kita wajib mengimani kehidupan alam barzakh.
POINTERS & CONCLUSIONS
- Setiap jiwa pasti akan merasakan mati, dan mengingatnya adalah pemutus segala kelezatan dunia.
- Mengikuti jenazah hingga dikuburkan adalah amalan berpahala besar (dua qirath seperti dua gunung besar) bagi laki-laki.
- Di kuburan, disunnahkan untuk duduk memberi nasehat, memohonkan ampunan dan kekuatan bagi mayit agar dapat menjawab pertanyaan malaikat.
- Suasana di kuburan harus tenang, khusyuk, mengingatkan pada akhirat, bukan tempat bercanda.
- Wajib bagi kita senantiasa Meminta perlindungan kepada Allah dari azab kubur, karena azab kubur itu nyata dan pedih.
- Menjelang wafat, orang beriman disambut malaikat berwajah cerah, membawa kabar gembira surga, menghilangkan rasa takut dan sedih.
- Malakul Maut (bukan Izroil) mencabut ruh orang beriman dengan mudah, mengantarkan menuju ampunan dan keridhaan Allah.
- Ruh orang beriman diangkat ke langit, didoakan oleh para malaikat, dan pintu-pintu langit dibuka baginya hingga menghadap Allah di atas Arsy.
- Allah memerintahkan pencatatan amalan orang beriman di Illiyyin dan mengembalikan ruh ke jasad di kuburan.
- Mayit dapat mendengar langkah kaki orang yang meninggalkannya, namun pada dasarnya tidak mendengar ucapan orang hidup kecuali ada dalil pengecualian.
- Pertanyaan Malaikat Munkar dan Nakir (Siapa Rabbmu, Apa agamamu, Siapa Nabimu) adalah ujian penting di alam kubur.
- Orang beriman menjawab dengan Al-Qaulul Tsabit: "Rabbku Allah, agamaku Islam, Nabiku Muhammad ﷺ," karena keimanannya yang benar dan istiqamah di dunia.
- Kuburan orang beriman menjadi taman surga, dilapangkan, diisi aroma dan kenyamanan surga, dan amal shaleh menjelma teman yang baik.
- Orang kafir dicabut ruhnya dengan keras dan menyakitkan, ruhnya dilaknat oleh malaikat, dan pintu-pintu langit ditutup baginya.
- Catatan amalan orang kafir diletakkan di Sijjin, dan ruhnya dilempar dari langit ke jasadnya di kuburan.
- Orang kafir tidak dapat menjawab pertanyaan malaikat, menunjukkan bahaya taklid buta dan kejahilan dalam aqidah.
- Kuburan orang kafir menjadi lubang neraka, disempitkan, diisi panas dan racun neraka, dan amal buruk menjelma teman yang buruk.
- Ada kehidupan di alam barzakh (kubur) yang berbeda dengan dunia, tempat ruh beriman menikmati nikmat dan ruh kafir diazab. Tidak ada ruh gentayangan.
- Teriakan orang yang diazab di kuburan didengar semua makhluk kecuali manusia dan jin.
DALIL & REFERENCES
KATA BIJAK UNTUK STATUS
"Setiap jiwa pasti akan merasakan mati."
"Perbanyaklah kalian mengingat pemutus segala kelezatan dunia ini, yaitu kematian."
"Barangsiapa yang ikut dalam penyelenggaraan jenazah sampai disholatkan dia ikut mensholatkan, maka dia mendapatkan satu qirath. Dan barangsiapa yang mengikuti jenazah sampai dikuburkan, maka dia mendapatkan pahala dua qirath."
"Dulu kami dilarang mengikuti jenazah, namun tidak ditegaskan atas kami."
"Mohon ampunkanlah untuk saudara kalian ini, dan mintalah kepada Allah agar dia dikuatkan untuk menjawab pertanyaan malaikat, karena sesungguhnya dia sekarang sedang ditanya."
"Dulu aku pernah melarang kalian untuk berziarah kubur, maka sekarang silakan ziarah kubur, karena itu akan mengingatkan kalian terhadap kehidupan akhirat."
"Minta perlindunganlah kalian kepada Allah dari azab kubur."
"Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada-Mu dari azab kubur."
"Di dalam doa Nabi Shallallahu Alaihi Wasallam dan perintah beliau agar kita minta perlindungan dari azab kubur, terdapat dalil bahwasanya azab kubur itu juga dapat menimpa sesuai kehendak Allah terhadap orang-orang yang beriman."
"Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan Rabb kami adalah Allah kemudian mereka Istiqamah, maka Para Malaikat akan turun kepada mereka."
"Janganlah kamu takut."
"Dan jangan pula kamu bersedih."
"Dan bergembiralah dengan surga yang telah dianugerahkan kepadamu."
"Wahai jiwa yang baik (jiwa yang tenang), keluarlah untuk mendapatkan ampunan dari Allah dan keridhaan-Nya."
"Wahai jiwa yang tenang, kembalilah kepada Rabbmu dalam keadaan Ridha serta diridhoi."
"Sesungguhnya ruh itu apabila dicabut, maka akan diikuti oleh pandangan mata (jasadnya)."
"Telah mewafatkan dia utusan-utusan kami yaitu para malaikat kami, dan mereka tidak menyia-nyiakan tugas mereka."
"Barangsiapa mempersekutukan Allah, maka seakan dia jatuh dari langit, kemudian disambar oleh burung atau diterbangkan oleh angin sampai ke tempat yang sangat jauh."
"Tulislah catatan amalan hambaku ini di Illiyyin."
"Kembalikan dia ke bumi, karena Sesungguhnya Aku telah berjanji kepada mereka bahwa sungguh Aku menciptakan mereka dari bumi itu dan kepada-Nyalah Aku akan mengembalikan mereka, dan darinya pula Aku akan mengeluarkan mereka untuk kehidupan yang berikutnya."
"Sesungguhnya dia masih dapat mendengarkan langkah-langkah kaki atau bunyi sandal orang-orang yang mengantarnya ke kuburannya tatkala Mereka pergi meninggalkannya."
"Dan engkau tidaklah bisa memperdengarkan kepada orang yang ada dalam kubur."
"Sesungguhnya engkau tidak bisa memperdengarkan kepada orang-orang yang sudah mati dan tidak pula engkau bisa memperdengarkan orang yang tuli tidak mau mendengarkan dakwah."
"Demi Allah yang jiwa Muhammad ada ditangan-Nya, tidaklah kalian lebih bisa mendengarkan daripada mereka terhadap apa yang aku katakan."
"Allah menguatkan orang-orang yang beriman dengan jawaban yang tepat di kehidupan dunia dan kehidupan akhirat."
"Rabbku adalah Allah, agamaku Islam, dan Nabiku Muhammad ﷺ."
"Tidak ada satu rumah bagi orang yang beriman yang lebih baik daripada rumah orang yang beriman yang padanya dia beristirahat dari berbagai macam kekecewaan, kesedihan, dan kesusahan di kehidupan dunia dan aman dari azab Allah."
"Sebaik-baik rumah adalah kuburan orang yang taat kepada Allah."
"Inilah hari yang telah dijanjikan kepadamu."
"Wahai jiwa yang buruk, keluarlah menuju kepada murka Allah dan kemarahan-Nya."
"Tidak akan dibukakan untuk mereka pintu-pintu langit dan mereka tidak akan masuk surga sampai unta bisa masuk ke lubang jarum."
"Sesungguhnya orang-orang yang mendustakan ayat-ayat kami dan menyombongkan diri terhadapnya."
"Tulislah amalan hambaku tersebut di Sijjin."
"Di hadapan mereka yaitu orang-orang yang sudah wafat ada barzakh, ada dinding yang membatasi mereka sehingga mereka tidak bisa menyeberang ke alam dunia sampai hari kebangkitan."